JAKARTA, BLITAKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Liqui Moly Super Diesel Additive menjadi salah satu aditif bahan bakar yang banyak direkomendasikan untuk menjaga performa mesin diesel modern. Berbeda dengan Diesel Purge yang digunakan sebagai pembersih intensif saat sistem bahan bakar sudah kotor, Liqui Moly Super Diesel Additive lebih difungsikan sebagai perawatan rutin agar performa mesin tetap optimal setiap hari.
Penggunaan Liqui Moly Super Diesel Additive dinilai semakin relevan seiring berkembangnya teknologi mesin Common Rail Direct Injection (CRDI) yang memiliki tekanan injeksi sangat tinggi serta membutuhkan kualitas bahan bakar yang stabil. Aditif ini dirancang untuk membantu menjaga kebersihan sistem injeksi, meningkatkan kualitas pembakaran, sekaligus melindungi komponen penting dari keausan.
Di tengah penggunaan solar rendah sulfur dan meningkatnya campuran biodiesel seperti B35 hingga rencana B40, Liqui Moly Super Diesel Additive hadir sebagai solusi preventif untuk menjaga efisiensi mesin, mengurangi pembentukan endapan, serta memperpanjang usia komponen sistem bahan bakar.
Tantangan Mesin Diesel Modern
Mesin diesel generasi terbaru dirancang menghasilkan torsi besar dengan konsumsi bahan bakar yang efisien dan emisi lebih rendah. Namun, teknologi tersebut juga membuat mesin menjadi lebih sensitif terhadap kualitas bahan bakar.
Solar dengan kandungan sulfur rendah memang lebih ramah lingkungan, tetapi proses pengurangan sulfur turut menghilangkan sifat pelumas alami pada bahan bakar. Akibatnya, gesekan pada pompa tekanan tinggi dan injektor meningkat sehingga berpotensi mempercepat keausan.
Di sisi lain, kandungan biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) memiliki karakteristik mudah menyerap air dan lebih cepat mengalami oksidasi. Kondisi tersebut dapat memicu terbentuknya endapan gum maupun varnish yang mengganggu kinerja sistem injeksi apabila tidak ditangani sejak dini.
Formula yang Dirancang untuk Perawatan Harian
Liqui Moly Super Diesel Additive merupakan aditif berbentuk cair berkemasan 250 ml yang dicampurkan langsung ke dalam tangki bahan bakar. Berbeda dari cairan pembersih berkonsentrasi tinggi, produk ini diformulasikan untuk digunakan secara berkala sebagai pelindung sistem bahan bakar.
Produk tersebut mengombinasikan beberapa senyawa aktif yang memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi.
Salah satunya adalah Cetane Improver yang membantu meningkatkan angka cetane sehingga solar lebih mudah terbakar saat proses kompresi.
Selain itu terdapat teknologi Detergent dan Dispersant yang menjaga kebersihan nosel injektor dengan mencegah karbon menempel pada permukaan logam.
Formula lainnya berupa Lubricity Improver berfungsi mengembalikan daya pelumas bahan bakar sehingga komponen seperti pompa injeksi dan injektor tetap terlindungi dari gesekan berlebih.
Lima Manfaat Utama
Penggunaan Liqui Moly Super Diesel Additive secara rutin diklaim memberikan sejumlah manfaat teknis.
Pertama, meningkatkan angka cetane sehingga proses pembakaran berlangsung lebih cepat dan efisien. Dampaknya, mesin lebih mudah dihidupkan saat kondisi dingin, getaran awal berkurang, serta asap putih akibat pembakaran yang terlambat dapat diminimalkan.
Kedua, menjaga kebersihan ujung injektor agar pola semprotan bahan bakar tetap presisi. Hal ini penting untuk mempertahankan tenaga mesin sekaligus menjaga efisiensi konsumsi solar.
Ketiga, meningkatkan daya pelumasan bahan bakar rendah sulfur. Perlindungan tambahan tersebut membantu memperpanjang usia pompa tekanan tinggi yang memiliki biaya penggantian relatif mahal.
Keempat, memberikan perlindungan terhadap korosi dengan membentuk lapisan pelindung pada tangki, saluran bahan bakar, hingga ruang pembakaran sehingga risiko karat akibat kontaminasi air dapat ditekan.
Kelima, membantu menurunkan konsumsi bahan bakar dan mengurangi emisi asap hitam karena proses pembakaran menjadi lebih sempurna.
Cara Penggunaan yang Dianjurkan
Liqui Moly merekomendasikan penggunaan satu kaleng Super Diesel Additive berisi 250 ml untuk maksimal 75 liter bahan bakar diesel.
Aplikasi dilakukan dengan menuangkan seluruh isi kaleng ke dalam tangki sebelum melakukan pengisian solar. Aliran bahan bakar dari pompa SPBU akan mencampurkan aditif secara merata tanpa memerlukan proses tambahan.
Penggunaan secara berkala disarankan setiap sekitar 2.000 kilometer atau setiap dua hingga tiga kali pengisian penuh agar manfaat perlindungan tetap optimal.
Mitos yang Perlu Diluruskan
Masih banyak anggapan bahwa penggunaan aditif diesel dapat merusak sistem bahan bakar atau bahkan menyebabkan tangki mengalami korosi.
Faktanya, Liqui Moly Super Diesel Additive telah dirancang agar aman digunakan sesuai dosis yang direkomendasikan. Formula ini tidak bersifat korosif dan telah memenuhi standar pengujian untuk kompatibilitas dengan sistem bahan bakar modern.
Produk ini juga telah diuji aman digunakan pada kendaraan yang menggunakan catalytic converter maupun Diesel Particulate Filter (DPF). Bahkan, pembakaran yang lebih bersih membantu mengurangi pembentukan jelaga yang dapat mempercepat penyumbatan filter.
Namun demikian, penggunaan aditif secara berlebihan juga tidak memberikan tambahan tenaga secara signifikan. Menambahkan lebih dari dosis yang dianjurkan hanya membuat penggunaan menjadi tidak efisien tanpa meningkatkan manfaat secara proporsional.
Super Diesel Additive dan Diesel Purge Punya Fungsi Berbeda
Meski sama-sama diproduksi Liqui Moly, Super Diesel Additive dan Diesel Purge memiliki tujuan penggunaan yang berbeda.
Super Diesel Additive difokuskan sebagai perawatan preventif untuk menjaga kualitas bahan bakar, meningkatkan pelumasan, serta mempertahankan kebersihan sistem injeksi dalam penggunaan harian.
Sementara itu, Diesel Purge merupakan cairan pembersih berkonsentrasi tinggi yang digunakan ketika injektor sudah mengalami penumpukan karbon atau gejala seperti tenaga menurun, mesin pincang, dan asap hitam berlebihan.
Karena itu, penggunaan Liqui Moly Super Diesel Additive secara rutin dapat menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga performa mesin diesel tetap responsif, irit bahan bakar, dan mengurangi risiko kerusakan dini pada komponen sistem common rail.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula