Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Bongkar Rahasia Mobil Listrik Jarak Tempuh Terjauh: Jaecoo J5 EV Ungguli BYD Atto 3 Karena Faktor Ini!

Muhammad Rusdian Nuzula • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:05 WIB
Terungkap alasan teknis mengapa Jaecoo J5 EV sukses merebut gelar mobil listrik jarak tempuh terjauh dan mengalahkan dominasi BYD Atto 3! (PINTEREST)
Terungkap alasan teknis mengapa Jaecoo J5 EV sukses merebut gelar mobil listrik jarak tempuh terjauh dan mengalahkan dominasi BYD Atto 3! (PINTEREST)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Hasil pengujian jalan raya jarak jauh antara dua SUV ramah lingkungan populer mencatatkan rekor baru yang menarik untuk dibahas secara teknis. Pertanyaan mengenai formula rahasia di balik mobil listrik jarak tempuh terjauh akhirnya terjawab lewat komparasi ekstrem antara BYD Atto 3 Superior dan Jaecoo J5 EV. Meski keduanya mengusung kapasitas baterai yang hampir sama di kisaran 60 kWh, hasil akhir menunjukkan efisiensi konsumsi daya yang berbeda secara signifikan di lapangan.

Banyak faktor tersembunyi yang menentukan sebuah kendaraan ramah lingkungan mampu dinobatkan sebagai mobil listrik jarak tempuh terjauh. Pengujian intensif jalur Jakarta-Semarang membuktikan bahwa klaim brosur tidak menjamin performa asli saat menghadapi hambatan berkendara yang nyata. Melalui analisis mendalam pasca-uji coba, terungkap beberapa alasan ilmiah mengapa sebuah model baru yang lebih ekonomis justru mampu mengalahkan teknologi yang diusung oleh raksasa otomotif BYD.

Bagi konsumen yang mencari mobil listrik jarak tempuh terjauh, aspek efisiensi per kilowatt-hour (kWh) merupakan variabel paling krusial. Dalam pengujian total hingga mogok, BYD Atto 3 mencatatkan konsumsi energi sebesar 7,1 km/kWh dengan jarak maksimal 433 km. Sementara itu, Jaecoo J5 EV secara impresif membukukan efisiensi hingga 7,7 km/kWh dan menembus jarak 470,3 km. Perbedaan performa yang cukup mencolok ini dipengaruhi oleh dua faktor teknis utama, yakni bobot total kendaraan dan manajemen energi kinetik.

Baca Juga: Mantan Analis Ratchaburi FC Bongkar Kekuatan Calon Lawan Persib Bandung di ACL2, Bojan Hodak Wajib Waspada

Faktor Bobot 200 Kilogram Menjadi Kunci Utama

Rahasia terbesar keunggulan efisiensi Jaecoo J5 EV terletak pada konfigurasi berat kosong kendaraan (curb weight). BYD Atto 3 tipe Superior Long Range memiliki bobot total mencapai 1.750 kilogram atau berkisar 1,7 ton. Bobot yang masif ini otomatis memberikan beban kerja yang jauh lebih berat bagi motor listrik berkekuatan 210 HP miliknya, terutama saat harus berakselerasi atau menembus genangan air tebal akibat hujan deras.

Sebaliknya, Jaecoo J5 EV dirancang dengan struktur sasis yang jauh lebih ringan, dengan bobot total hanya berada di angka 1.565 kilogram atau sekitar 1,5 ton. Selisih bobot hingga 200 kilogram ini setara dengan mengosongkan beban tiga orang penumpang dewasa dari dalam kabin. Dengan bodi yang lebih enteng, Jaecoo J5 EV membutuhkan pasokan arus listrik yang jauh lebih sedikit untuk mempertahankan momentum kecepatan, yang pada akhirnya mendongkrak jarak tempuh riil di jalan raya.

Peran Krusial Sistem Regenerative Braking

Selain keunggulan berat bodi, manajemen pengisian daya mandiri lewat fitur regenerative braking memegang peran yang tidak kalah penting. Sistem regenerative braking pada Jaecoo J5 EV memiliki daya cengkeram deselerasi yang sangat kuat, bahkan ketika mode berkendara disetel pada tingkatan paling rendah sekalipun. Ketika pengemudi mengangkat kaki dari pedal gas, sistem langsung memanen energi kinetik secara agresif untuk diubah kembali menjadi arus listrik pembantu masuk ke dalam sel baterai.

Karakteristik ini berbanding terbalik dengan BYD Atto 3 yang memiliki setelan pemulihan energi kinetik cenderung halus dan minim intrusi hambatan. Meskipun karakter BYD memberikan kenyamanan berkendara yang lebih mulus mirip mobil konvensional di area perkotaan, sistem ini kurang optimal dalam memaksimalisasi pengembalian daya secara instan saat melaju di rute luar kota yang dinamis.

Komparasi Kenyamanan Kabin dan Desain Interior

Baca Juga: Mantan Analis Ratchaburi FC Bongkar Kekuatan Calon Lawan Persib Bandung di ACL2, Bojan Hodak Wajib Waspada

Perbedaan karakter kedua mobil listrik ini juga sangat terasa pada sektor kenyamanan interior sepanjang perjalanan 400 kilometer lebih. BYD Atto 3 menawarkan karakter suspensi yang sangat empuk saat meredam guncangan di dalam kota, namun menimbulkan gejala sedikit limbung dan mengayun ketika dipacu pada kecepatan tinggi di jalan tol. Kelemahan lain kabin BYD adalah jok model semi-bucket seat miliknya belum dilengkapi ventilasi udara pendingin, sehingga memicu rasa gerah pada punggung pengemudi untuk perjalanan durasi lama.

Di sisi lain, Jaecoo J5 EV menyajikan desain dasbor minimalis modern dengan kaca depan berdesain rendah yang memberikan visibilitas berkendara sangat luas. Karakter suspensinya terasa sedikit kaku namun memiliki sistem peredaman (dampening) yang sangat solid dan stabil di kecepatan tinggi. Kenyamanan berkendara jarak jauh Jaecoo J5 EV semakin disempurnakan berkat hadirnya fitur ventilated seats pada jok depan, sistem 64 warna ambient light, serta dukungan penuh dari 17 fitur keselamatan aktif ADAS terintegrasi.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Efisiensi baterai mobil listrik #Bobot kendaraan listrik #Regenerative braking EV #Komparasi fitur Jaecoo J5 #Spesifikasi BYD Atto 3