BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – iPhone XR masih menjadi salah satu smartphone bekas yang paling banyak dicari pada 2026. Meski telah berusia hampir delapan tahun sejak pertama kali dirilis pada 2018, perangkat ini tetap diminati karena menawarkan pengalaman iOS dengan harga yang kini jauh lebih terjangkau.
Di berbagai marketplace, iPhone XR bekas dijual mulai kisaran Rp2 jutaan hingga Rp2,5 jutaan, tergantung kondisi perangkat, kapasitas penyimpanan, serta status distribusinya. Untuk unit bergaransi resmi atau bekas iBox, harga bahkan masih bisa mendekati Rp3 juta.
Dengan banderol tersebut, banyak calon pembeli mulai membandingkan iPhone XR dengan smartphone Android baru di kelas Rp2 jutaan. Lalu, apakah iPhone XR masih layak dijadikan pilihan pada 2026?
Kamera Masih Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu keunggulan terbesar iPhone XR adalah kualitas kameranya. Meski hanya dibekali satu kamera belakang 12 MP, hasil foto dan video masih mampu bersaing di kelas harganya.
Berkat dukungan Smart HDR, warna yang dihasilkan terlihat natural dengan rentang dinamis yang baik. Perekaman video juga sudah mendukung resolusi 4K 30 fps dengan stabilisasi yang tetap halus sehingga cocok digunakan untuk membuat konten media sosial seperti Instagram, TikTok, maupun video pendek lainnya.
Sementara kamera depan memang mulai menunjukkan keterbatasan dibandingkan iPhone generasi terbaru. Namun, kualitasnya masih dianggap memadai untuk selfie, video call, hingga kebutuhan konten sederhana.
Baca Juga: Kisah Bidan di Blitar dari Seorang Penari Berhasil Kembangkan Posyandu ILP
Performa Masih Cukup untuk Aktivitas Harian
Di sektor performa, iPhone XR mengandalkan chipset Apple A12 Bionic yang dipadukan RAM 3 GB.
Meski kapasitas RAM jauh lebih kecil dibandingkan smartphone Android masa kini, optimalisasi iOS membuat perangkat ini tetap mampu menjalankan berbagai aktivitas harian dengan lancar.
Mulai dari membuka media sosial, chatting, browsing, hingga memainkan game seperti Mobile Legends masih dapat dilakukan dengan nyaman. Aplikasi editing ringan seperti CapCut maupun VN juga masih bisa dijalankan tanpa kendala berarti.
Desain Masih Terlihat Modern
Walaupun usianya tidak lagi muda, desain iPhone XR masih terlihat relevan.
Layar Liquid Retina 6,1 inci dengan notch di bagian atas memberikan tampilan yang lebih modern dibandingkan iPhone seri lama yang masih menggunakan tombol Home. Fitur Face ID juga tetap menjadi salah satu daya tarik karena proses buka kunci berlangsung cepat dan praktis.
Sudah Mendukung eSIM
Keunggulan lain yang mulai banyak dicari adalah dukungan eSIM.
Fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan nomor digital tanpa harus memasang kartu SIM fisik. Selain lebih praktis, eSIM juga dinilai lebih aman karena nomor tetap aktif meski kartu fisik tidak digunakan.
Di kelas harga Rp2 jutaan, dukungan eSIM masih tergolong langka sehingga menjadi nilai tambah bagi iPhone XR.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan
Di balik berbagai kelebihannya, iPhone XR tetap memiliki sejumlah keterbatasan.
Yang paling penting adalah masa dukungan sistem operasi Apple yang diperkirakan segera berakhir. Mengingat perangkat ini dirilis pada 2018, besar kemungkinan 2026 menjadi tahun terakhir iPhone XR menerima pembaruan iOS.
Artinya, pengguna tidak lagi memperoleh fitur terbaru maupun pembaruan keamanan dalam beberapa tahun mendatang.
Selain itu, konfigurasi kameranya hanya mengandalkan satu lensa belakang tanpa kamera ultrawide maupun telefoto. Fitur Night Mode juga belum tersedia sehingga hasil foto malam hari tidak sebaik iPhone generasi yang lebih baru.
Masih Layak untuk Pengguna dengan Budget Terbatas
Secara keseluruhan, iPhone XR masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin merasakan ekosistem iOS dengan dana terbatas.
Kamera yang masih berkualitas, performa yang tetap stabil, desain modern, serta dukungan eSIM menjadi alasan mengapa smartphone ini masih banyak diminati.
Namun, bagi pengguna yang menginginkan masa pakai lebih panjang dengan dukungan software lebih lama, menambah anggaran untuk beralih ke iPhone 11 atau seri yang lebih baru bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.
Editor : Maylanni Diana Fitri