BLITAR KAWENTAR - Pasar mobil bekas di tanah air selalu menyajikan pilihan yang menarik, terutama bagi mereka yang mencari kendaraan tangguh dengan budget rasional. Di tengah gempuran mobil-mobil keluaran terbaru yang sarat teknologi digital, nama Honda Jazz tetap memiliki tempat spesial di hati para pencinta otomotif. Model compact hatchback ini seolah tidak pernah kehilangan pesonanya. Jika berbicara mengenai varian yang paling ideal, banyak kolektor dan pengguna harian sepakat bahwa generasi kedua merupakan pilihan Honda Jazz bekas terbaik yang ada di pasaran saat ini. Kendaraan roda empat yang populer di berbagai kalangan ini dinilai memiliki keseimbangan sempurna antara performa, durabilitas, dan estetika desain yang tidak lekang oleh waktu.
Membahas sejarahnya di Indonesia, lini hatchback andalan Jepang ini pertama kali mengaspal pada Februari 2004 lewat kode bodi GD3. Kala itu, pabrikan menawarkan dua tipe mesin yaitu i-DSI dan VTEC dengan opsi transmisi manual serta CVT yang cukup berani di zamannya. Namun, lompatan besar terjadi saat generasi kedua dengan kode bodi GE8 meluncur pada tahun 2008, yang kemudian mendapatkan penyegaran atau versi facelift pertamanya pada 2011. Model GE8 inilah yang sering disebut-sebut sebagai inkarnasi Honda Jazz bekas terbaik karena membawa perubahan besar pada sektor penggerak, yakni kembalinya sistem transmisi otomatis konvensional tipe torque converter lima percepatan yang terkenal sangat bandel dan responsif.
Bagi konsumen yang sedang berburu Honda Jazz bekas terbaik untuk kebutuhan mobilitas harian maupun hobi, unit lansiran tahun 2011 versi facelift menawarkan paket komplet. Aura sporty langsung terpancar kuat dari area eksterior, khususnya untuk varian RS. Desain lampu utamanya dibuat meruncing tajam, dipadukan dengan lekukan bumper depan yang dinamis serta tambahan body kit minimalis yang mempertegas kesan agresif. Karakter sporty ini terus mengalir ke bagian samping melalui kehadiran side skirt bawaan pabrik dan penggunaan velg twin five spoke ring 16 single tone perak yang khas. Karakteristik bodi hatchback murni pada GE8 ini juga dinilai jauh lebih proporsional dengan panjang 3.900 mm, terasa kompak dan lincah jika dibandingkan suksesornya seperti GK5 atau bahkan City Hatchback modern yang dimensinya kian memanjang.
Fleksibilitas Kabin dan Fitur Unggulan Ultra Seat
Daya tarik utama yang membuat hatchback legendaris ini begitu dicintai adalah kepraktisan ruang kabinnya yang luar biasa lapang. Masuk ke dalam kabin, pengemudi akan disambut oleh desain dasbor yang ergonomis dan berorientasi pada pengendara. Walaupun panel instrumen dan MID (Multi Information Display) miliknya masih mengandalkan sistem analog monokrom yang sederhana, tata letak interiornya masih terasa sangat modern. Nilai tambah yang paling mutlak dari kendaraan ini terletak pada volume bagasi yang sangat dalam dan luas untuk ukuran sebuah compact hatchback. Kapasitas tersebut bahkan mampu mengakomodasi koper berukuran besar tanpa kendala berarti.
Lebih dari itu, kepraktisan akomodasi ini didukung penuh oleh fitur legendaris bernama Ultra Seat khas pabrikan berlogo H tersebut. Mekanisme pelipatan bangku belakang dengan proporsi 60:40 ini memungkinkan lantai kabin menjadi rata sepenuhnya ketika kursi dilipat ke depan. Tidak hanya itu, bagian dudukan kursi baris kedua juga bisa dilipat ke atas (mode Tall Mode), memberikan ruang vertikal yang sangat lega untuk membawa barang-barang tinggi seperti tanaman hias berukuran besar hingga sepeda lipat. Fleksibilitas ruang interior seperti inilah yang jarang ditemukan pada rival di kelasnya, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pilihan paling fungsional.
Performa Mesin i-VTEC yang Bertenaga dan Mudah Dirawat
Beralih ke sektor dapur pacu, performa andal menjadi alasan kuat mengapa unit ini layak dinobatkan sebagai salah satu varian Honda Jazz bekas terbaik. Mengandalkan mesin berkode L15A berkapasitas 1.500 cc 4-silinder SOHC dengan teknologi i-VTEC, mobil ini mampu menghembuskan tenaga maksimal mencapai 120 PS dan torsi puncak 145 Nm. Output tenaga tersebut disalurkan menuju roda depan melalui transmisi otomatis 5-percepatan torque converter. Karakter transmisi konvensional ini memberikan sensasi perpindahan gigi yang mekanis dan terasa lebih sporty bila disandingkan dengan karakter CVT yang cenderung linear. Pengemudi juga dimanjakan dengan fitur paddle shift di balik lingkar kemudi demi kendali akselerasi yang lebih presisi.
Berbicara soal ketahanan, jantung mekanis L15A dan transmisi otomatis konvensional milik GE8 ini dikenal sangat minim masalah dan tidak rewel, asalkan pemilik sebelumnya rajin melakukan penggantian oli secara berkala. Mengenai efisiensi bahan bakar, mobil ini terhitung masih sangat ekonomis untuk standar penggunaan masa kini. Berdasarkan pengujian di rute dalam kota yang padat, konsumsi BBM mampu mencatatkan angka 12,1 km/liter. Sementara untuk rute luar kota dengan kecepatan konstan di jalur bebas hambatan, efisiensinya bisa menyentuh angka 14,8 km/liter. Karakter suspensinya memang disetel sedikit kaku demi menjaga stabilitas dan handling yang tajam saat bermanuver, sebuah kompromi yang adil untuk kesenangan berkendara (fun to drive).
Panduan Membeli dan Estimasi Harga Pasar Skenario Bekas
Bagi Anda yang terpikat untuk meminang unit GE8, ada beberapa poin teknis pada area kaki-kaki yang perlu diinspeksi secara jeli sebelum bertransaksi. Berdasarkan catatan mekanik spesialis, komponen yang paling sering mengalami keausan akibat usia pakai adalah link stabilizer dan seal support shockbreaker. Gejala kerusakan ini biasanya ditandai dengan munculnya bunyi asing di area roda saat mobil melintasi permukaan jalan yang bergelombang atau rusak. Kendati demikian, Anda tidak perlu merasa khawatir berlebih karena ketersediaan suku cadang mobil ini sangat melimpah di pasaran dengan estimasi biaya perbaikan yang relatif terjangkau, yakni berkisar di angka ratusan ribu rupiah saja.
Saat ini di pasar mobil seken, harga untuk unit ge8 sangat bervariasi tergantung pada kondisi fisik, jarak tempuh (odometer), kelengkapan dokumen, serta tahun produksinya. Secara umum, unit generasi kedua ini dipasarkan mulai dari rentang harga Rp120 jutaan hingga Rp170 jutaan. Khusus untuk unit lansiran tahun 2011 versi facelift pertama, harga di pasaran terpantau stabil berada di kisaran Rp130 juta hingga Rp150 jutaan. Dengan nominal tersebut, konsumen sudah bisa membawa pulang sebuah hatchback sporty yang memiliki durabilitas tinggi, kabin multifungsi, serta penampilan yang tetap terlihat modis disandingkan dengan mobil-mobil keluaran terkini.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula