Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Samsung Galaxy S25 Edge Bekas Rp10 Jutaan Masih Layak Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangannya di 2026

M. Helmi Nurhisam • Senin, 13 Juli 2026 | 18:00 WIB
Samsung Galaxy S25 Edge bekas kini dijual sekitar Rp10 jutaan. Simak kelebihan, kekurangan, dan apakah masih layak dibeli pada 2026.(ScYoutube)
Samsung Galaxy S25 Edge bekas kini dijual sekitar Rp10 jutaan. Simak kelebihan, kekurangan, dan apakah masih layak dibeli pada 2026.(ScYoutube)

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Samsung Galaxy S25 Edge bekas mulai menjadi incaran di pasar smartphone premium pada 2026. Penyebabnya sederhana, harga perangkat yang saat pertama kali meluncur berada di kisaran Rp13 jutaan kini turun menjadi sekitar Rp10 jutaan untuk unit bekas dengan kondisi yang masih sangat baik.

Penurunan harga tersebut membuat Samsung Galaxy S25 Edge bekas menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman flagship Samsung tanpa harus mengeluarkan dana belasan juta rupiah. Namun, apakah smartphone ini masih layak dibeli di tengah gempuran ponsel Android terbaru?

Berdasarkan hasil hands-on terhadap Samsung Galaxy S25 Edge bekas, perangkat ini masih menawarkan sejumlah keunggulan yang sulit ditemukan di kelas harga Rp10 jutaan, terutama dari sisi desain premium, performa, hingga fitur Galaxy AI terbaru.

Baca Juga: Face Painting Blitar Kian Digemari, Berawal dari Tren Viral Kini Jadi Ladang Rezeki Ibu Dua Anak

Desain Tipis Jadi Daya Tarik Utama

Samsung Galaxy S25 Edge memang sejak awal hadir sebagai seri flagship dengan fokus utama pada desain. Smartphone ini memiliki ketebalan hanya sekitar 5,8 mm dengan bobot sekitar 163 gram, menjadikannya salah satu ponsel Samsung paling tipis yang pernah dipasarkan.

Desain tersebut membuat perangkat terasa sangat ringan dan nyaman digenggam meski menggunakan layar berukuran 6,7 inci. Inilah yang menjadi pembeda utama dibandingkan Galaxy S25 reguler maupun varian Ultra yang lebih mengutamakan sektor kamera.

Meski begitu, posisi Galaxy S25 Edge di pasar memang cukup unik. Pengguna yang mengejar kualitas kamera biasanya memilih seri Ultra, sedangkan mereka yang menginginkan harga lebih terjangkau cenderung melirik Galaxy S25 reguler atau Plus.

Masih Didukung One UI 8.5 dan Galaxy AI

Salah satu nilai jual terbesar Galaxy S25 Edge di 2026 adalah dukungan perangkat lunaknya. Smartphone ini telah menjalankan One UI 8.5 dengan berbagai fitur Galaxy AI terbaru yang sebelumnya hadir di seri Galaxy S26.

Pengguna dapat menikmati fitur seperti Circle to Search generasi terbaru, Audio Eraser, Now Brief, hingga Photo Assist yang memungkinkan proses edit foto berbasis kecerdasan buatan dilakukan langsung dari galeri.

Dalam pengujian, fitur Photo Assist mampu menambahkan objek baru ke dalam gambar hanya dengan perintah sederhana berbahasa Indonesia. Hasil edit terlihat cukup natural sehingga cocok dimanfaatkan kreator konten maupun pelaku afiliasi media sosial.

Tak hanya itu, Galaxy AI juga mampu mengenali isi galeri secara otomatis. Pengguna cukup mengetik kata kunci seperti "gunung" atau objek tertentu, lalu sistem akan langsung menampilkan seluruh foto yang relevan.

Performa Flagship Masih Sangat Kencang

Di sektor performa, Samsung Galaxy S25 Edge masih mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite yang hingga pertengahan 2026 masih tergolong sebagai prosesor kelas atas.

Performa tersebut masih sangat memadai untuk aktivitas harian, editing ringan, hingga bermain game berat. Namun, karena bodinya sangat tipis, suhu perangkat akan meningkat lebih cepat ketika digunakan bermain game atau merekam video dalam durasi panjang.

Hal tersebut menjadi konsekuensi dari desain ultra-tipis yang memang mengorbankan ruang pendinginan dibandingkan smartphone flagship dengan bodi lebih tebal.

Baca Juga: Produktivitas Jagung Kabupaten Blitar Tembus 172 Ribu Ton dalam Lima Bulan, DKPP Ungkap Kunci Tingginya Hasil Panen

Kamera Masih Layak untuk Konten

Untuk kebutuhan fotografi dan videografi, Galaxy S25 Edge masih mampu menghasilkan kualitas gambar yang tajam. Perekaman video hingga resolusi 4K 60 fps berjalan mulus dengan hasil stabil khas flagship Samsung.

Meski bukan yang terbaik di keluarga Galaxy S25, kualitas kameranya tetap memadai untuk kebutuhan media sosial, dokumentasi hingga pembuatan konten profesional.

Baterai Jadi Kompromi

Salah satu kelemahan Galaxy S25 Edge terletak pada kapasitas baterainya yang hanya sekitar 3.900 mAh dengan dukungan pengisian cepat 25 watt.

Samsung juga masih belum mengadopsi teknologi baterai silikon-karbon seperti yang mulai digunakan sejumlah produsen smartphone asal Tiongkok. Akibatnya, kapasitas baterai terasa lebih kecil dibandingkan kompetitor di kelas harga yang sama.

Meski demikian, untuk penggunaan normal sehari-hari, daya tahan baterainya masih tergolong cukup dengan kebutuhan pengisian sekitar satu kali dalam sehari.

Dengan harga bekas sekitar Rp10 jutaan, Samsung Galaxy S25 Edge tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan desain premium, pengalaman flagship Samsung, serta fitur Galaxy AI terbaru. Namun, bagi yang menginginkan daya tahan baterai lebih besar atau kemampuan kamera terbaik, tersedia beberapa alternatif lain di rentang harga serupa.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Galaxy AI Samsung Galaxy S25 Edge bekas One UI 8.5 samsung galaxy s25 edge Hp Flagship Samsung