Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Diet Defisit Kalori Jadi Kunci Turun Berat Badan, Dokter Ingatkan Jangan Sampai Massa Otot Hilang

Maylanni Diana Fitri • Rabu, 1 Juli 2026 | 14:32 WIB
Diet defisit kalori terbukti efektif menurunkan berat badan, tetapi ahli mengingatkan jangan sampai massa otot ikut hilang akibat diet ekstrem.(pinterest)
Diet defisit kalori terbukti efektif menurunkan berat badan, tetapi ahli mengingatkan jangan sampai massa otot ikut hilang akibat diet ekstrem.(pinterest)

BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COMDiet defisit kalori menjadi salah satu metode yang paling efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa proses penurunan berat badan tidak boleh dilakukan secara sembarangan hanya dengan mengurangi porsi makan secara ekstrem atau berpuasa dalam waktu lama.

Konsep diet defisit kalori bukan sekadar program jangka pendek selama satu atau dua bulan. Pola ini justru harus menjadi bagian dari perubahan gaya hidup yang dapat dijalankan dalam jangka panjang agar hasilnya lebih optimal dan berat badan tetap stabil.

Dalam penjelasannya, seorang ahli gizi menegaskan bahwa tujuan utama menjalani diet defisit kalori adalah membentuk kebiasaan hidup sehat, bukan sekadar mengejar angka timbangan. Oleh karena itu, pola makan yang diterapkan tetap harus memenuhi prinsip gizi seimbang meski jumlah kalorinya dikurangi.

Diet Bukan Sekadar Mengurangi Porsi Makan

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori harian yang berbeda-beda sesuai usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan. Agar berat badan turun, jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh harus lebih sedikit dibandingkan kebutuhan kalori yang digunakan tubuh setiap hari.

Kondisi tersebut dikenal sebagai defisit kalori. Ketika tubuh mengalami defisit energi secara konsisten, tubuh akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan, terutama lemak, sehingga berat badan perlahan mengalami penurunan.

Baca Juga: Mediterranean Diet Disebut Pola Makan Paling Sehat, Ini Daftar Makanan, Manfaat, dan Aturan yang Perlu Diketahui

Meski demikian, pengurangan kalori harus dilakukan secara terukur. Pola makan yang terlalu sedikit justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan dan membuat tubuh kehilangan jaringan penting selain lemak.

Lemak yang Harus Berkurang, Bukan Massa Otot

Ahli gizi menjelaskan bahwa berat badan manusia terdiri dari berbagai komponen, mulai dari lemak, massa otot, cairan tubuh, organ, hingga darah. Karena itu, penurunan angka di timbangan belum tentu menunjukkan bahwa lemak tubuh telah berkurang.

Idealnya, yang mengalami penurunan adalah massa lemak. Sebaliknya, massa otot harus tetap dipertahankan karena memiliki peran penting dalam menjaga metabolisme tubuh.

Semakin baik massa otot seseorang, semakin optimal pula proses pembakaran energi yang berlangsung di dalam tubuh. Kondisi ini membantu tubuh tetap aktif membakar kalori meski sedang beristirahat.

Karena itu, program penurunan berat badan yang sehat sebaiknya tidak hanya berfokus pada pembatasan makanan, tetapi juga diimbangi dengan aktivitas fisik dan asupan protein yang cukup agar massa otot tetap terjaga.

Bahaya Diet Ekstrem dan Puasa Berkepanjangan

Masih banyak orang yang menganggap semakin sedikit makan maka berat badan akan semakin cepat turun. Padahal, cara tersebut justru berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Mengurangi makanan secara berlebihan atau menjalani puasa berkepanjangan tanpa pengawasan dapat menyebabkan tubuh kehilangan massa otot. Akibatnya, metabolisme menjadi lebih lambat sehingga proses pembakaran kalori ikut menurun.

Tak hanya itu, kehilangan massa otot juga membuat tubuh lebih mudah lemas, cepat lelah, hingga meningkatkan risiko berat badan kembali naik setelah program diet selesai.

Ahli gizi mengingatkan bahwa diet yang terlalu ekstrem bukan solusi terbaik untuk mendapatkan tubuh ideal. Sebaliknya, pola makan sehat yang dilakukan secara bertahap akan memberikan hasil yang lebih baik dan lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

Jadikan Diet Sebagai Gaya Hidup

Perubahan pola hidup menjadi faktor terpenting dalam menjaga berat badan ideal. Diet tidak seharusnya dipandang sebagai program sementara, melainkan kebiasaan baru yang terus dijalankan setiap hari.

Penerapan gizi seimbang, pengaturan defisit kalori yang sesuai kebutuhan tubuh, olahraga rutin, serta menjaga massa otot merupakan kombinasi yang dinilai paling efektif untuk memperoleh berat badan sehat.

Dengan pendekatan tersebut, penurunan berat badan tidak hanya terjadi secara aman, tetapi juga membantu mengurangi risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan kelebihan berat badan seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung.

Para ahli pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan metode diet instan yang menjanjikan hasil cepat. Penurunan berat badan yang sehat membutuhkan proses, konsistensi, serta pola hidup yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
#diet defisit kalori #cara menurunkan berat badan #massa otot #gizi seimbang #metabolisme tubuh