BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Diet General Motors atau lebih dikenal dengan GM Diet kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Program diet ini disebut-sebut mampu membantu menurunkan berat badan hingga 5 sampai 10 kilogram hanya dalam waktu tujuh hari dengan pola makan yang telah ditentukan.
Popularitas Diet General Motors tidak lepas dari konsepnya yang sederhana. Peserta hanya perlu mengikuti menu harian yang telah disusun selama satu pekan tanpa harus menghitung kalori secara rumit. Namun, setiap hari terdapat aturan mengenai jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.
Meski diklaim efektif menurunkan berat badan dalam waktu singkat, metode ini tetap memerlukan kedisiplinan karena peserta harus mematuhi menu yang telah ditetapkan sejak hari pertama hingga hari ketujuh.
Berawal dari Program Karyawan General Motors
Dalam penjelasan yang beredar, GM Diet disebut pertama kali dikembangkan pada tahun 2009 untuk membantu meningkatkan kebugaran karyawan perusahaan General Motors di Amerika Serikat.
Baca Juga: Latihan Kardio Bakar Lemak 10 Kilo Ramai Dicoba, Gerakan Simpel Ini Bisa Dilakukan dari Rumah
Program tersebut kemudian semakin populer setelah diklaim mampu membantu penurunan berat badan dalam waktu relatif singkat. Meski demikian, keberhasilannya tetap bergantung pada kondisi tubuh dan kedisiplinan masing-masing peserta.
Hari Pertama Fokus Mengonsumsi Buah
Hari pertama diisi dengan konsumsi berbagai jenis buah segar. Semangka dan melon menjadi pilihan utama karena mengandung banyak air sehingga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Sebaliknya, pisang tidak dianjurkan dikonsumsi pada tahap awal diet ini. Selain itu, peserta juga diwajibkan minum air putih sebanyak delapan hingga 12 gelas sepanjang hari.
Hari Kedua Didominasi Sayuran
Setelah sehari penuh mengonsumsi buah, hari kedua beralih ke menu sayuran.
Sayuran dapat dimakan dalam keadaan mentah maupun direbus tanpa tambahan minyak. Kentang rebus diperbolehkan dikonsumsi pada pagi hari sebagai sumber karbohidrat, sedangkan sayuran seperti brokoli, wortel, kol, selada, mentimun, labu, dan kacang-kacangan menjadi pilihan utama untuk menu berikutnya.
Asupan air putih tetap dipertahankan sebanyak delapan hingga 12 gelas.
Hari Ketiga hingga Hari Keempat
Pada hari ketiga, peserta mulai diperbolehkan mengombinasikan buah dan sayuran dalam menu sehari-hari. Jumlahnya tidak dibatasi selama tidak mengonsumsi makanan lain di luar ketentuan diet.
Pisang masih belum diperbolehkan dikonsumsi pada tahap ini.
Memasuki hari keempat, menu berubah cukup drastis. Peserta dianjurkan mengonsumsi delapan hingga sepuluh buah pisang yang dipadukan dengan tiga gelas susu, masing-masing diminum pada pagi, siang, dan malam hari.
Hari Kelima Mulai Mengonsumsi Nasi
Hari kelima menjadi awal diperbolehkannya konsumsi nasi. Porsinya dibatasi hanya satu cangkir yang dipadukan dengan enam hingga tujuh buah tomat.
Pada hari ini kebutuhan cairan juga meningkat menjadi sekitar 12 hingga 15 gelas air putih agar tubuh tetap terhidrasi selama menjalani diet.
Hari keenam masih memperbolehkan satu cangkir nasi, tetapi dipadukan dengan aneka sayuran sebagai lauk utama.
Hari Ketujuh Menjadi Penutup Program
Di hari terakhir, peserta tetap diperbolehkan mengonsumsi satu cangkir nasi bersama sayuran.
Program diet kemudian ditutup dengan konsumsi jus buah atau jus sayur sebagai pelengkap menu harian.
Meski terdengar sederhana, peserta tetap diminta menghindari makanan di luar menu yang telah ditentukan agar hasil diet sesuai dengan target yang diharapkan.
Jangan Abaikan Asupan Gizi
Walaupun GM Diet banyak diklaim mampu menurunkan berat badan secara cepat, metode ini belum tentu sesuai untuk semua orang.
Pola makan yang membatasi kelompok makanan tertentu berpotensi membuat kebutuhan gizi tidak terpenuhi apabila dilakukan tanpa perencanaan yang tepat. Oleh karena itu, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum menjalani program diet yang cukup ketat seperti ini.
Dengan begitu, target penurunan berat badan dapat dicapai tanpa mengabaikan kondisi kesehatan tubuh.
Editor : Maylanni Diana Fitri