BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Diet tanpa olahraga kerap menjadi pilihan bagi sebagian orang yang ingin menurunkan berat badan, terutama mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau tidak menyukai aktivitas fisik. Bahkan, pencarian mengenai cara menurunkan berat badan tanpa olahraga masih menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari di internet.
Meski terdengar menggiurkan, diet tanpa olahraga ternyata memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Seorang kreator konten kesehatan menjelaskan bahwa berat badan memang dapat turun tanpa berolahraga, tetapi prosesnya tidak selalu ideal dan lebih sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Menurutnya, faktor paling menentukan dalam penurunan berat badan bukanlah olahraga, melainkan keseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang keluar.
Defisit Kalori Menjadi Penentu Utama
Selama seseorang mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar tubuh, berat badan tetap berpotensi mengalami penurunan. Kondisi ini dikenal sebagai defisit kalori.
Baca Juga: Dokter Beberkan Fakta Intermittent Fasting, Diet Populer yang Diklaim Ampuh Turunkan Berat Badan
Saat tubuh kekurangan energi dari makanan, cadangan lemak akan digunakan sebagai sumber energi. Jika berlangsung secara konsisten, berat badan pun akan berkurang secara bertahap.
Karena itulah, seseorang sebenarnya tetap bisa menurunkan berat badan meski tidak melakukan olahraga secara rutin.
Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti olahraga menjadi tidak penting dalam program diet.
Orang Jarang Olahraga Cenderung Lebih Sulit Diet
Berdasarkan pengalamannya menangani pelanggan katering sehat, mayoritas peserta program penurunan berat badan ternyata jarang melakukan aktivitas fisik.
Baca Juga: Rahasia Diet Defisit Kalori agar Berat Badan Turun, Ahli Tegaskan Jangan Sampai Otot Ikut Menyusut
Sebagian besar mengaku hanya berolahraga sesekali, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki rutinitas olahraga.
Menurutnya, kebiasaan tersebut membuat kebutuhan kalori harian menjadi lebih rendah. Akibatnya, ruang untuk melakukan defisit kalori juga semakin kecil sehingga proses diet menjadi lebih menantang.
Kalori Harian Lebih Cepat Habis
Ketika aktivitas fisik rendah, jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh setiap hari tidak terlalu besar.
Hal ini membuat seseorang harus lebih berhati-hati dalam mengatur porsi makan. Sedikit saja mengonsumsi makanan secara berlebihan, tubuh dapat langsung mengalami surplus kalori sehingga penurunan berat badan menjadi terhambat.
Sebaliknya, jika pengurangan kalori dilakukan terlalu ekstrem, asupan energi bisa berada di bawah kebutuhan metabolisme dasar atau Basal Metabolic Rate (BMR). Kondisi tersebut dinilai kurang baik karena tubuh tetap membutuhkan energi untuk menjalankan fungsi-fungsi vital.
Diet Lebih Sulit Dipertahankan
Selain membuat ruang makan menjadi lebih sempit, diet tanpa olahraga juga dinilai lebih sulit dijalankan secara konsisten.
Dengan batas kalori yang rendah, seseorang harus benar-benar memilih makanan yang kaya nutrisi agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Apabila terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi kalori tetapi rendah zat gizi, kesempatan memenuhi kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan serat menjadi semakin kecil.
Akibatnya, rasa lapar lebih mudah muncul, tubuh terasa kurang bertenaga, dan keinginan untuk menghentikan diet menjadi lebih besar.
Olahraga Membantu Membakar Lebih Banyak Kalori
Meski berat badan dapat turun tanpa olahraga, aktivitas fisik tetap memberikan banyak keuntungan selama menjalani program diet.
Olahraga membantu meningkatkan pengeluaran kalori sehingga seseorang memiliki ruang lebih besar untuk mengatur pola makan tanpa harus terlalu ketat membatasi asupan.
Selain itu, latihan kekuatan atau strength training juga membantu meningkatkan massa otot. Semakin banyak massa otot, semakin tinggi pula metabolisme tubuh sehingga pembakaran kalori berlangsung lebih efisien.
Karena itu, menggabungkan pola makan sehat dengan olahraga dinilai menjadi cara yang lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan pengurangan kalori.
Pada akhirnya, diet memang dapat berhasil tanpa olahraga selama tubuh berada dalam kondisi defisit kalori. Namun, olahraga tetap menjadi pelengkap penting agar proses penurunan berat badan berlangsung lebih sehat, lebih nyaman, dan lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Editor : Maylanni Diana Fitri