JAKARTA – Banyak calon pembeli penasaran bagaimana performa sesungguhnya Indomobil E-Motor Tyranno setelah digunakan dalam jangka panjang. Jika saat peluncuran berbagai ulasan lebih banyak membahas fitur dan spesifikasi, pengalaman pemakaian harian selama ribuan kilometer justru memberikan gambaran yang lebih nyata.
Seorang pengguna yang telah menempuh lebih dari 5.000 kilometer dengan Indomobil E-Motor Tyranno membagikan pengalamannya secara terbuka. Motor listrik bergaya adventure tersebut ternyata memberikan kesan yang cukup berbeda dibanding ekspektasi awal saat pertama kali dibeli.
Menurutnya, Indomobil E-Motor Tyranno memang memiliki desain yang sangat menarik untuk pecinta touring dan petualangan. Namun setelah digunakan selama delapan bulan, karakter motor ini justru lebih cocok untuk kebutuhan harian dibanding perjalanan jarak jauh.
Sudah Menempuh Ribuan Kilometer dan Dua Kali Touring
Pemilik motor mengungkapkan bahwa Tyranno yang digunakannya bukan unit pinjaman atau sponsor, melainkan dibeli dengan dana pribadi. Selama pemakaian, odometer motor telah menembus angka sekitar 5.000 kilometer.
Motor tersebut digunakan untuk aktivitas harian, kebutuhan produksi konten, hingga touring jarak jauh. Touring pertama dilakukan mengelilingi wilayah Banten dengan rute Cilegon, Labuan, Pandeglang, hingga Rangkasbitung.
Dalam perjalanan tersebut, Tyranno bahkan sempat kehabisan daya baterai dan harus mengisi ulang di warung menggunakan charger adjustable.
Sementara touring kedua jauh lebih ekstrem. Perjalanan dimulai dari Tangerang menuju Madiun dan kembali lagi melalui jalur berbeda. Total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 1.883 kilometer.
Perjalanan itu melewati berbagai daerah seperti Semarang, Salatiga, Ponorogo, Pacitan, Yogyakarta, Pangandaran hingga kembali ke Tangerang.
Banyak Modifikasi untuk Meningkatkan Kenyamanan
Selama pemakaian, motor mengalami sejumlah modifikasi untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.
Beberapa perubahan yang dilakukan antara lain meninggikan jok sekitar empat sentimeter menggunakan busa medium density. Tujuannya agar posisi duduk lebih ergonomis saat digunakan dalam perjalanan jauh.
Bagian stang juga dipasangi raiser model pivot agar posisi berkendara lebih nyaman. Sementara suspensi belakang diganti menggunakan KTC Razor Pro milik Honda PCX 160.
Untuk sektor depan, suspensi bawaan Tyranno diganti dengan komponen milik Yamaha NMAX. Pemilik menilai suspensi standar kurang optimal sehingga perlu peningkatan agar handling lebih nyaman.
Velg depan juga diganti menggunakan ukuran 14 inci yang dipadukan dengan ban FDR Hover untuk mendapatkan karakter berkendara yang lebih baik.
Desain Adventure Jadi Daya Tarik Terbesar
Meski memberikan sejumlah catatan, pemilik tetap mengakui bahwa desain menjadi keunggulan utama Tyranno .
Motor ini hadir dengan tampilan adventure yang agresif lengkap dengan crash bar, rak barang depan, bracket side bag, hingga dudukan top box bawaan pabrik.
Rak depan bahkan mampu membawa beban hingga 50 kilogram, sementara area samping telah disiapkan untuk pemasangan perlengkapan touring.
Menurutnya, desain tersebut membuat Tyranno menjadi produk Indomobil E-Motor yang paling banyak menarik perhatian konsumen.
“Kalau dilihat sekilas, motor ini memang seperti dibuat untuk touring dan petualangan,” ungkapnya.
Fitur Lengkap dan Cocok untuk Mobilitas Harian
Selain desain, Tyranno juga menawarkan berbagai fitur modern yang menunjang penggunaan sehari-hari.
Motor ini kini telah menggunakan head unit terbaru yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay. Pengguna dapat mengakses navigasi Google Maps langsung melalui layar TFT layaknya mobil modern.
Dari sisi performa, Tyranno memiliki kecepatan puncak sekitar 85 km/jam dengan jarak tempuh realistis di kisaran 80 kilometer dalam penggunaan normal.
Garansi baterai hingga tiga tahun juga menjadi nilai tambah yang memberikan rasa aman bagi pemilik.
Menariknya, selama lebih dari 5.000 kilometer penggunaan, motor ini hampir tidak mengalami kendala berarti. Pengguna mengaku tidak menemukan masalah serius, termasuk saat digunakan menerobos banjir.
Touring Kurang Ideal, Harian Justru Sangat Menyenangkan
Meski tampil seperti motor petualang, pengalaman penggunaan menunjukkan karakter Tyranno lebih cocok untuk aktivitas perkotaan.
Pemilik mengaku keinginan touring jarak jauh menggunakan Tyranno perlahan berkurang setelah menyelesaikan perjalanan panjang menuju Madiun.
Salah satu alasannya adalah karakter rangka yang dinilai kurang ideal jika motor dipaksa melaju sangat kencang atau mendapat upgrade performa ekstrem.
Namun untuk penggunaan harian, Tyranno dianggap sangat memuaskan. Motor listrik ini menawarkan biaya operasional rendah, minim perawatan, serta kenyamanan berkendara yang mendekati motor konvensional.
Karena itulah, setelah ribuan kilometer pemakaian, kesimpulan yang muncul cukup menarik. Tyranno memang memiliki tampang adventure yang menggoda untuk touring, tetapi kemampuan terbaiknya justru terlihat saat digunakan sebagai kendaraan harian yang praktis, hemat, dan nyaman.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari