BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Modifikasi mobil listrik kini semakin berkembang di Indonesia. Tak lagi sebatas mengganti velg atau menambah aksesori, kini berbagai fitur canggih hingga teknologi penunjang kenyamanan mulai menjadi incaran para pemilik kendaraan listrik.
Fenomena tersebut terlihat di sebuah bengkel spesialis modifikasi mobil listrik bernama GF Evo Indonesia yang berlokasi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Bengkel ini fokus menangani berbagai merek kendaraan listrik, terutama Chery J6 dan Jaecoo J5 yang belakangan sedang naik daun di pasar otomotif nasional.
Menurut pemilik GF Evo Indonesia, Kusuma, meningkatnya populasi kendaraan listrik membuat kebutuhan aftermarket ikut berkembang. Karena itu, mereka tak hanya menyediakan jasa modifikasi mobil listrik, tetapi juga memproduksi sejumlah komponen sendiri agar sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.
Chery J6 dan J5 Jadi Mobil yang Paling Banyak Dimodifikasi
Saat ini Chery J6 dan Jaecoo J5 menjadi dua model yang paling sering masuk ke workshop tersebut. Beragam ubahan dilakukan, mulai dari pemasangan body kit, roof rack, side box, footstep, hingga velg aftermarket.
Menariknya, beberapa komponen bahkan diproduksi sendiri secara lokal, seperti bracket ban belakang dan body kit bergaya Range Rover yang dirancang khusus agar tampilan mobil menjadi lebih gagah.
Body kit tersebut dijual mulai kisaran Rp7 jutaan, sudah termasuk pengecatan sesuai warna bodi mobil serta biaya pemasangan.
Physical Button Jadi Aksesori Paling Diburu
Salah satu produk yang paling diminati pemilik Chery J6 adalah physical button.
Baca Juga: Hasil Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Menang Tipis 1-0, Los Cafeteros Tantang Swiss
Perangkat ini memungkinkan pengemudi mengoperasikan berbagai fitur kendaraan tanpa harus menyentuh layar head unit.
Mulai dari membuka pintu, mengaktifkan wiper, mengatur AC, mengontrol ventilasi, hingga membuka glove box kini cukup melalui tombol fisik yang dipasang secara plug and play.
Menurut Kusuma, pemasangan tidak membutuhkan pemotongan kabel karena kendaraan sudah menyediakan konektor bawaan.
"Sudah lebih dari 100 unit dipesan. Harganya masih di kisaran Rp1 jutaan lengkap dengan pemasangan," ujarnya.
Jok Belakang Dibuat Lebih Nyaman
Selain aksesori, GF Evo juga menghadirkan solusi untuk salah satu keluhan pengguna Jaecoo J5, yakni posisi sandaran jok belakang yang dianggap terlalu tegak.
Masalah tersebut diatasi dengan membuat bracket khusus sehingga sudut sandaran dapat direbahkan sekitar delapan derajat tanpa perlu memotong rangka maupun merombak jok asli.
Proses pemasangan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit sehingga kendaraan tetap mempertahankan kondisi standar pabrikan.
Punya Mobil Listrik yang Bisa Mengisi Daya Sendiri
Salah satu karya paling menarik dari GF Evo adalah mobil proyek berbasis Chery J6 yang berhasil meraih juara kedua dalam ajang modifikasi otomotif.
Mobil tersebut dibekali panel surya yang dapat dibuka secara otomatis menggunakan motor elektrik.
Saat kendaraan diparkir di bawah sinar matahari, panel surya akan menangkap energi cahaya untuk mengisi baterai tambahan berkapasitas sekitar 5,12 kWh.
Energi yang tersimpan kemudian dapat disalurkan kembali ke baterai kendaraan melalui sistem charging sehingga berfungsi layaknya power bank berkapasitas besar.
Tak hanya itu, kendaraan juga dibekali inverter 6.000 watt sehingga mampu menghasilkan listrik AC untuk berbagai kebutuhan eksternal.
Dengan konsep tersebut, mobil mampu menjadi sumber listrik berjalan sekaligus memiliki cadangan energi tambahan ketika dibutuhkan dalam perjalanan jauh.
Tak Sekadar Bengkel, Jadi Pusat Komunitas EV
GF Evo tidak hanya menghadirkan layanan modifikasi kendaraan listrik.
Workshop tersebut juga tengah mengembangkan konsep social hub yang memadukan bengkel, coffee shop, area biliar, hingga restoran dalam satu lokasi.
Konsep ini diharapkan menjadi tempat berkumpul komunitas kendaraan listrik sambil menunggu proses modifikasi kendaraan selesai.
Selain Chery J6 dan Jaecoo J5, GF Evo juga melayani berbagai merek kendaraan listrik lain seperti BYD, Denza D9, VinFast, M6, hingga beberapa model EV lainnya.
Hadirnya bengkel spesialis seperti ini menunjukkan bahwa industri aftermarket kendaraan listrik di Indonesia mulai berkembang pesat. Tak hanya menawarkan peningkatan tampilan, modifikasi kini juga berfokus pada kenyamanan, fungsionalitas, hingga inovasi teknologi yang belum tersedia dari pabrikan.
Editor : Maylanni Diana Fitri