BLITAR KAWENTAR – Penampilan Omoway OMO X memang mengundang decak kagum. Dengan panjang mencapai 2 meter dan bodi lebar, motor ini sekilas mengingatkan kita pada desain kapal selam atau kendaraan futuristik dalam film sci-fi. Bagi para early adopter yang penasaran dengan performa aslinya, kesempatan untuk melakukan test drive di dealer kawasan Araya, Malang, menjadi ajang pembuktian apakah motor ini benar-benar praktis untuk mobilitas sehari-hari.
Kesan pertama saat menunggangi OMO X adalah ukurannya yang sangat masif. Bobot motor yang mencapai dua kali lipat lebih berat dari skuter matic konvensional seperti NMAX, membuat pengendalian di tikungan membutuhkan tenaga ekstra. Namun, hal ini terbayar dengan kestabilan yang luar biasa. Suspensi depan ganda yang diusung diklaim memberikan kenyamanan premium, memberikan feel berkendara yang halus, bahkan saat melintasi jalanan berbatu atau tidak rata.
Fitur regenerative braking yang terasa layaknya engine brake pada motor konvensional menjadi nilai tambah. Ini memberikan rasa percaya diri lebih bagi pengendara yang terbiasa dengan motor bensin. Tak hanya itu, layar tablet 10,2 inci yang menjadi pusat kendali memberikan akses mudah ke berbagai pengaturan melalui joystick yang terasa klik dan berkualitas. Pengalaman berkendara menjadi lebih interaktif, hampir seperti sedang mengendarai mobil listrik mewah.
Fungsionalitas dan Catatan Penting Sebagai motor listrik yang mengandalkan konektivitas aplikasi, Omoway OMO X menuntut pengguna untuk selalu waspada terhadap daya baterai ponsel. Karena motor ini sepenuhnya dioperasikan melalui aplikasi, ketergantungan pada smartphone menjadi catatan tersendiri bagi calon pemilik. Walaupun menawarkan fitur canggih seperti 360 touch yang bisa mengirim notifikasi ke HP jika ada guncangan pada motor, ketiadaan kunci manual menjadi tantangan bagi mereka yang masih skeptis terhadap teknologi berbasis perangkat lunak. Meski demikian, bagi mereka yang ingin tampil beda dan merasakan masa depan, OMO X adalah pilihan yang sangat menarik.
Editor : Dinar Ananda Putri