BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Tren kendaraan masa depan ramah lingkungan di Indonesia semakin memanas dengan hadirnya lini produk terbaru yang menguji batas efisiensi energi. Dalam sebuah pengujian nyata yang dilakukan secara ekstrem menempuh rute Jakarta menuju Jawa Tengah, kategori mobil listrik jarak tempuh terjauh berhasil mencatatkan rekor baru yang mengejutkan. Dua kontestan utama dalam uji ketahanan ini adalah sang petahana yang sudah populer di jalanan, BYD Atto 3 Superior (Long Range), dan penantang baru yang bahkan belum resmi meluncur saat pengujian dilakukan, yakni Jaecoo J5 EV.
Pengujian ini sengaja dirancang untuk mengetahui batas maksimal kemampuan baterai kedua kendaraan hingga benar-benar habis total dan mati di jalan (full depleted test). Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan kondisi baterai terisi penuh 100 persen menuju arah timur Pulau Jawa. Mengingat kedua mobil ini memiliki spesifikasi kapasitas baterai yang hampir identik di kisaran 60 kWh, pertarungan untuk memperebutkan gelar mobil listrik jarak tempuh terjauh di kelasnya menjadi sangat sengit dan dinamis sejak kilometer pertama.
Tantangan terbesar dalam pengujian ini adalah faktor cuaca ekstrem. Sepanjang rute Jakarta hingga Cikampek, kedua mobil harus membelah hujan deras yang sangat tidak ideal bagi efisiensi kendaraan listrik. Genangan air di permukaan jalan tol menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang tinggi pada roda, sehingga memaksa motor listrik bekerja ekstra keras dan menguras daya lebih cepat dari biasanya. Namun, kondisi riil inilah yang justru membuktikan performa tangguh dari sistem manajemen energi masing-masing pabrikan.
Baca Juga: Ratchaburi FC Pesta Gol 3-0 atas Persib Bandung, Maung Bandung Wajib Bangkit di Leg Kedua ACL 2
Spesifikasi Baterai dan Performa di Atas Kertas
Secara teknis, BYD Atto 3 tipe Superior dibekali dengan baterai berkapasitas 60,45 kWh yang menyalurkan tenaga sebesar 210 HP dan torsi melimpah 310 Nm. Di atas kertas, klaim jarak tempuh mobil asal Tiongkok ini mencapai 480 kilometer. Di sisi lain, sang pendatang baru Jaecoo J5 EV mengusung baterai berkapasitas sedikit lebih besar yaitu 60,9 kWh dengan semburan tenaga 207 HP dan torsi 288 Nm. Berdasarkan pengujian standar NEDC, Jaecoo J5 EV diklaim memiliki daya jelajah hingga 461 kilometer.
Meskipun secara data performa dan kapasitas baterai di atas kertas menunjukkan angka yang berimbang, hasil akhir di lapangan justru menyajikan drama yang berbeda. Hambatan mekanis dan efisiensi komponen kendaraan secara menyeluruh memegang peranan krusial ketika indikator baterai mulai menyentuh angka kritis di bawah 10 persen.
Detik-Detik BYD Atto 3 Menyerah di Kota Semarang
Saat memasuki wilayah Jawa Tengah, indikator daya pada BYD Atto 3 menunjukkan penurunan yang lebih signifikan dibandingkan rivalnya. Ketika persentase baterai menyentuh angka 10 persen, sistem kendaraan mulai memberikan peringatan visual untuk segera melakukan pengisian daya (please recharge). Beruntung, mobil berhasil keluar dari jalur tol dan memasuki kawasan urban Kota Semarang sebelum energinya benar-benar terkuras habis.
BYD Atto 3 akhirnya mati total dan berhenti beroperasi tepat setelah menempuh jarak total 433 kilometer. Berdasarkan kalkulasi jurnalisme data, dengan jarak 433 kilometer dibagi kapasitas baterai 60,45 kWh, BYD Atto 3 mencatatkan konsumsi energi rata-rata sebesar 7,1 kilometer per kWh. Angka ini tergolong impresif mengingat jalur yang dilewati didominasi oleh kecepatan tinggi khas jalan tol dan hambatan cuaca hujan lebat.
Jaecoo J5 EV Tembus Batas Maksimal Klaim Pabrikan
Baca Juga: Ratchaburi FC Pesta Gol 3-0 atas Persib Bandung, Maung Bandung Wajib Bangkit di Leg Kedua ACL 2
Ketika BYD Atto 3 sudah harus dievakuasi ke SPKLU terdekat, Jaecoo J5 EV ternyata masih memiliki sisa baterai sebesar 8 persen dengan estimasi jarak pada layar dinamis sejauh 35 kilometer. Penguji kemudian membawa Jaecoo J5 EV memutari Kota Semarang hingga akhirnya memutuskan masuk kembali ke jalur tol tol arah Solo untuk menguras sisa energi secara maksimal.
Kendaraan utilitas sport listrik ini akhirnya menyerah dan masuk ke dalam limp mode (mode darurat kura-kura) di atas sebuah flyover di area Demak. Sebelum mati total, sistem komputer Jaecoo J5 EV secara cerdas membatasi output tenaga hanya sebesar 1 persen dengan kecepatan konstan 18 kilometer per jam. Fitur keselamatan ini memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk menepi dengan aman ke sisi jalan.
Catatan akhir pada odometer Jaecoo J5 EV menunjukkan angka luar biasa, yakni 470,3 kilometer. Hasil ini membuktikan bahwa Jaecoo J5 EV tidak hanya memenangkan komparasi ini, tetapi juga sukses melampaui klaim resmi NEDC mereka yang berada di angka 461 kilometer. Dengan raihan tersebut, Jaecoo J5 EV layak menyandang predikat sebagai salah satu mobil listrik jarak tempuh terjauh yang sangat efisien untuk pasar Indonesia saat ini.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula