BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Samsung Galaxy S24 Ultra hadir sebagai flagship terbaru Samsung dengan pendekatan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Jika biasanya peningkatan difokuskan pada spesifikasi hardware, kali ini Samsung justru menjadikan Galaxy AI sebagai daya tarik utama yang paling banyak dipromosikan.
Sejak peluncurannya, hampir seluruh materi promosi Samsung Galaxy S24 Ultra berpusat pada kecerdasan buatan atau Galaxy AI. Mulai dari Circle to Search, AI Photo Editing, Instant Slow Motion, hingga fitur penerjemah otomatis menjadi senjata baru Samsung untuk membedakan produknya dari para pesaing.
Strategi tersebut dinilai cukup berani mengingat secara spesifikasi, Samsung Galaxy S24 Ultra memang hanya mengalami peningkatan bertahap dibanding Galaxy S23 Ultra. Namun, apakah Galaxy AI benar-benar menjadi alasan kuat untuk melakukan upgrade?
Desain Premium dengan Titanium dan Layar Lebih Tangguh
Samsung kini menggunakan material titanium pada rangka Galaxy S24 Ultra sehingga memberikan kesan lebih premium. Selain itu, bezel dibuat lebih tipis dan simetris di seluruh sisi, sementara layar kini sepenuhnya datar tanpa lengkungan seperti pendahulunya.
Perlindungan layar juga mengalami peningkatan berkat penggunaan Corning Gorilla Glass Armor. Lapisan kaca terbaru tersebut terbukti lebih tahan gores sekaligus mampu mengurangi pantulan cahaya secara signifikan dibanding Galaxy S23 Ultra maupun iPhone 15 Pro.
Layar Dynamic AMOLED 2X tetap menjadi salah satu yang terbaik di kelas flagship dengan tingkat kecerahan hingga 2.600 nits sehingga tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari.
Snapdragon 8 Gen 3 dan Update Android Selama 7 Tahun
Di sektor performa, Samsung Galaxy S24 Ultra mengandalkan chipset Snapdragon 8 Gen 3 yang dipadukan RAM 12 GB. Performa gaming pun sangat memuaskan, termasuk saat menjalankan Genshin Impact pada pengaturan grafis tertinggi dengan frame rate stabil.
Tak hanya mengandalkan performa, Samsung juga memberikan komitmen pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga tujuh tahun. Dukungan tersebut menjadi salah satu yang terpanjang di industri smartphone Android saat ini dan membuat perangkat tetap relevan hingga bertahun-tahun ke depan.
Baterai juga mampu bertahan lama untuk penggunaan sehari-hari, termasuk aktivitas streaming video yang tergolong hemat konsumsi daya.
Kamera Masih Konsisten Jadi Andalan
Samsung tetap mempertahankan konfigurasi kamera premium dengan beberapa penyempurnaan, terutama pada kamera telefoto baru yang kini menggunakan optical zoom 5x.
Meski secara angka terlihat lebih kecil dibanding telefoto 10x milik Galaxy S23 Ultra, kualitas hasil zoom justru mengalami peningkatan berkat sensor yang lebih besar dan sistem stabilisasi optik yang lebih baik.
Hasil foto tetap menjadi salah satu yang terbaik di kelas flagship dengan detail tinggi, warna khas Samsung yang hidup namun tetap natural, serta dynamic range yang luas dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Untuk kebutuhan videografi, kamera depan maupun belakang sudah mendukung perekaman hingga resolusi 4K 60 fps dengan kualitas yang tetap stabil dan tajam.
Galaxy AI Jadi Pembeda Utama
Fitur yang paling menarik perhatian tentu adalah Galaxy AI. Salah satu yang paling praktis ialah Circle to Search, yaitu fitur yang memungkinkan pengguna mencari informasi hanya dengan melingkari objek yang muncul di layar tanpa perlu mengambil tangkapan layar terlebih dahulu.
Selain itu tersedia Instant Slow Motion yang mampu mengubah video biasa menjadi slow motion menggunakan kecerdasan buatan. Samsung juga menghadirkan AI Photo Editing yang memungkinkan pengguna memindahkan objek dalam foto maupun mengisi bagian gambar yang kosong secara otomatis.
Fitur lain seperti AI Summary, Live Translate, hingga AI Keyboard juga semakin memperkuat pengalaman penggunaan sehari-hari, meski sebagian fitur masih menunggu dukungan penuh untuk Bahasa Indonesia.
Masih Ada Catatan Soal Galaxy AI
Di balik berbagai keunggulannya, Galaxy AI masih menyisakan tanda tanya. Sebab, Samsung sempat mengungkapkan bahwa layanan Galaxy AI akan tersedia secara gratis hingga akhir 2025. Belum ada kepastian apakah setelah itu pengguna harus membayar biaya berlangganan atau tetap dapat mengakses seluruh fitur tanpa biaya tambahan.
Karena Galaxy AI sepenuhnya berbasis software, banyak pihak juga menilai beberapa fitur tersebut sebenarnya masih dapat dihadirkan pada Galaxy S23 Ultra melalui pembaruan sistem.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy S24 Ultra tetap menjadi salah satu smartphone Android terbaik saat ini. Performa tinggi, layar premium, kamera berkualitas, material titanium, serta dukungan update hingga tujuh tahun menjadi nilai jual utama.
Namun bagi pengguna Galaxy S23 Ultra, peningkatan hardware yang ditawarkan memang tidak terlalu jauh. Alasan terbesar untuk beralih ke Galaxy S24 Ultra justru terletak pada pengalaman baru yang dihadirkan melalui Galaxy AI, fitur yang berpotensi terus berkembang lewat pembaruan software di masa mendatang.
Editor : Maylanni Diana Fitri