Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Mobil Listrik Jarak Tempuh Terjauh Bikin Syok! BYD Atto 3 Keok Lawan Penantang Baru Murah Ini!

Muhammad Rusdian Nuzula • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:00 WIB
Siapa sangka mobil listrik jarak tempuh terjauh ini dimenangkan oleh Jaecoo J5 EV yang berhasil mempermalukan BYD Atto 3 hingga mati total! (PINTEREST)
Siapa sangka mobil listrik jarak tempuh terjauh ini dimenangkan oleh Jaecoo J5 EV yang berhasil mempermalukan BYD Atto 3 hingga mati total! (PINTEREST)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Pasar otomotif tanah air kembali diguncang oleh pembuktian ekstrem dua rival tangguh dalam merebut gelar mobil listrik jarak tempuh terjauh. Pertarungan sengit terjadi di jalur trans-Jawa yang mempertemukan sang penguasa jalanan yang sudah lama eksis, BYD Atto 3 tipe Superior Long Range, melawan penantang baru yang bahkan belum resmi diluncurkan saat pengujian dilakukan, yaitu Jaecoo J5 EV. Kedua kendaraan ini diuji hingga baterainya benar-benar habis total alias mati total demi melihat siapa yang paling tangguh bertahan di jalanan.

Banyak konsumen mengira bahwa brand besar dengan harga lebih mahal pasti akan memenangkan takhta sebagai mobil listrik jarak tempuh terjauh. Namun, uji coba nyata dari Jakarta menuju Semarang ini mematahkan semua prediksi di atas kertas. Dalam kondisi cuaca ekstrem hujan deras yang mengguyur sepanjang perjalanan tol Cikampek hingga km 180-an, kedua mobil listrik ini dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi hambatan air yang tinggi pada permukaan ban, sebuah kondisi nyata yang sangat tidak ideal bagi efisiensi sebuah kendaraan berbasis baterai.

Baca Juga: Anggun Zurisya Nadia, Gadis Multitalenta Asal Blitar: Penulis Buku Midnight Seventeen dan Peraih Juara Favorit Miss Bintang Jawa Tengah

Siapa sangka, pertempuran memperebutkan predikat mobil listrik jarak tempuh terjauh ini berakhir dengan drama yang sangat di luar dugaan di sudut Kota Semarang. BYD Atto 3 yang dibanderol dengan estimasi harga Rp500 jutaan harus menyerah terlebih dahulu dan mengalami mati mesin total tepat beberapa meter sebelum mencapai stasiun pengisian daya. Sementara itu, Jaecoo J5 EV yang datang sebagai underdog dengan harga promo Rp299,9 juta justru berhasil keluar sebagai pemenang dengan catatan angka yang sangat fantastis.

Tantangan Cuaca Ekstrem dan Spek di Atas Kertas

Secara spesifikasi teknis, kedua kontestan ini sebenarnya membawa modal baterai yang hampir identik. BYD Atto 3 dibekali baterai berkapasitas 60,45 kWh yang memproduksi tenaga 210 HP dan torsi 310 Nm, dengan klaim jarak tempuh NEDC sejauh 480 kilometer. Di sisi lain, Jaecoo J5 EV mengusung baterai sedikit lebih besar yaitu 60,9 kWh dengan semburan tenaga 207 HP dan torsi 288 Nm, serta klaim jarak tempuh NEDC yang justru lebih rendah, yakni 461 kilometer.

Sepanjang perjalanan dari Jakarta, indikator baterai kedua mobil t

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Pasar otomotif tanah air kembali diguncang oleh pembuktian ekstrem dua rival tangguh dalam merebut gelar mobil listrik jarak tempuh terjauh. Pertarungan sengit terjadi di jalur trans-Jawa yang mempertemukan sang penguasa jalanan yang sudah lama eksis, BYD Atto 3 tipe Superior Long Range, melawan penantang baru yang bahkan belum resmi diluncurkan saat pengujian dilakukan, yaitu Jaecoo J5 EV. Kedua kendaraan ini diuji hingga baterainya benar-benar habis total alias mati total demi melihat siapa yang paling tangguh bertahan di jalanan.

