Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Prabowo Targetkan Konversi 120 Juta Motor Listrik, Biaya Rp4-6 Juta Disiapkan Dapat Subsidi

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:45 WIB
Konversi motor listrik mulai dipercepat. Pemerintah menargetkan 120 juta motor bensin beralih ke listrik dengan biaya konversi Rp4-6 juta yang disiapkan mendapat subsidi.(ScYoutube)
Konversi motor listrik mulai dipercepat. Pemerintah menargetkan 120 juta motor bensin beralih ke listrik dengan biaya konversi Rp4-6 juta yang disiapkan mendapat subsidi.(ScYoutube)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Pemerintah resmi mempercepat program konversi motor listrik sebagai bagian dari agenda besar transisi energi nasional. Presiden Prabowo Subianto menargetkan sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin dikonversi menjadi kendaraan listrik secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Program konversi motor listrik tersebut menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), mempercepat penggunaan energi bersih, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Pemerintah bahkan telah membentuk satuan tugas (Satgas) khusus guna memastikan implementasi program berjalan sesuai target.

Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Negara pada Kamis, 5 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap percepatan transisi energi. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui pembentukan Satgas Transisi Energi.

Baca Juga: 7 Motor Listrik Dapat Subsidi Rp7 Juta, Ini Daftar Harga Terbaru dan Pilihan Terbaik 2026

Satgas Dipimpin Langsung Menteri ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan dirinya ditunjuk langsung memimpin Satgas Transisi Energi.

Satuan tugas tersebut bertanggung jawab menerjemahkan arahan Presiden menjadi langkah konkret, mulai dari penyusunan kebijakan hingga pelaksanaan program konversi kendaraan berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Menurut Bahlil, pemerintah menargetkan proses konversi sekitar 120 juta sepeda motor dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun. Namun, Presiden disebut mendorong agar target tersebut dapat dicapai lebih cepat apabila seluruh kesiapan teknis dan pendanaan memungkinkan.

Kurangi Beban Subsidi BBM

Program konversi motor listrik tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi karbon.

Pemerintah juga menilai penggunaan kendaraan listrik akan membantu mengurangi beban subsidi bahan bakar minyak yang selama ini menjadi salah satu pengeluaran besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, efisiensi penggunaan energi diharapkan mampu menekan beban subsidi listrik dalam jangka panjang, terutama melalui pemanfaatan teknologi yang semakin hemat energi.

Dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik, konsumsi BBM nasional diproyeksikan menurun sehingga ketergantungan terhadap impor energi juga dapat ditekan.

Biaya Konversi Semakin Terjangkau

Salah satu kendala yang selama ini dikhawatirkan masyarakat adalah mahalnya biaya konversi motor listrik.

Namun, menurut pemerintah, perkembangan teknologi telah membuat harga komponen konversi mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun lalu.

Saat ini biaya konversi diperkirakan berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp6 juta untuk setiap unit motor.

Pemerintah juga tengah menyiapkan skema subsidi agar biaya tersebut tidak sepenuhnya ditanggung masyarakat. Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan semakin banyak pemilik kendaraan yang bersedia mengikuti program konversi.

Meski demikian, hingga kini pemerintah belum mengumumkan besaran maupun mekanisme pemberian subsidi tersebut.

Baca Juga: Mantan Analis Ratchaburi FC Bongkar Kekuatan dan Titik Lemah Calon Lawan Persib Bandung di ACL2 2026

Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Selain mengawal program konversi motor listrik, Satgas Transisi Energi juga mendapat tugas mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari strategi memperbesar bauran energi baru terbarukan di Indonesia.

Pengembangan energi surya dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memenuhi kebutuhan listrik kendaraan listrik yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Tetap Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Di sisi lain, pemerintah juga tetap memperhatikan ketahanan energi nasional.

Saat ini pemerintah masih mengkaji potensi pembangunan cadangan minyak dalam skala besar di wilayah Sumatera. Meski lokasi pasti masih dalam tahap kajian teknis, langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara percepatan transisi energi dan pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Strategi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat maupun sektor industri.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, program konversi 120 juta motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik akan menjadi salah satu proyek transisi energi terbesar di Indonesia. Selain menekan konsumsi BBM dan emisi karbon, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat industri kendaraan listrik nasional sekaligus mempercepat tercapainya target energi bersih di masa depan.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Konversi motor listrik #Transisi energi Indonesia #motor listrik #bahlil lahadalia #Prabowo Subianto