Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Skin Positivity Jadi Tren Baru, Mencintai Kulit Apa Adanya Dinilai Lebih Penting daripada Mengejar Kulit Sempurna

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 9 Juli 2026 | 13:09 WIB
Wahyu Nur Sa
Wahyu Nur Sa'diyah

BLITAR KAWENTAR – Skin positivity semakin banyak digaungkan sebagai cara pandang baru dalam merawat diri di tengah maraknya standar kecantikan yang dibentuk media sosial.

Tidak sedikit orang mulai menyadari bahwa kulit sehat tidak harus selalu tampak sempurna seperti yang terlihat di berbagai unggahan internet.

Fenomena tersebut mendorong masyarakat untuk lebih menerima kondisi kulit masing-masing. Gerakan skin positivity mengajak setiap orang mencintai kulit apa adanya tanpa merasa minder karena memiliki pori-pori, bekas jerawat, warna kulit yang tidak merata, maupun tekstur alami wajah.

Baca Juga: ⁠Lebih Dekat dengan Sosok Perempuan yang Fokus Bergeliat di Bidang Pemasaran Produk Kecantikan Blitar

Di tengah derasnya tren skincare yang silih berganti, kesadaran untuk memahami kebutuhan kulit sendiri justru dinilai menjadi langkah paling penting dibanding mengikuti berbagai produk yang sedang viral.

Mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Blitar, Wahyu Nuur Sa'diyah, mengatakan bahwa media sosial memang memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang memandang kecantikan.

Menurutnya, foto maupun video yang telah melalui proses penyuntingan membuat banyak orang menganggap kulit mulus tanpa noda sebagai standar kecantikan ideal. Padahal, kondisi tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan keadaan kulit manusia yang sebenarnya.

Baca Juga: Kulit Sehat Bukan Sekadar Tren: Analisis Mitos Kecantikan Populer di Kalangan Netizen

"Pesan utama skin positivity bukan berarti mengabaikan perawatan kulit. Namun, kita belajar menerima bahwa setiap orang memiliki karakteristik kulit yang berbeda sehingga tidak perlu membandingkan diri dengan standar yang tidak realistis," ujarnya.

Perawatan Kulit Dimulai dari Basic Skincare

Wahyu menjelaskan, merawat kulit tidak selalu identik dengan penggunaan produk mahal maupun mengikuti seluruh tren skincare yang sedang populer.

Justru, penggunaan basic skincare menjadi fondasi utama agar kulit tetap sehat. Langkah sederhana seperti membersihkan wajah menggunakan facial wash yang sesuai, memakai pelembap, serta rutin menggunakan tabir surya dinilai jauh lebih efektif dibanding terus berganti-ganti produk.

Ia menambahkan bahwa pemilihan produk harus disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing. Dengan begitu, risiko munculnya iritasi maupun jerawat akibat ketidakcocokan produk dapat diminimalkan.

Jangan Terburu-buru Mengejar Hasil Instan

Banyak orang berharap perubahan kondisi kulit dapat terjadi dalam waktu singkat. Padahal, proses regenerasi kulit membutuhkan waktu sehingga hasil perawatan tidak bisa diperoleh secara instan.

Baca Juga: Produk Kecantikan Kini Jadi Kebutuhan Primer di Blitar, Pemilik Usaha Produk Kecantikan Ini Ungkap Alasannya

Wahyu mengaku pernah mengalami masalah kulit akibat penggunaan produk yang kurang sesuai. Pengalaman tersebut membuatnya belajar bahwa memperbaiki skin barrier membutuhkan kesabaran dan konsistensi.

"Memperbaiki skin barrier yang rusak dan memberikan waktu bagi kulit untuk pulih merupakan bagian dari proses yang memang tidak bisa dipercepat," katanya.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih selektif memilih produk serta tidak mudah tergiur dengan klaim instan yang banyak beredar di media sosial.

Percaya Diri Berawal dari Kulit yang Sehat

Lebih jauh, Wahyu menilai bahwa tujuan utama merawat kulit bukan untuk mengejar kesempurnaan, melainkan menjaga kesehatan kulit agar tetap nyaman menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Kisah Pasutri asal Blitar Ini Sukses Bangun Salon Kecantikan di Kanigoro, Ini Kuncinya

Kulit yang sehat akan membantu meningkatkan rasa percaya diri tanpa harus memenuhi standar kecantikan tertentu.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa setiap orang memiliki kondisi kulit yang unik sehingga tidak perlu merasa rendah diri hanya karena tidak memiliki wajah yang terlihat sempurna.

Menurutnya, menerima kondisi kulit sendiri merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.

Dengan semakin berkembangnya kampanye skin positivity, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam memilih produk perawatan sekaligus lebih menghargai proses yang dijalani kulit. Sebab, kecantikan sejati tidak selalu diukur dari kulit tanpa noda, melainkan dari bagaimana seseorang mampu merawat dan menerima dirinya dengan penuh rasa syukur. (kho/c1/sub)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
#skin positivity #skincare #kulit sehat #perawatan kulit #kesehatan kulit