BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Samsung Galaxy A07 menjadi salah satu smartphone yang paling banyak diperbincangkan di kelas entry-level. Dibanderol mulai Rp1,3 jutaan, ponsel ini membawa spesifikasi yang cukup mengejutkan, mulai dari chipset MediaTek Helio G99, memori internal berteknologi UFS, layar 90Hz, hingga jaminan pembaruan sistem operasi selama enam tahun.
Kehadiran Samsung Galaxy A07 langsung menarik perhatian pecinta gadget karena menawarkan spesifikasi yang biasanya hadir pada smartphone dengan harga lebih mahal. Tak sedikit yang menyebut ponsel ini sebagai salah satu HP Samsung murah paling menarik di tahun 2026.
Meski demikian, apakah Samsung Galaxy A07 benar-benar layak menjadi pilihan terbaik di kelasnya? Berikut ulasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan smartphone terbaru Samsung tersebut.
Tampil Sederhana, Tetapi Tetap Modern
Samsung mempertahankan desain minimalis pada Galaxy A07. Di bagian belakang terdapat modul kamera berbentuk kapsul yang memuat kamera utama 50 MP serta kamera depth 2 MP.
Baca Juga: Kisah Bidan di Blitar dari Seorang Penari Berhasil Kembangkan Posyandu ILP
Pilihan warnanya terdiri dari Black, Light Violet, dan Green. Varian Green menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian karena menghadirkan efek garis saat terkena pantulan cahaya.
Dengan bobot sekitar 180 gram dan ketebalan 7,6 mm, Galaxy A07 terasa ringan saat digunakan. Material bodinya memang masih menggunakan polikarbonat, tetapi kualitas finishing terlihat cukup rapi untuk kelas harganya.
Samsung juga menyematkan sensor sidik jari di tombol power, triple slot untuk dua kartu SIM dan microSD hingga 2 TB, serta jack audio 3,5 mm.
Sebagai pelengkap, Galaxy A07 sudah mengantongi sertifikasi IP54 yang membuatnya tahan terhadap cipratan air dan debu ringan. Namun, fitur NFC dan gyro hardware masih belum tersedia.
Layar 90Hz Berikan Pengalaman Lebih Nyaman
Galaxy A07 menggunakan layar HD+ dengan resolusi 720 x 1600 piksel serta refresh rate 90Hz.
Baca Juga: Setelah 10 Tahun Dikelola Swasta, PSBI Blitar Akhirnya Kembali Berlabuh di Pangkuan Pemkab Blitar
Meski reproduksi warnanya belum terlalu tajam dan bezel masih tergolong tebal, pengalaman penggunaan tetap terasa nyaman berkat animasi yang lebih mulus dibanding layar 60Hz.
Kecerahan layarnya juga cukup tinggi sehingga masih nyaman dipakai di luar ruangan selama tidak berada di bawah sinar matahari yang terlalu menyengat.
Samsung melengkapinya dengan One UI 7 yang tampil modern dan mudah digunakan. Berbagai fitur personalisasi seperti widget, lock screen, hingga tampilan quick panel juga tetap tersedia.
Nilai tambah lainnya adalah komitmen Samsung memberikan update sistem operasi hingga enam tahun, sesuatu yang masih jarang ditemui di kelas harga Rp1 jutaan.
Performa Jadi Daya Tarik Terbesar
Sektor performa menjadi alasan utama Galaxy A07 banyak diperbincangkan.
Samsung menggunakan chipset MediaTek Helio G99 yang selama ini lebih sering digunakan pada smartphone kelas Rp2 jutaan.
Tak hanya itu, penyimpanan internalnya sudah menggunakan teknologi UFS yang menawarkan kecepatan baca dan tulis lebih baik dibanding eMMC.
Kombinasi tersebut membuat perpindahan aplikasi terasa lebih cepat dan responsif saat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Untuk bermain Mobile Legends, Galaxy A07 mampu memberikan performa stabil di kisaran 60 fps. Namun, untuk game berat seperti Genshin Impact, keterbatasan RAM 4 GB membuat pengalaman bermain kurang optimal.
Varian dasar dengan kapasitas 64 GB juga dinilai sudah cukup untuk penggunaan standar. Jika membutuhkan ruang lebih besar, pengguna bisa memanfaatkan slot microSD tanpa harus membeli varian yang lebih mahal.
Baterai Tahan Lama, Charger Sudah Disertakan
Samsung membekali Galaxy A07 dengan baterai berkapasitas 5.000 mAh.
Dalam penggunaan normal, daya tahannya tergolong baik. Bermain game selama 30 menit hanya mengurangi sekitar 7 persen baterai, sementara streaming YouTube selama satu jam menghabiskan sekitar 6 persen.
Menariknya, Samsung juga menyertakan charger 25 watt di dalam paket penjualan.
Pengisian daya berlangsung cukup cepat. Dalam waktu sekitar 15 menit baterai sudah terisi sekitar 24 persen, sedangkan pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam.
Kamera Masih Standar Kelas Entry-Level
Di sektor fotografi, Galaxy A07 mengandalkan kamera utama 50 MP.
Hasil fotonya cukup baik untuk kebutuhan dokumentasi sehari-hari, meski akurasi warna belum sepenuhnya konsisten. Pada kondisi minim cahaya, pengguna juga perlu menjaga tangan tetap stabil agar hasil foto tidak blur.
Sementara kamera depan mampu merekam video hingga Full HD 30 fps dengan kualitas dynamic range yang cukup baik. Sayangnya, belum tersedia fitur stabilisasi sehingga video masih tampak berguncang ketika digunakan sambil berjalan.
Worth It di Varian Termurah
Samsung Galaxy A07 menawarkan nilai yang sangat menarik jika memilih varian RAM 4 GB dan memori 64 GB.
Dengan harga sekitar Rp1,3 jutaan, pengguna sudah memperoleh chipset Helio G99, storage UFS, layar 90Hz, baterai besar, One UI 7, serta dukungan update software yang panjang.
Namun, untuk varian RAM 6 GB maupun 8 GB yang dijual mendekati Rp2 juta hingga Rp2,3 juta, daya saingnya mulai berkurang. Di rentang harga tersebut, spesifikasi seperti Helio G99 dan layar 90Hz sudah menjadi standar, sementara absennya NFC, gyro hardware, dan kualitas kamera yang masih biasa membuat Galaxy A07 tidak lagi seunggul varian termurahnya.
Editor : Maylanni Diana Fitri