Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Jangan Asal Kurangi Makan! Ahli Ungkap Cara Diet Defisit Kalori yang Benar agar Berat Badan Cepat Turun

Maylanni Diana Fitri • Rabu, 1 Juli 2026 | 14:40 WIB
Diet defisit kalori terbukti efektif menurunkan berat badan. Ahli mengingatkan, jangan asal mengurangi makan karena massa otot harus tetap terjaga.(pinterest)
Diet defisit kalori terbukti efektif menurunkan berat badan. Ahli mengingatkan, jangan asal mengurangi makan karena massa otot harus tetap terjaga.(pinterest)

BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COMDiet defisit kalori menjadi salah satu metode yang paling efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, banyak orang masih salah kaprah dengan menganggap diet berarti harus makan sesedikit mungkin atau bahkan menahan lapar dalam waktu lama.

Padahal, konsep diet defisit kalori bukan sekadar mengurangi porsi makan. Ahli gizi menegaskan bahwa diet seharusnya menjadi perubahan gaya hidup yang dapat dijalankan dalam jangka panjang, bukan hanya program satu atau dua bulan demi mengejar berat badan ideal.

Melalui pola makan bergizi seimbang yang disertai pengaturan kalori, seseorang dapat menurunkan berat badan secara lebih aman tanpa mengorbankan kesehatan tubuh. Inilah yang menjadi prinsip utama dalam menjalankan diet defisit kalori.

Defisit Kalori Harus Tetap Memenuhi Kebutuhan Gizi

Setiap orang memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda. Faktor usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, hingga aktivitas harian memengaruhi jumlah energi yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: Mediterranean Diet Jadi Diet Terbaik Dunia, Rahasia Turunkan Berat Badan hingga Cegah Penyakit Kronis

Untuk menurunkan berat badan, jumlah kalori yang dikonsumsi harus lebih rendah dibandingkan kebutuhan harian. Selisih tersebut membuat tubuh mengambil cadangan energi yang tersimpan, terutama dari lemak.

Meski demikian, pengurangan kalori tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Tubuh tetap membutuhkan asupan protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral agar seluruh organ dapat bekerja dengan optimal.

Karena itu, diet yang baik tetap mengedepankan prinsip gizi seimbang, bukan sekadar membatasi jumlah makanan.

Target Utama Diet Adalah Mengurangi Lemak

Ahli menjelaskan bahwa berat badan manusia terdiri atas berbagai komponen, mulai dari massa lemak, massa otot, cairan tubuh, organ, hingga darah. Oleh sebab itu, penurunan berat badan tidak selalu berarti tubuh kehilangan lemak.

Yang diharapkan selama menjalani program diet adalah berkurangnya massa lemak. Sebaliknya, massa otot justru harus dipertahankan karena memiliki peran penting dalam menjaga metabolisme tubuh.

Semakin banyak massa otot yang dimiliki seseorang, semakin besar pula energi yang dibakar tubuh setiap hari. Kondisi ini membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih efektif dan hasilnya lebih mudah dipertahankan.

Oleh karena itu, olahraga, terutama latihan kekuatan, serta konsumsi protein yang cukup menjadi bagian penting dalam program diet sehat.

Diet Ekstrem Berisiko Menurunkan Massa Otot

Masih banyak orang memilih cara cepat dengan mengurangi makan secara drastis atau melakukan puasa berkepanjangan. Cara tersebut memang dapat membuat berat badan turun dalam waktu singkat, tetapi tidak selalu berasal dari lemak.

Sebaliknya, tubuh justru bisa kehilangan massa otot yang sangat dibutuhkan untuk menjaga metabolisme. Ketika massa otot menurun, kemampuan tubuh membakar kalori juga ikut berkurang.

Akibatnya, berat badan akan lebih mudah kembali naik setelah pola makan kembali normal. Selain itu, diet ekstrem juga meningkatkan risiko tubuh mudah lemas, kekurangan nutrisi, hingga mengalami gangguan kesehatan lainnya.

Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat untuk menghindari metode diet instan yang tidak didukung dengan ilmu gizi yang benar.

Diet Adalah Investasi Kesehatan Jangka Panjang

Alih-alih menjadikan diet sebagai program sementara, masyarakat dianjurkan membangun kebiasaan hidup sehat yang bisa diterapkan seumur hidup. Mengatur defisit kalori sesuai kebutuhan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan menjaga massa otot merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan diet ekstrem.

Selain membantu menurunkan berat badan, pola hidup sehat juga mampu menekan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, hingga penyakit jantung.

Dengan menjalankan diet secara benar dan konsisten, seseorang tidak hanya memperoleh bentuk tubuh yang lebih ideal, tetapi juga kualitas kesehatan yang lebih baik dalam jangka panjang.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#diet defisit kalori #massa otot #gizi seimbang #cara diet sehat #berat badan