JAKARTA, BLITAKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) tujuh penumpang di Indonesia masih didominasi oleh duo kembar besutan Toyota dan Daihatsu. Bagi Anda yang sedang berburu unit seken, memilih antara Calya vs Sigra bekas sering kali memicu dilema besar. Meski lahir dari basis pabrikan yang sama, varian tertinggi dari kedua mobil ini—yakni Toyota Calya tipe G dan Daihatsu Sigra tipe R Deluxe—memiliki sederet perbedaan fitur yang cukup krusial untuk dipertimbangkan sebelum Anda melakukan transaksi.
Secara performa dapur pacu, perbandingan Calya vs Sigra bekas sebenarnya tidak menunjukkan perbedaan sama sekali. Kedua mobil ini menggendong mesin bensin berkapasitas 1.200 cc, 4-silinder DOHC dengan teknologi Dual VVT-i. Output yang dihasilkan pun kembar identik, yaitu tenaga maksimal 88 PS pada 6.000 RPM dan torsi puncak 11 KGM pada 4.400 RPM. Kap mesin keduanya juga sudah dilengkapi peredam, sehingga kenyamanan kabin dari sektor suara mesin terbilang setara.
Perbedaan mulai tampak jelas saat kita membedah area eksterior depan. Pada sektor pencahayaan, kedua LMPV ini memang sudah mengadopsi teknologi LED multireflektor pada lampu utama, serta lampu sein yang masih menggunakan bohlam halogen. Namun, Daihatsu Sigra R Deluxe memiliki keunggulan fungsional berkat hadirnya sensor parkir depan pada bumpernya, fitur yang absen pada Toyota Calya tipe G. Di sisi lain, desain grill Calya tampil lebih elegan pasca-facelift dengan motif honeycomb berbalut warna black glossy dan dark chrome, sedangkan Sigra mengusung garis horizontal dengan logo khas LCGC Daihatsu.
Untuk spion, keduanya sudah elektrik dan mengusung fitur lipat otomatis (retractable). Perbedaannya terletak pada kosmetik, di mana spion Sigra dibalut warna black glossy untuk semua warna bodi, sementara spion Calya dicat senada dengan warna bodi mobil. Bergeser ke bagian belakang, Sigra dilengkapi dengan roof spoiler mini berwarna black dove, sementara bagian belakang Calya tampil polos tanpa spoiler namun memiliki aksen garnish berwarna dark chrome yang mewah.
Di sektor hiburan, head unit touch screen milik Toyota Calya selangkah lebih maju karena sudah mendukung fitur T-Link untuk mirroring ponsel Android. Sementara Sigra masih mengandalkan konektivitas standar seperti USB dan Bluetooth. Meskipun setir kedua mobil belum bisa diatur (fix), Toyota Calya memanjakan pengemudi dengan hadirnya audio steering switch pada setir untuk kemudahan kendali musik.
Namun, perbedaan paling fatal yang wajib diperhatikan konsumen mobil bekas ada pada aspek keselamatan baris kedua dan ketiga. Toyota Calya tipe G jauh lebih unggul dalam urusan safety keluarga. Semua sabuk pengaman (seatbelt) di dalam Calya sudah menggunakan sistem 3 titik penguncian, termasuk untuk penumpang tengah di baris kedua dan baris ketiga. Berbeda dengan Sigra yang di posisi tengahnya masih menggunakan sabuk pengaman 2 titik. Tidak hanya itu, Calya juga sudah dilengkapi tiga sandaran kepala (headrest adjustable) di baris kedua serta fitur jok Isofix untuk mengikat kursi bayi secara aman, dua fitur penting yang tidak akan Anda temukan pada Daihatsu Sigra R Deluxe.
Terakhir pada bagian bagasi, ukuran ruang penyimpanan keduanya sama luasnya karena memiliki dimensi bodi yang serupa. Menariknya, jika Anda membeli Sigra seken, Anda dipastikan mendapatkan jaring kargo (cargo net) secara gratis pada semua tipenya, sedangkan pada Calya tipe G kargo net ini belum tersedia secara standar. Dengan segala plus minus tersebut, keputusan memilih kembali pada prioritas Anda: kelengkapan aksesori luar atau keamanan interior bagi keluarga.