BLITAR KAWENTAR – Mobil bekas masih menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan dengan harga lebih terjangkau tanpa harus menanggung depresiasi besar seperti saat membeli mobil baru. Sejumlah model dinilai tetap layak dipilih karena menawarkan durabilitas tinggi, biaya perawatan yang relatif mudah, serta harga jual kembali yang stabil.
Dalam sebuah ulasan di kanal YouTube Junior Ferry, terdapat tujuh rekomendasi mobil bekas yang dinilai masih sangat layak dipertimbangkan. Daftar tersebut mencakup mobil kota, MPV, hingga SUV yang dikenal memiliki ketahanan mesin dan suku cadang yang mudah ditemukan.
Salah satu rekomendasi utama adalah Honda Brio. Hatchback ini dinilai cocok digunakan sebagai kendaraan harian karena dimensinya yang kompak, konsumsi bahan bakar irit, dan harga jual kembali yang tetap stabil. Namun, calon pembeli disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh, terutama pada bagian kaki-kaki, rack steer, serta area ban serep yang berpotensi mengalami karat apabila mobil kurang terawat.
Pengalaman membeli mobil bekas juga menjadi pelajaran penting. Pemeriksaan yang kurang teliti dapat menyebabkan biaya perbaikan membengkak, terutama jika terdapat kerusakan pada sistem kemudi maupun kaki-kaki kendaraan.
Toyota Innova Reborn Tetap Jadi Andalan
Pilihan berikutnya adalah Toyota Innova Reborn yang dikenal sebagai MPV dengan daya tahan tinggi. Mobil ini banyak digunakan sebagai kendaraan operasional maupun travel karena memiliki mesin yang tangguh, suspensi nyaman, dan kabin luas.
Varian diesel menjadi pilihan favorit berkat torsi besar serta kemampuan melibas perjalanan jarak jauh dengan nyaman. Selain itu, nilai jualnya juga masih tergolong tinggi karena permintaan pasar tetap kuat.
Mitsubishi Xpander Nyaman untuk Keluarga
Rekomendasi selanjutnya adalah Mitsubishi Xpander. MPV ini menawarkan desain modern, kabin lega, dan suspensi yang nyaman sehingga cocok digunakan sebagai mobil keluarga.
Keunggulan lainnya adalah minimnya keluhan terkait kerusakan berat. Selama perawatan dilakukan secara rutin, mobil ini dinilai memiliki usia pakai yang panjang dan tetap nyaman digunakan baik di dalam kota maupun perjalanan antarkota.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Makin Sengit! 25 Negara Kantongi Tiket 32 Besar, Duel Big Match Sudah Menanti
Avanza dan Xenia Tetap Sulit Tergantikan
Nama Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia masih masuk dalam daftar mobil bekas yang layak dipilih. Keduanya dikenal sebagai mobil keluarga dengan penggerak roda belakang, kapasitas tujuh penumpang, serta biaya perawatan yang relatif murah.
Ketersediaan suku cadang melimpah dan jaringan bengkel yang luas membuat kedua model ini masih menjadi incaran masyarakat. Selain itu, mesin yang terkenal bandel menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mengutamakan keandalan.
Toyota Rush dan Daihatsu Terios Cocok untuk Berbagai Medan
Bagi yang menginginkan SUV, Toyota Rush dan Daihatsu Terios menjadi rekomendasi berikutnya. Kedua mobil ini menawarkan ground clearance tinggi sehingga nyaman digunakan di jalan perkotaan maupun medan yang kurang baik.
Penggerak roda belakang memberikan traksi yang baik, sedangkan tampilan eksterior yang gagah membuat keduanya tetap diminati di pasar mobil bekas.
Suzuki Ertiga dan Honda HR-V Tak Kalah Menarik
Daftar berikutnya adalah Suzuki Ertiga. MPV ini dikenal memiliki kenyamanan berkendara yang baik, kabin lega, serta mesin yang irit bahan bakar. Biaya perawatan juga dinilai masih bersahabat sehingga cocok dijadikan kendaraan keluarga.
Sementara itu, bagi konsumen yang menginginkan SUV kompak dengan tampilan lebih premium, Honda HR-V menjadi pilihan menarik. Mobil ini menawarkan desain modern, kabin nyaman, serta citra yang masih diminati di pasar kendaraan bekas.
Secara keseluruhan, ketujuh model tersebut dinilai masih layak dipertimbangkan karena memiliki reputasi baik dari sisi durabilitas, kemudahan memperoleh suku cadang, hingga nilai jual kembali yang tetap kompetitif. Meski demikian, calon pembeli tetap disarankan melakukan inspeksi menyeluruh sebelum transaksi agar terhindar dari biaya perbaikan yang tidak terduga.
Editor : Gita Dwi Nuraini