Banyak konsumen mengira bahwa brand besar dengan harga lebih mahal pasti akan memenangkan takhta sebagai mobil listrik jarak tempuh terjauh. Namun, uji coba nyata dari Jakarta menuju Semarang ini mematahkan semua prediksi di atas kertas. Dalam kondisi cuaca ekstrem hujan deras yang mengguyur sepanjang perjalanan tol Cikampek hingga km 180-an, kedua mobil listrik ini dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi hambatan air yang tinggi pada permukaan ban, sebuah kondisi nyata yang sangat tidak ideal bagi efisiensi sebuah kendaraan berbasis baterai.

Siapa sangka, pertempuran memperebutkan predikat mobil listrik jarak tempuh terjauh ini berakhir dengan drama yang sangat di luar dugaan di sudut Kota Semarang. BYD Atto 3 yang dibanderol dengan estimasi harga Rp500 jutaan harus menyerah terlebih dahulu dan mengalami mati mesin total tepat beberapa meter sebelum mencapai stasiun pengisian daya. Sementara itu, Jaecoo J5 EV yang datang sebagai underdog dengan harga promo Rp299,9 juta justru berhasil keluar sebagai pemenang dengan catatan angka yang sangat fantastis.

Tantangan Cuaca Ekstrem dan Spek di Atas Kertas

Secara spesifikasi teknis, kedua kontestan ini sebenarnya membawa modal baterai yang hampir identik. BYD Atto 3 dibekali baterai berkapasitas 60,45 kWh yang memproduksi tenaga 210 HP dan torsi 310 Nm, dengan klaim jarak tempuh NEDC sejauh 480 kilometer. Di sisi lain, Jaecoo J5 EV mengusung baterai sedikit lebih besar yaitu 60,9 kWh dengan semburan tenaga 207 HP dan torsi 288 Nm, serta klaim jarak tempuh NEDC yang justru lebih rendah, yakni 461 kilometer.

Sepanjang perjalanan dari Jakarta, indikator baterai kedua mobil terus dipantau secara ketat dengan AC diatur pada suhu paling dingin dan mode pemulihan energi (energy recovery) disetel pada posisi tertinggi (high). Kondisi hujan lebat membuat hambatan gulir roda meningkat drastis, memaksa motor listrik mengeluarkan daya lebih besar demi mempertahankan kecepatan konstan di jalan tol. Saat mencapai titik tengah perjalanan di kilometer 180, BYD Atto 3 menyisakan baterai sebesar 52 persen dengan sisa jarak tempuh dinamis 248 kilometer, sedangkan Jaecoo J5 EV masih memimpin tipis dengan sisa baterai 56 persen dan sisa jarak 254 kilometer.

Detik-Detik BYD Atto 3 Tumbang di Batas Kota

Baca Juga: Anggun Zurisya Nadia, Gadis Multitalenta Asal Blitar: Penulis Buku Midnight Seventeen dan Peraih Juara Favorit Miss Bintang Jawa Tengah

Drama sesungguhnya dimulai ketika kedua mobil memasuki wilayah luar tol Semarang. Pada sisa baterai 10 persen, BYD Atto 3 mulai memunculkan peringatan pengisian daya mendesak (please recharge) dengan sisa daya yang menurun drastis. Beruntung bagi pengemudi BYD, mobil masih mampu bertahan merayap hingga berhasil keluar dari gerbang tol dan memasuki kawasan kota Semarang, tepatnya di daerah Kalangkung.

Nahas, tepat beberapa meter di depan area Kantor PLN yang menyediakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), BYD Atto 3 kehabisan napas sepenuhnya. Mobil langsung mengaktifkan lampu hazard secara otomatis dan memindahkan sistem transmisi ke posisi netral secara mandiri sebagai prosedur keselamatan. BYD Atto 3 dinyatakan gugur pada catatan total jarak tempuh riil sebesar 433 kilometer. Pengemudi terpaksa meminta bantuan untuk mendorong mobil beberapa meter agar bisa terhubung ke unit pengisian daya.

Kemenangan Mutlak Jaecoo J5 EV yang Melampaui Klaim Pabrik

Saat BYD Atto 3 sudah tak berdaya di depan SPKLU, Jaecoo J5 EV yang melintas di sampingnya ternyata masih memiliki sisa baterai 8 persen dan sisa jarak tempuh komputasi sejauh 35 kilometer. Alih-alih langsung ikut mengisi daya, tim penguji memutuskan untuk membawa Jaecoo J5 EV berputar-putar di dalam kota Semarang, bahkan kembali masuk ke jalur tol arah Solo untuk menguras sisa energi baterai hingga titik nol.

