BLITAR KAWENTAR, BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Tes jarak tempuh motor listrik kembali menjadi perhatian masyarakat yang masih ragu terhadap kemampuan kendaraan berbasis baterai. Seorang kreator konten melakukan pengujian langsung dengan mengendarai motor listrik sejak kondisi baterai 100 persen hingga kapasitasnya berkurang signifikan untuk mengetahui seberapa jauh motor tersebut dapat melaju dalam penggunaan nyata.
Dalam video tersebut, pengujian dimulai ketika indikator baterai menunjukkan angka 100 persen. Odometer motor berada di angka 8.552 kilometer sebagai titik awal sebelum perjalanan dimulai. Selama pengujian, motor digunakan berkeliling melewati jalan perkampungan, area persawahan, hingga kawasan hutan di wilayah sekitar Cepu dan Blora.
Tes jarak tempuh motor listrik ini dilakukan tanpa simulasi khusus. Pengendara hanya menggunakan motor seperti aktivitas harian sehingga hasilnya diharapkan lebih mendekati kondisi penggunaan sebenarnya.
Pada awal perjalanan, indikator baterai baru turun satu persen setelah motor menempuh sekitar 6,7 hingga 6,8 kilometer. Penguji menjelaskan bahwa angka tersebut hanya berlaku untuk penurunan dari kondisi baterai penuh dan tidak bisa dijadikan patokan setiap satu persen berikutnya akan selalu menghasilkan jarak yang sama.
Penurunan Baterai Bertahap Selama Perjalanan
Seiring perjalanan berlanjut, baterai turun menjadi 92 persen setelah motor menempuh jarak sekitar 14 kilometer. Artinya, delapan persen kapasitas baterai digunakan untuk perjalanan tersebut.
Baca Juga: 10 HP Oppo dan Vivo RAM 8 GB ROM 256 GB Paling Worth It 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Saat indikator menunjukkan 90 persen atau berkurang 10 persen dari kondisi penuh, odometer mencatat jarak tempuh sekitar 16,3 hingga 16,4 kilometer. Penguji kembali menegaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi sejak baterai penuh.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan hutan di wilayah Blora dengan kondisi jalan yang cukup bervariasi. Saat kapasitas baterai tersisa 80 persen, motor telah berhasil menempuh jarak sekitar 26,1 kilometer.
Selama perjalanan, motor juga melintasi sejumlah desa, kawasan pertanian, hingga Pasar Kedungtuban dengan kondisi jalan yang sebagian sudah beraspal dan sebagian lainnya masih dalam proses perbaikan.
Hasil Akhir Baterai 55 Persen untuk 74 Kilometer
Pengujian akhirnya dihentikan setelah motor kembali ke titik awal. Berdasarkan hasil pencatatan, motor telah menempuh total perjalanan sekitar 74 kilometer dengan konsumsi baterai sebesar 55 persen.
Baca Juga: Oli Liqui Moly Ternyata Punya Banyak Varian, Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan dan Fungsinya
Dengan demikian, rata-rata setiap satu persen kapasitas baterai mampu digunakan untuk perjalanan sekitar 1,345 kilometer. Jika dihitung secara matematis, kapasitas penuh baterai berpotensi menghasilkan jarak tempuh mendekati 130 kilometer.
Hasil tersebut sejalan dengan klaim sejumlah produsen motor listrik yang menyebut kendaraan mereka mampu mencapai jarak sekitar 120 hingga 130 kilometer dalam kondisi penggunaan tertentu.
Meski demikian, jarak tempuh aktual tetap dipengaruhi berbagai faktor seperti gaya berkendara, kecepatan rata-rata, kondisi jalan, beban pengendara, hingga kontur medan yang dilalui.
Bukti Penggunaan Harian
Pengujian ini memberikan gambaran bahwa motor listrik dapat digunakan untuk aktivitas harian maupun perjalanan antardesa tanpa harus sering mengisi ulang baterai.
Selain itu, metode pengujian yang dilakukan di jalan umum membuat hasilnya lebih realistis dibanding sekadar simulasi di lintasan tertutup.
Meski belum menghabiskan baterai hingga nol persen, hasil perjalanan sejauh 74 kilometer dengan sisa baterai 45 persen menunjukkan efisiensi motor listrik cukup menjanjikan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Editor : Maylanni Diana Fitri