BLITAR KAWENTAR – Pasar Hyundai Ioniq bekas semakin menarik perhatian konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus mengeluarkan dana besar. Penurunan harga di pasar mobil bekas membuat hatchback listrik asal Korea Selatan ini kini bisa dimiliki dengan banderol sekitar Rp100 jutaan, setara harga mobil LCGC bekas. Dengan spesifikasi yang masih kompetitif, Hyundai Ioniq bekas dinilai menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmennya.
Dalam sebuah ulasan dari kanal YouTube Om Andre, sebuah unit Hyundai Ioniq bekas tahun 2019–2020 ditawarkan dengan harga sekitar Rp108 jutaan. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan saat mobil ini pertama kali dipasarkan di Indonesia yang berada di kisaran Rp600 jutaan.
Penurunan harga tersebut membuka peluang bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan biaya operasional rendah, fitur lengkap, serta kenyamanan yang masih mampu bersaing dengan mobil bermesin konvensional di kelas yang sama.
Harga Turun Drastis, Spesifikasi Masih Menarik
Secara tampilan, Hyundai Ioniq generasi pertama masih terlihat modern. Mobil ini mengusung desain hatchback aerodinamis dengan lampu projector, daytime running light (DRL), spoiler belakang, kamera parkir, serta sensor parkir yang sudah tersedia sebagai fitur standar.
Unit yang diulas juga disebut memiliki kondisi bodi yang masih mulus dan hanya memerlukan proses detailing agar tampil kembali seperti baru. Seluruh dokumen kendaraan, mulai dari BPKB, STNK hingga faktur, juga diklaim lengkap sehingga memberikan rasa aman bagi calon pembeli.
Dari sisi biaya kepemilikan, pajak tahunan mobil ini juga tergolong ringan. Dalam ulasan disebutkan nominal pajaknya berada di kisaran Rp300 ribuan per tahun, menjadikannya salah satu mobil listrik dengan biaya administrasi yang relatif murah.
Interior Masih Terasa Premium
Masuk ke dalam kabin, Hyundai Ioniq bekas menawarkan nuansa yang masih modern meski usianya telah beberapa tahun. Mobil ini telah dibekali sistem keyless entry dan tombol start-stop engine.
Head unit bawaan mendukung Android Auto dan Apple CarPlay melalui sambungan USB. Pengemudi juga disuguhkan panel instrumen digital yang menampilkan berbagai informasi kendaraan secara lengkap.
Fitur lain yang masih menjadi nilai jual adalah jok kulit, AC double blower, penghangat kursi depan, regenerative braking yang dapat diatur, serta tiga mode berkendara, yakni Eco, Normal, dan Sport.
Kabin belakang juga menawarkan ruang kaki yang cukup lega. Kehadiran armrest di baris kedua semakin menambah kenyamanan penumpang saat digunakan untuk perjalanan jauh.
Bagasi belakang pun cukup luas dengan model liftback yang memudahkan akses keluar masuk barang. Mobil ini juga masih dilengkapi charger bawaan serta perlengkapan toolkit lengkap.
Jarak Tempuh Jadi Nilai Plus
Salah satu keunggulan utama Hyundai Ioniq bekas adalah efisiensi baterainya. Meski spesifikasi resmi menyebut jarak tempuh sekitar 280 kilometer dalam sekali pengisian penuh, pengalaman penggunaan menunjukkan mobil ini masih mampu menempuh hampir 300 kilometer tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
Kemampuan tersebut membuat mobil ini dinilai sangat cocok digunakan sebagai kendaraan harian, terutama di kawasan perkotaan.
Biaya operasionalnya juga jauh lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin karena hanya membutuhkan pengisian daya listrik.
Performa Tetap Bertenaga
Saat diuji di jalan, Hyundai Ioniq menawarkan karakter berkendara yang nyaman. Suspensinya mampu meredam guncangan dengan baik ketika melintasi polisi tidur maupun jalan bergelombang.
Pada mode Eco, tenaga yang dihasilkan sudah terasa responsif untuk penggunaan sehari-hari. Sementara ketika mode Sport diaktifkan, akselerasi meningkat signifikan sehingga memberikan sensasi berkendara yang lebih agresif.
Pengemudi juga dapat mengatur tingkat regenerative braking melalui paddle di belakang kemudi untuk membantu mengisi ulang baterai saat deselerasi sekaligus meningkatkan efisiensi energi.
Layak Dibeli di Pasar Bekas?
Melihat harga yang kini berada di kisaran Rp100 jutaan, Hyundai Ioniq bekas menjadi salah satu mobil listrik dengan value terbaik di pasar saat ini. Konsumen tidak hanya memperoleh kendaraan listrik dengan fitur lengkap, tetapi juga kenyamanan yang sebelumnya hanya tersedia pada mobil dengan harga ratusan juta rupiah.
Meski demikian, calon pembeli tetap disarankan memeriksa kondisi kesehatan baterai, riwayat servis, serta kelengkapan dokumen sebelum melakukan transaksi. Pemeriksaan di bengkel resmi juga menjadi langkah penting untuk memastikan performa kendaraan masih optimal.
Dengan harga yang semakin terjangkau, biaya operasional rendah, serta jarak tempuh yang masih kompetitif, Hyundai Ioniq bekas berpotensi menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin mulai beralih ke kendaraan listrik tanpa harus membeli unit baru.
Editor : Gita Dwi Nuraini