Jenis Minuman Beralkohol Berdasarkan Golongannya, Kenali Perbedaan Liquor, Liqueur, Wine hingga Bir Beserta Proses Pembuatannya

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Selasa, 30 Juni 2026 | 20:02 WIB
Jenis minuman beralkohol terbagi menjadi liquor, liqueur, wine, dan bir. Simak perbedaan, kadar alkohol, serta proses pembuatannya (Pinterest).
Jenis minuman beralkohol terbagi menjadi liquor, liqueur, wine, dan bir. Simak perbedaan, kadar alkohol, serta proses pembuatannya (Pinterest).

BLITAR KAWENTARJenis minuman beralkohol memiliki beragam kategori yang dibedakan berdasarkan kadar alkohol, bahan baku, hingga proses pembuatannya. Banyak masyarakat mengenal minuman beralkohol hanya dari mereknya, padahal setiap jenis memiliki karakteristik, metode produksi, dan kadar alkohol yang berbeda.

Secara umum, jenis minuman beralkohol terbagi menjadi empat kelompok utama, yakni liquor, liqueur, wine, serta bir. Masing-masing memiliki ciri khas mulai dari bahan dasar, proses fermentasi, penyulingan, hingga lama penyimpanan yang memengaruhi cita rasa.

Pemahaman mengenai jenis minuman beralkohol juga penting untuk mengetahui perbedaan antara minuman hasil fermentasi murni dan minuman yang telah melalui proses distilasi atau penyulingan. Berikut penjelasan lengkap mengenai setiap golongan.

Liquor Memiliki Kadar Alkohol Tinggi

Liquor merupakan kelompok minuman beralkohol dengan kadar alkohol di atas 40 persen ABV (Alcohol by Volume). Minuman dalam kategori ini umumnya dibuat dari bahan seperti biji-bijian, buah-buahan, maupun sayuran yang difermentasi terlebih dahulu sebelum menjalani proses distilasi.

Tahapan penyulingan biasanya dilakukan satu hingga tiga kali. Penyulingan yang berlebihan dinilai dapat mengurangi karakter rasa dan aroma asli dari bahan baku yang digunakan.

Setelah proses distilasi selesai, cairan kemudian menjalani tahap aging atau pematangan dalam wadah tertentu selama kurun waktu tertentu. Proses ini bertujuan menghasilkan cita rasa yang lebih kompleks serta aroma yang lebih kaya.

Baca Juga: 7 Minuman Alkohol Termahal di Dunia, Harganya Tembus Rp55 Miliar per Botol, Nomor 1 Bikin Geleng Kepala

Liqueur Dibuat dengan Tambahan Perasa

Berbeda dengan liquor, liqueur memiliki kadar alkohol di bawah 40 persen ABV. Minuman ini dikenal memiliki beragam varian rasa karena ditambahkan bahan-bahan seperti buah, bunga, akar-akaran, kulit kayu, hingga krim.

Proses pembuatannya diawali dengan penghancuran bahan baku berupa buah, sayuran, atau biji-bijian yang kemudian dicampur air dan difermentasi. Setelah fermentasi selesai, cairan disuling sebelum diberi tambahan perasa sesuai karakter produk yang diinginkan.

Liqueur lebih sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran berbagai jenis koktail karena memiliki rasa yang lebih manis dan aroma yang beragam dibandingkan liquor.

Wine dan Fortified Wine

Wine menjadi salah satu minuman beralkohol paling dikenal di dunia. Minuman ini dibuat dari fermentasi buah anggur dan umumnya memiliki kadar alkohol antara 12 hingga 20 persen ABV.

Dalam proses pembuatannya, sari buah anggur dicampur ragi sehingga gula alami di dalam buah berubah menjadi alkohol dan karbon dioksida melalui proses fermentasi. Suhu dan lama fermentasi menjadi faktor penting yang menentukan kualitas akhir wine.

Setelah fermentasi selesai, wine memasuki tahap pematangan atau aging di dalam barel selama jangka waktu tertentu. Semakin lama proses pematangan, karakter rasa dan aroma wine biasanya semakin berkembang.

Setelah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan, wine kemudian dikemas ke dalam botol sebelum dipasarkan.

Selain wine biasa, terdapat pula fortified wine, yaitu wine yang mendapatkan tambahan alkohol. Umumnya alkohol tambahan berasal dari jenis liquor seperti brandy sehingga menghasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi dibandingkan wine biasa.

Baca Juga: Biografi Soekarno: Perjalanan Sang Proklamator dari Masa Kecil hingga Akhir Hayat yang Penuh Perjuangan dan Kontroversi

Bir Menjadi Minuman Beralkohol Paling Populer

Bir merupakan salah satu jenis minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi di berbagai negara. Kadar alkoholnya relatif lebih rendah, berkisar antara 2 hingga 6 persen ABV.

Proses pembuatan bir dikenal dengan istilah brewing. Tahapan pertama dimulai dengan merendam biji gandum hingga berkecambah. Selanjutnya biji gandum dipanggang, digiling, lalu dicampur dengan air hangat pada suhu tertentu.

Setelah membentuk bubur, cairan dipisahkan dari ampas gandum. Cairan hasil penyaringan tersebut kemudian difermentasi dalam waktu tertentu hingga menghasilkan alkohol alami.

Tahap akhir dilakukan dengan penyaringan kembali sebelum bir dikemas dalam barrel, botol, maupun kaleng untuk dipasarkan.

Perbedaan Tiap Golongan Minuman Beralkohol

Perbedaan utama setiap jenis minuman beralkohol terletak pada kadar alkohol, bahan baku, serta metode pembuatannya. Liquor memiliki kadar alkohol tertinggi karena melalui proses distilasi, sedangkan liqueur memperoleh tambahan berbagai perasa alami maupun buatan.

Sementara itu, wine mengandalkan fermentasi buah anggur tanpa proses penyulingan, sedangkan bir dibuat dari fermentasi biji-bijian melalui proses brewing dengan kadar alkohol yang relatif lebih rendah.

Dengan memahami karakteristik masing-masing golongan, masyarakat dapat mengenali perbedaan mendasar dari berbagai jenis minuman beralkohol yang beredar di pasaran berdasarkan proses produksi maupun kandungan alkoholnya.

Baca Juga: Minuman Termahal di Dunia, Harganya Tembus Rp726 Miliar per Botol, Nomor 1 Cuma Ada Dua di Dunia

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Jenis Minuman Beralkohol Wine Liquor Liqueur Bir