Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pengamat Sosial Blitar Ungkap Dampak Ketagihan Nonton Video Pendek di Medsos

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 18 Juni 2026 | 13:15 WIB
Putri Cinta Mei, S.Sos., M.A.P., Pengamat Sosial dan Dosen UNISBA Blitar
Putri Cinta Mei, S.Sos., M.A.P., Pengamat Sosial dan Dosen UNISBA Blitar

BLITAR KAWENTARBisa dicegah dan dikelola dengan pendekatan yang sadar dan terstruktur. Pencegahan paling efektif adalah melalui literasi digital dan pembentukan kebiasaan sehat sejak dini.

Berbagai penelitian menyarankan untuk membatasi waktu penggunaan (misalnya maksimal 30–60 menit/hari untuk hiburan) dan gunakan fitur Screen Time atau Digital Wellbeing.

Baca Juga: BPS Kota Blitar Minta Masyarakat Waspada Oknum Petugas Sensus Ekonomi: Cek Identitasnya Sebelum Beri Data

Lalu, buat tech-free zones (ruang makan, kamar tidur) dan jadwal digital detox berkala. Tingkatkan aktivitas offline seperti olahraga, membaca buku, diskusi kelompok, dan hobi yang melatih fokus berkelanjutan.

Pendidikan literasi kognitif di sekolah dan perguruan tinggi untuk membantu Gen Z memahami mekanisme algoritma dan dampaknya terhadap otak.

Sebagai pendidik, saya optimis bahwa Gen Z di Blitar dan Indonesia bisa memanfaatkan video pendek sebagai alat pembelajaran yang positif, asal digunakan dengan bijak.

Baca Juga: BPS Kota Blitar Minta Masyarakat Waspada Oknum Petugas Sensus Ekonomi: Cek Identitasnya Sebelum Beri Data

Tantangan utamanya adalah mengubah kesadaran dari konsumsi pasif menjadi penggunaan aktif dan terkontrol.(jar/sub)

 

 

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#video pendek #sosial #Literasi Digital #pengamat #unisba blitar