BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Modifikasi Chery J6 kini tidak lagi hanya berfokus pada tampilan. Seiring berkembangnya industri kendaraan listrik di Indonesia, berbagai inovasi mulai bermunculan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi penggunaan mobil listrik.
Salah satu inovasi tersebut diperlihatkan oleh sebuah bengkel spesialis modifikasi Chery J6 dan mobil listrik di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Workshop bernama GF Evo Indonesia itu menghadirkan berbagai pengembangan unik, mulai dari physical button, body kit, hingga sistem panel surya yang mampu menghasilkan energi listrik tambahan.
Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa modifikasi Chery J6 kini telah memasuki level baru. Tak sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga menghadirkan teknologi yang mendukung fungsi kendaraan untuk penggunaan sehari-hari.
Hadirkan Tombol Fisik yang Lebih Praktis
Salah satu aksesori yang paling diminati pengguna Chery J6 adalah physical button.
Baca Juga: Argentina Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026, Tanjung Verde Beri Perlawanan Sengit hingga Extra Time
Perangkat ini dipasang di bawah layar head unit dan memungkinkan pengemudi mengakses berbagai fitur penting tanpa harus menyentuh layar sentuh.
Mulai dari membuka pintu, mengoperasikan wiper, mengatur pendingin udara, ventilasi, hingga membuka glove box kini dapat dilakukan melalui tombol fisik.
Menurut pihak workshop, pemasangan dilakukan secara plug and play menggunakan konektor bawaan kendaraan sehingga tidak memerlukan pemotongan kabel.
Produk tersebut telah digunakan lebih dari 100 kendaraan dengan harga sekitar Rp1 jutaan termasuk biaya pemasangan.
Body Kit Lokal hingga Interior Lebih Nyaman
GF Evo juga mengembangkan body kit produksi lokal khusus untuk Chery J6 dan Jaecoo J5.
Baca Juga: Hasil Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Menang Tipis 1-0, Los Cafeteros Tantang Swiss
Desainnya dibuat lebih sporty dengan inspirasi SUV premium sehingga memberikan karakter yang lebih agresif.
Selain tampilan luar, kenyamanan kabin juga menjadi perhatian.
Workshop menghadirkan bracket khusus yang memungkinkan sandaran jok belakang Jaecoo J5 direbahkan sekitar delapan derajat tanpa harus mengubah struktur jok asli.
Seluruh proses pemasangan hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam sehingga kendaraan tetap dapat langsung digunakan.
Panel Surya Jadi Sumber Energi Tambahan
Salah satu proyek paling menarik adalah Chery J6 modifikasi yang menggunakan panel surya otomatis.
Ketika kendaraan diparkir di area terbuka, panel surya akan terbuka menggunakan motor elektrik dan mulai menangkap sinar matahari.
Energi tersebut disimpan pada baterai tambahan berkapasitas sekitar 5,12 kWh sebelum dialirkan kembali ke baterai kendaraan melalui sistem pengisian daya.
Konsep ini memungkinkan kendaraan memiliki cadangan energi tambahan yang dapat dimanfaatkan saat diperlukan, terutama ketika melakukan perjalanan jarak jauh.
Dilengkapi Inverter 6.000 Watt
Tak hanya mengisi daya baterai, mobil tersebut juga dipasangi inverter berkapasitas 6.000 watt.
Perangkat tersebut mengubah energi dari baterai menjadi listrik AC sehingga kendaraan dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel.
Berbagai perangkat elektronik dapat memperoleh pasokan listrik dari sistem tersebut selama kapasitas baterai masih mencukupi.
Inovasi ini menjadi salah satu alasan mobil modifikasi tersebut berhasil meraih posisi runner-up dalam sebuah ajang kontes modifikasi kendaraan listrik.
Industri Aftermarket EV Terus Berkembang
Selain Chery J6 dan Jaecoo J5, GF Evo juga melayani berbagai kendaraan listrik lain seperti BYD, Denza D9, VinFast, M6, hingga sejumlah model EV lainnya.
Workshop bahkan mulai memproduksi beberapa komponen aftermarket sendiri di Indonesia sebagai upaya memenuhi kebutuhan pemilik kendaraan listrik yang terus meningkat.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri aftermarket kendaraan listrik nasional mulai memasuki fase baru. Modifikasi kini bukan hanya soal estetika, tetapi juga menghadirkan solusi praktis melalui inovasi teknologi yang mampu meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan pengalaman berkendara.
Editor : Maylanni Diana Fitri