Perbedaan Beer, Wine, Whiskey, Vodka hingga Tequila, Ini Penjelasan Lengkap Jenis Minuman Beralkohol dan Kadar Alkoholnya

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Selasa, 30 Juni 2026 | 20:20 WIB
Jenis minuman beralkohol dijelaskan lengkap, mulai beer, wine, whiskey, vodka hingga tequila beserta kadar alkohol dan proses pembuatannya (Pinterest).
Jenis minuman beralkohol dijelaskan lengkap, mulai beer, wine, whiskey, vodka hingga tequila beserta kadar alkohol dan proses pembuatannya (Pinterest).

BLITAR KAWENTAR – Jenis minuman beralkohol memiliki karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari bahan baku, proses pembuatan, hingga kadar alkohol yang dikandungnya. Meski nama seperti beer, wine, whiskey, vodka, rum, gin, tequila, dan brandy sudah tidak asing, masih banyak orang yang belum memahami perbedaan mendasar di antara minuman tersebut.

Secara umum, jenis minuman beralkohol dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu minuman hasil fermentasi (fermented alcoholic beverages) dan minuman hasil penyulingan atau distilasi (distilled spirits). Perbedaan proses inilah yang membuat kadar alkohol setiap minuman berbeda.

Mengetahui jenis minuman beralkohol juga membantu memahami mengapa beberapa minuman memiliki kadar alkohol rendah, sementara yang lain bisa mencapai lebih dari 90 persen Alcohol by Volume (ABV).

Fermentasi Menjadi Dasar Pembuatan Alkohol

Proses terbentuknya alkohol diawali melalui fermentasi. Dalam proses ini, ragi mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida. Karbon dioksida kemudian menguap, sedangkan cairan yang tersisa menjadi minuman beralkohol hasil fermentasi.

Sumber gula yang digunakan dapat berasal dari serealia, buah-buahan, maupun ekstrak tanaman lainnya. Bahan baku tersebut menentukan karakter rasa serta jenis minuman yang dihasilkan.

Wine misalnya dibuat dari fermentasi buah anggur, sedangkan beer menggunakan barley atau jelai sebagai bahan utama. Minuman hasil fermentasi umumnya memiliki kadar alkohol lebih rendah dibandingkan minuman hasil distilasi.

Wine biasanya mengandung alkohol sekitar 12 hingga 15 persen ABV, sedangkan beer berkisar antara 4 hingga 6 persen ABV.

Baca Juga: Minuman Termahal di Dunia, Harganya Tembus Rp726 Miliar per Botol, Nomor 1 Cuma Ada Dua di Dunia

Distilasi Menghasilkan Alkohol Lebih Tinggi

Bagi produsen yang menginginkan kadar alkohol lebih tinggi, proses dilanjutkan dengan distilasi. Pada tahap ini, cairan hasil fermentasi dipanaskan pada suhu sekitar 75 hingga 80 derajat Celsius.

Karena alkohol memiliki titik didih lebih rendah dibandingkan air, alkohol akan menguap lebih dahulu. Uap tersebut kemudian didinginkan hingga kembali menjadi cairan dengan konsentrasi alkohol yang jauh lebih tinggi.

Hasil proses ini dikenal sebagai distilled spirits atau minuman beralkohol hasil penyulingan.

Perbedaan Bahan Baku Menentukan Jenis Spirit

Setiap jenis distilled spirit memiliki bahan baku yang berbeda.

Rum diproduksi dari fermentasi dan distilasi sari tebu atau molase. Sementara itu, brandy diperoleh melalui penyulingan wine atau sari buah. Jika dibuat dari anggur, minuman tersebut disebut brandy, sedangkan jika berasal dari buah lain biasanya menggunakan nama buah asalnya.

Whiskey dibuat dari fermentasi berbagai jenis biji-bijian seperti barley, jagung, gandum, maupun rye. Salah satu variannya adalah Scotch whisky yang diproduksi di Skotlandia.

Vodka secara tradisional dibuat dari gandum atau kentang yang difermentasi. Namun kini vodka juga dapat diproduksi dari jagung, beras, hingga tanaman berpati lainnya.

Gin juga berasal dari fermentasi biji-bijian, terutama gandum dan barley. Minuman ini menjalani proses distilasi ulang agar lebih murni. Ciri khas gin berasal dari tambahan botanical seperti buah juniper yang memberikan aroma khas.

Sementara tequila dibuat dari tanaman blue agave yang banyak tumbuh di sekitar Kota Tequila, Meksiko. Minuman ini kerap dinikmati langsung maupun dijadikan bahan berbagai koktail.

Baca Juga: Jenis Minuman Beralkohol Berdasarkan Golongannya, Kenali Perbedaan Liquor, Liqueur, Wine hingga Bir Beserta Proses Pembuatannya

Liqueur Berbeda dengan Spirit

Selain distilled spirits, terdapat pula liqueur. Minuman ini dibuat dengan menambahkan gula, rempah-rempah, buah, maupun herbal ke dalam spirit sehingga menghasilkan rasa yang lebih manis dan beragam.

Karena mengandung tambahan perasa, liqueur sering digunakan sebagai bahan campuran berbagai jenis koktail.

Kadar Alkohol Diukur dengan ABV

Besarnya kadar alkohol pada setiap minuman diukur menggunakan satuan Alcohol by Volume atau ABV. Informasi ini biasanya tercantum pada label kemasan.

Sebagian besar distilled spirits memiliki kadar alkohol sekitar 40 hingga 60 persen ABV. Namun melalui proses distilasi berulang, kadar alkohol dapat ditingkatkan hingga mendekati alkohol murni.

Beberapa produk bahkan dikenal memiliki kadar alkohol tertinggi di dunia, seperti Spirytus dengan kandungan sekitar 96 persen ABV dan Everclear sekitar 95 persen ABV.

Perbedaan proses produksi, bahan baku, dan kadar alkohol inilah yang membuat setiap jenis minuman beralkohol memiliki karakter, rasa, aroma, serta tingkat kekuatan yang berbeda.

Baca Juga: Jenis Minuman Beralkohol di Dunia Lengkap, Ini Perbedaan Wine, Whisky, Vodka, Sake, Soju hingga Tequila yang Wajib Diketahui

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Jenis Minuman Beralkohol Wine Vodka Beer Whiskey