Ketika indikator baterai dan jarak tempuh Jaecoo J5 EV menyentuh angka 0 persen dan 0 km, mobil tidak langsung mati mendadak. Kendaraan masuk ke dalam limp mode yang ditandai dengan munculnya logo kura-kura di layar instrumen. Pada mode darurat ini, pasokan tenaga dibatasi ketat hanya sebesar 7 persen, dan kecepatan maksimal dikunci pada 18 km/jam guna memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk menepi dengan aman. Jaecoo J5 EV akhirnya benar-benar berhenti total dan menyerah setelah mencatatkan angka odometer akhir sebesar 470,3 kilometer. Hasil ini sangat luar biasa karena berhasil melampaui klaim resmi NEDC mereka sendiri yang berada di angka 461 kilometer.

 

erus dipantau secara ketat dengan AC diatur pada suhu paling dingin dan mode pemulihan energi (energy recovery) disetel pada posisi tertinggi (high). Kondisi hujan lebat membuat hambatan gulir roda meningkat drastis, memaksa motor listrik mengeluarkan daya lebih besar demi mempertahankan kecepatan konstan di jalan tol. Saat mencapai titik tengah perjalanan di kilometer 180, BYD Atto 3 menyisakan baterai sebesar 52 persen dengan sisa jarak tempuh dinamis 248 kilometer, sedangkan Jaecoo J5 EV masih memimpin tipis dengan sisa baterai 56 persen dan sisa jarak 254 kilometer.

Detik-Detik BYD Atto 3 Tumbang di Batas Kota

Drama sesungguhnya dimulai ketika kedua mobil memasuki wilayah luar tol Semarang. Pada sisa baterai 10 persen, BYD Atto 3 mulai memunculkan peringatan pengisian daya mendesak (please recharge) dengan sisa daya yang menurun drastis. Beruntung bagi pengemudi BYD, mobil masih mampu bertahan merayap hingga berhasil keluar dari gerbang tol dan memasuki kawasan kota Semarang, tepatnya di daerah Kalangkung.

Nahas, tepat beberapa meter di depan area Kantor PLN yang menyediakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), BYD Atto 3 kehabisan napas sepenuhnya. Mobil langsung mengaktifkan lampu hazard secara otomatis dan memindahkan sistem transmisi ke posisi netral secara mandiri sebagai prosedur keselamatan. BYD Atto 3 dinyatakan gugur pada catatan total jarak tempuh riil sebesar 433 kilometer. Pengemudi terpaksa meminta bantuan untuk mendorong mobil beberapa meter agar bisa terhubung ke unit pengisian daya.

Kemenangan Mutlak Jaecoo J5 EV yang Melampaui Klaim Pabrik

Saat BYD Atto 3 sudah tak berdaya di depan SPKLU, Jaecoo J5 EV yang melintas di sampingnya ternyata masih memiliki sisa baterai 8 persen dan sisa jarak tempuh komputasi sejauh 35 kilometer. Alih-alih langsung ikut mengisi daya, tim penguji memutuskan untuk membawa Jaecoo J5 EV berputar-putar di dalam kota Semarang, bahkan kembali masuk ke jalur tol arah Solo untuk menguras sisa energi baterai hingga titik nol.

Ketika indikator baterai dan jarak tempuh Jaecoo J5 EV menyentuh angka 0 persen dan 0 km, mobil tidak langsung mati mendadak. Kendaraan masuk ke dalam limp mode yang ditandai dengan munculnya logo kura-kura di layar instrumen. Pada mode darurat ini, pasokan tenaga dibatasi ketat hanya sebesar 7 persen, dan kecepatan maksimal dikunci pada 18 km/jam guna memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk menepi dengan aman. Jaecoo J5 EV akhirnya benar-benar berhenti total dan menyerah setelah mencatatkan angka odometer akhir sebesar 470,3 kilometer. Hasil ini sangat luar biasa karena berhasil melampaui klaim resmi NEDC mereka sendiri yang berada di angka 461 kilometer.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Uji jarak tempuh mobil listrik #Jaecoo J5 EV vs BYD Atto 3 #Baterai mobil listrik habis #Mobil listrik murah terbaik #Performa EV jalan tol Semarang