Mau beli Honda Brio 2026? Ketahui perbedaan spesifikasi, eksterior, dan fitur antara tipe S CVT dan E CVT dengan selisih harga Rp 28 jutaan di sini! (PINTEREST)
BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Memilih mobil perkotaan (city car) yang ekonomis namun tetap bertenaga sering kali menghadapkan konsumen pada dilema pilihan varian. Sebagai salah satu kendaraan terlaris di Indonesia, lini produk Honda Brio 2026 kembali menjadi pusat perhatian berkat fungsionalitasnya yang tinggi. Namun, dengan adanya selisih harga mencapai kisaran Rp 28 jutaan, banyak calon konsumen yang bertanya-tanya mengenai perbedaan riil antara Brio Satya tipe S CVT sebagai opsi termurah (entry-level) melawan tipe E CVT yang menjadi varian paling laris di pasar otomotif tanah air.
Memahami detail perbedaan teknis dari kedua produk garapan pabrikan berlogo 'H' ini sangat krusial agar investasi Anda tidak berujung pada kekecewaan. Meskipun berada dalam satu garis keturunan LCGC (Low Cost Green Car), pabrikan memberikan beberapa diferensiasi yang cukup mencolok. Penasaran apa saja aspek yang membedakan kedua mobil kompak ini? Mari kita bongkar secara objektif dan mendalam.
Perbedaan Estetika Wajah Depan dan Kaki-Kaki
Baca Juga: Daftar Mobil Bekas Paling Diminati 2026, Honda Brio hingga Innova Reborn Masih Jadi Incaran
Jika dilihat sekilas dari area depan, kedua mobil urban ini sebenarnya berbagi bahasa desain yang serupa. Karakter sporty tetap terpancar kuat dari penggunaan grille utama bermotif honeycomb warna hitam doff yang dipadukan dengan list ornamen chrome yang elegan di sisi atas. Keduanya juga dibekali desain housing bumper bawah yang dinamis tanpa kehadiran lampu kabin (fog lamp).
Namun, perbedaan besar langsung terlihat pada sektor pencahayaan. Pada model Honda Brio 2026 tipe S, lampu depan hanya dibekali lampu senja LED biasa di bagian bawah dengan lampu utama halogen. Sementara itu, untuk tipe E CVT, penampilannya jauh lebih agresif dan modern berkat penyematan Daytime Running Light (DRL) LED berbentuk garis alis di bagian atas yang menyatu estetis dengan skema lampu utama.
Bergeser ke bagian samping, sektor kaki-kaki langsung memperlihatkan kasta dari masing-masing tipe. Brio Satya tipe S masih mengandalkan velg kaleng berlapis warna perak satu nada (one-tone silver) berukuran 14 inci yang dibalut ban 175/65. Sebaliknya, tipe E tampil jauh lebih modis berkat pengaplikasian velg alloy bermotif two-tone polish dengan ukuran diameter yang sama, membuat visual berkendara di jalanan kota terasa lebih percaya diri.
Performa Mesin Serupa dengan Detail Kap Berbeda
Baca Juga: Daftar Mobil Bekas Paling Diminati 2026, Honda Brio hingga Innova Reborn Masih Jadi Incaran
Bicara soal jantung mekanis, konsumen tidak perlu khawatir karena kedua mobil ini mengusung spesifikasi dapur pacu yang identik. Keduanya ditenagai oleh mesin bensin legendaris Honda berkapasitas 1.200 cc, 4 silinder, SOHC, i-VTEC. Konfigurasi ini mampu menyemburkan tenaga puncak hingga 90 PS pada 6.000 rpm serta torsi maksimal 110 Nm pada 4.800 rpm, yang kemudian disalurkan ke dua roda depan (FWD). Penggunaan mesin 4 silinder ini merupakan kelebihan mutlak dalam meminimalkan getaran mesin di dalam kabin jika dibandingkan dengan mesin 3 silinder milik kompetitor.
Meski mesinnya sama, Honda memberikan sedikit perbedaan pada area perawatan dan kenyamanan berkendara. Pada bagian bawah kap mesin Brio tipe S, Anda tidak akan menemukan material peredam suara bawaan. Hal ini berbeda dengan tipe E yang sudah dilengkapi dengan komponen peredam separuh bidang untuk menekan tingkat kebisingan (noise, vibration, and harshness) dari ruang mesin agar tidak terlalu menginterupsi kesunyian ruang interior.
Menariknya lagi, untuk tahun produksi ini, kedua tipe tersebut kini hanya dipasarkan dengan sistem transmisi otomatis berteknologi Earth Dreams CVT. Keputusan ini diambil karena tingginya mobilitas perkotaan yang menuntut kepraktisan berkendara bebas lelah di tengah kemacetan jalan tol maupun jalur arteri yang padat.