BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – iPhone XR masih menjadi salah satu iPhone bekas yang paling laris di pasaran meski usianya sudah mendekati delapan tahun. Harga yang kini turun ke kisaran Rp2 jutaan membuat smartphone ini kembali dilirik, terutama oleh pengguna yang ingin merasakan ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Di berbagai marketplace, iPhone XR dijual mulai sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, tergantung kondisi fisik, kapasitas memori, dan status garansinya. Untuk unit eks iBox atau kondisi mulus, harga bahkan masih bisa mendekati Rp3 juta.
Meski bukan lagi perangkat terbaru, iPhone XR masih menawarkan sejumlah keunggulan yang sulit ditemukan pada smartphone Android baru di kelas harga yang sama. Namun, calon pembeli juga perlu memahami beberapa kekurangannya sebelum memutuskan membeli.
Kamera Masih Jadi Andalan
Salah satu daya tarik utama iPhone XR tetap berada di sektor kamera. Meski hanya dibekali satu kamera belakang 12 MP, kualitas foto dan videonya masih mampu memuaskan untuk penggunaan sehari-hari.
Baca Juga: Jelang Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru, Transaksi Gadai di Blitar Naik 18 Persen
Hasil gambar memiliki karakter warna yang natural dengan dynamic range yang baik berkat dukungan Smart HDR. Perekaman video juga sudah mampu menghasilkan resolusi hingga 4K 30 fps dengan stabilisasi yang halus.
Kemampuan tersebut membuat iPhone XR masih cocok digunakan untuk membuat konten TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, maupun sekadar mengabadikan momen sehari-hari.
Performa Masih Responsif
Ditenagai chipset Apple A12 Bionic, performa iPhone XR masih tergolong nyaman untuk berbagai aktivitas ringan hingga menengah.
Meski hanya memiliki RAM 3 GB, optimalisasi iOS membuat perpindahan aplikasi tetap terasa mulus. Aktivitas seperti membuka media sosial, mengakses aplikasi perpesanan, streaming video, hingga editing ringan menggunakan CapCut masih dapat dilakukan tanpa kendala berarti.
Game populer seperti Mobile Legends juga masih dapat dimainkan dengan cukup lancar sehingga performanya belum terasa usang untuk kebutuhan harian.
Desain Belum Terlihat Ketinggalan Zaman
Dari sisi tampilan, iPhone XR masih memiliki desain yang cukup modern.
Layar Liquid Retina berukuran 6,1 inci dipadukan notch khas Apple membuat tampilannya tetap relevan di tahun 2026. Kehadiran Face ID juga masih menjadi salah satu fitur premium yang bekerja cepat dan akurat.
Selain itu, material bodi dan kualitas finishing khas Apple masih memberikan kesan premium meski perangkat ini sudah berusia cukup lama.
Sudah Mendukung eSIM
Keunggulan lain yang membuat iPhone XR masih menarik adalah dukungan eSIM.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengaktifkan nomor seluler tanpa kartu fisik sehingga lebih praktis, terutama bagi yang membutuhkan dua nomor dalam satu perangkat atau ingin meningkatkan keamanan ketika ponsel hilang.
Di kelas harga Rp2 jutaan, fitur eSIM masih belum banyak ditemukan pada smartphone Android.
Kekurangan Mulai Terasa
Di balik berbagai kelebihannya, iPhone XR juga memiliki beberapa keterbatasan.
Perangkat ini diperkirakan memasuki masa akhir dukungan pembaruan iOS. Dengan usia yang sudah cukup tua, kemungkinan besar pembaruan sistem operasi tidak akan berlangsung lebih lama dibandingkan seri iPhone yang lebih baru.
Selain itu, kamera belakang hanya terdiri dari satu lensa sehingga tidak tersedia kamera ultrawide maupun telefoto. Pengguna juga belum mendapatkan fitur Night Mode yang kini sudah menjadi standar pada iPhone generasi terbaru.
Kapasitas RAM sebesar 3 GB juga mulai terasa terbatas jika digunakan untuk multitasking berat dalam beberapa tahun ke depan.
Masih Cocok untuk Pengguna Kasual
Secara keseluruhan, iPhone XR masih layak dipilih bagi pengguna yang memiliki anggaran terbatas tetapi ingin menikmati pengalaman menggunakan iPhone.
Performa yang masih stabil, kamera berkualitas, desain premium, dan dukungan eSIM menjadi nilai jual utama perangkat ini.
Namun, bagi pengguna yang menginginkan masa pakai lebih panjang dan dukungan software lebih lama, menambah anggaran untuk membeli iPhone 11 atau seri yang lebih baru menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Editor : Maylanni Diana Fitri