BLITAR – Obrolan santai bersama Abon Jhon selalu penuh canda. Bahkan saat berbicara tentang karya musik terbarunya, musisi asal Blitar itu tak kehilangan gaya khasnya yang ringan dan akrab.
"Kapan-kapan tak dolan Biro Tulungagung, Mas. Tak gawakke Age Pro, ngopine jos-jis," ucapnya sambil tertawa saat berbincang dengan wartawan Radar Blitar.
Candaan itu langsung disambung cerita lain. Tentang lagu terbaru yang sedang ia perkenalkan kepada para pendengar.
Sebuah single berjudul Laki-Laki Tak Bercerita (LLTB) yang kini mulai mendapat respons positif dari pecinta musik lokal.
Dengan gaya santainya, Abon bahkan sempat mengaitkan judul lagu tersebut dengan salah satu tagline produk lokal yang akrab di telinganya.
"Hooh Mas, kui tagline-ne Age Pro. Produk lokal pride ning well," kelakarnya sembari tersenyum.
Namun di balik candaan itu, LLTB ternyata menyimpan cerita yang cukup personal. Lagu tersebut menjadi bagian dari sekuel album bertajuk Lelaki Bercerita yang sedang digarapnya.
Menurut Abon, lagu itu lahir dari pengalaman hidup yang baru benar-benar ia pahami ketika memasuki usia 40 tahun.
"LLTB iki curhat, Mas. Ning usia 40 tahun, fase usia mateng, ternyata aku rodo telat memahami sakral doa ibu. Bener-bener tak rasakke," ujarnya.
Pengakuan itu disampaikan tanpa nada dramatis. Justru terasa jujur dan dekat dengan realitas banyak laki-laki yang sering terlambat menyadari arti dukungan seorang ibu dalam perjalanan hidupnya.
Dua pekan setelah dirilis, respons yang diterima LLTB di luar ekspektasinya. Berbagai komentar dan apresiasi mengalir dari pendengar yang merasa memiliki pengalaman serupa dengan isi lagu tersebut.
"Maturnuwun sanget kanggo kabeh sing wis ngrungokke lan menehi apresiasi. Rong minggu sawise rilis, LLTB wis tembus 10 ribu pendengar ing platform digital," ungkapnya.
Yang membuat Abon semakin terharu, pendengar lagu tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia.
Data platform digital menunjukkan sekitar 80 persen pendengar berasal dari Indonesia, sementara sisanya datang dari berbagai negara seperti Malaysia, Taiwan, dan Singapura.
"Baru kali iki, Mas. Aku seneng banget. Ternyata lagu iki iso tekan kanca-kanca ning Malaysia, Taiwan, nganti Singapura. Matur nuwun sanget kanggo kabeh sing wis support," katanya.
Tak hanya merilis lagu, Abon juga mengajak para penggemarnya ikut meramaikan tantangan Age Karaoke Bareng LLTB yang saat ini sedang berlangsung di media sosial.
"Ojo lali ikuti challenge Age Karaoke Bareng LLTB. Kabeh persyaratan wis ana ning Instagram," ajaknya.
Program karaoke tersebut dibuka mulai 20 Juni hingga 10 Juli 2026. Para peserta cukup mengikuti ketentuan yang diumumkan melalui kanal media sosial resmi.
Di tengah promosi lagu barunya, Abon juga mulai menjalani rangkaian konser bertajuk Gemah Ripah Tour Jinawi. Tur tersebut telah dimulai pada 13 Juni lalu dalam gelaran Vespa Kultural Ponorogo 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Reyog.
Agenda berikutnya telah tersusun padat hingga awal Juli.
"Tour-ne wis to, Mas. Rangkaiannya wis. Gemah Ripah Tour Jinawi. Saka tanggal 26 Juni nganti 5 Juli wis mlaku kabeh," tuturnya.
Meski jadwal manggung terus berjalan, Abon tetap tak lupa menyampaikan dukungan kepada para penikmat musik lokal, khususnya warga di wilayah yang ia sebut sebagai Karesidenan AGE Raya.
"Dukung terus sedulur Karesidenan AGE Raya. Semoga kita kabeh tetep diwenehi keberkahan selawase," katanya.
Lalu obrolan kembali ditutup dengan tawa khasnya.
"Pokoke matur suwun yo, Mas Radar. Kapan-kapan tak dolan Biro Tulungagung. Tak gawakke Age Pro, ngopine jos-jis," ujarnya sembari tertawa lepas.
Sederhana, hangat, dan penuh canda. Persis seperti karakter Abon yang selama ini dikenal para pendengarnya.
Di balik kelakar dan tawa itu, ia sedang menyampaikan sebuah pesan yang cukup dalam melalui LLTB: kadang seorang laki-laki memang tidak banyak bercerita, tetapi selalu ada kisah yang tersimpan di balik diamnya.
Bahkan kini, kisah itu telah didengar ribuan telinga, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga melintasi batas negara.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.