BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Diet telur rebus kembali menjadi perbincangan setelah banyak konten kreator kesehatan membagikan panduan menu harian yang diklaim mampu membantu menurunkan berat badan. Metode ini mengombinasikan konsumsi telur rebus, nasi dalam porsi terbatas, sayuran, dan buah dengan prinsip utama defisit kalori.
Dalam penjelasannya, pembuat konten menegaskan bahwa diet telur rebus bukan sekadar mengurangi porsi makan. Kunci keberhasilan program penurunan berat badan tetap terletak pada jumlah kalori yang masuk harus lebih rendah dibandingkan kalori yang dibakar tubuh setiap hari.
Ia menyebut, selama tubuh berada dalam kondisi defisit kalori, cadangan lemak akan digunakan sebagai sumber energi sehingga berat badan berpotensi turun secara bertahap. Namun, hasil setiap orang bisa berbeda karena dipengaruhi metabolisme, aktivitas fisik, hingga kebutuhan energi masing-masing.
Defisit Kalori Jadi Dasar Program Diet
Menurutnya, seseorang yang memiliki kebutuhan energi sekitar 2.000 kalori per hari perlu mengurangi asupan menjadi sekitar 1.000 hingga 1.200 kalori agar tubuh mengalami defisit energi.
Baca Juga: Rahasia Diet Defisit Kalori agar Berat Badan Turun, Ahli Tegaskan Jangan Sampai Otot Ikut Menyusut
Saat kondisi tersebut terjadi, tubuh akan mulai memanfaatkan lemak sebagai bahan bakar utama. Inilah yang menjadi alasan mengapa berat badan dapat berkurang apabila pola makan dilakukan secara konsisten.
Selain membatasi kalori, ia juga mengingatkan pentingnya mengontrol konsumsi gula, garam, dan lemak. Ketiga komponen tersebut dinilai perlu dibatasi agar program diet berjalan lebih optimal.
Menu Diet Dibagi Tiga Kali Makan
Panduan diet yang dibagikan menggunakan menu sederhana yang mudah ditemukan di pasaran. Bahan utama terdiri atas telur rebus, nasi putih atau nasi merah, sayuran, serta buah segar.
Baca Juga: Dokter Beberkan Fakta Intermittent Fasting, Diet Populer yang Diklaim Ampuh Turunkan Berat Badan
Untuk sarapan, menu yang dianjurkan terdiri dari lima sendok makan nasi, dua putih telur rebus, satu mangkuk sayur, dan satu porsi buah.
Saat makan siang, porsinya sedikit ditambah menjadi enam sendok makan nasi, tiga putih telur rebus, satu mangkuk sayur, dan satu buah.
Sementara makan sore kembali menggunakan lima sendok makan nasi, dua putih telur rebus, satu mangkuk sayur, dan satu porsi buah. Waktu makan terakhir disarankan dilakukan sekitar dua hingga empat jam sebelum tidur.
Kuning Telur Tidak Dianjurkan dalam Menu
Dalam metode diet tersebut, bagian yang dikonsumsi hanyalah putih telur, sedangkan kuning telur dianjurkan untuk tidak dimakan.
Alasannya, kuning telur dianggap mengandung kalori lebih tinggi dibandingkan putih telur. Selain itu, pembuat konten juga menilai pembatasan kuning telur dapat membantu mengurangi asupan lemak selama program penurunan berat badan.
Meski demikian, secara umum kuning telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting. Karena itu, pola konsumsi telur sebaiknya tetap disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing dan, bila perlu, dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Sayur dan Buah Tidak Boleh Dilewatkan
Selain telur, sayur dan buah menjadi komponen yang wajib ada dalam setiap waktu makan. Sayuran dikonsumsi dalam porsi cukup banyak agar memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
Apabila sulit mendapatkan buah, ia menyarankan memperbanyak konsumsi sayuran sebagai alternatif.
Ia juga mengingatkan agar menghindari gorengan, makanan tinggi minyak, camilan, minuman manis, serta minuman bersoda selama menjalani program diet.
Konsistensi Lebih Penting daripada Diet Ekstrem
Selain mengatur pola makan, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih minimal dua liter setiap hari untuk membantu menjaga hidrasi tubuh.
Olahraga juga dinilai dapat mempercepat proses penurunan berat badan, meski menurutnya diet tetap bisa dilakukan tanpa aktivitas fisik selama asupan kalori benar-benar dikontrol.
Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa tidak ada hasil instan dalam menurunkan berat badan. Setiap orang memiliki respons tubuh yang berbeda sehingga penurunan berat badan tidak bisa disamakan.
Karena itu, konsistensi menjalankan pola makan sehat, disiplin menjaga asupan kalori, serta menerapkan gaya hidup sehat dinilai menjadi faktor terpenting untuk mencapai berat badan ideal secara bertahap.