BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Infinix Hot 70 kembali meramaikan persaingan smartphone kelas menengah dengan membawa filosofi yang sudah melekat pada seri Hot, yakni menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang tetap kompetitif. Di tengah melonjaknya harga komponen smartphone pada 2026, strategi tersebut kembali diuji melalui kehadiran Infinix Hot 70.
Sebagai penerus seri Hot 60, Infinix Hot 70 hadir dengan banderol mulai sekitar Rp2,2 jutaan untuk varian RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB. Namun, konsumen perlu menyiapkan dana lebih besar jika menginginkan RAM maupun memori internal yang lebih lega karena selisih harganya cukup signifikan.
Meski demikian, Infinix tetap mempertahankan identitas seri Hot sebagai smartphone yang mengutamakan performa dan fitur dibanding sekadar mengejar harga murah.
Baca Juga: Face Painting Blitar Kian Digemari, Berawal dari Tren Viral Kini Jadi Ladang Rezeki Ibu Dua Anak
Desain Mewah di Kelas Entry Level
Salah satu perubahan yang paling mencolok terdapat pada desain bodinya. Infinix Hot 70 tampil lebih premium dengan pilihan warna Quiet Violet yang dipadukan tekstur halus pada panel belakang.
Finishing bodinya terasa licin sekaligus nyaman digenggam. Modul kamera juga dibuat lebih modern dengan aksen transparan pada bingkai kamera yang memberikan kesan layaknya smartphone kelas lebih tinggi.
Menariknya lagi, smartphone ini tetap menyediakan slot microSD terpisah. Pengguna bisa memasang dua kartu SIM sekaligus kartu memori tambahan tanpa harus memilih salah satunya.
Layar Masih Jadi Titik Lemah
Di atas kertas, Infinix Hot 70 membawa layar IPS LCD berukuran 6,78 inci dengan refresh rate 120 Hz.
Sayangnya, resolusi yang digunakan masih HD+, sehingga tingkat ketajaman belum mampu menyaingi beberapa kompetitor di kelas harga serupa yang sudah mengusung panel Full HD+.
Kecerahan layar juga menjadi catatan penting. Saat digunakan di luar ruangan dengan cahaya matahari cukup terang, tampilan layar mulai terlihat redup sehingga kurang nyaman untuk aktivitas outdoor.
Meski begitu, reproduksi warnanya masih tergolong baik untuk penggunaan di dalam ruangan.
Helio G100 Masih Jadi Andalan
Di sektor performa, Infinix mempercayakan chipset MediaTek Helio G100 sebagai otak utama perangkat.
Chip tersebut dipadukan dengan RAM LPDDR4X serta penyimpanan UFS sehingga tetap mampu memberikan performa yang responsif untuk penggunaan harian.
Untuk bermain Mobile Legends, performanya masih cukup memuaskan dengan frame rate hingga 90 fps. Namun ketika menjalankan game berat seperti Genshin Impact, frame rate hanya berkisar di angka 25–30 fps sehingga kurang ideal bagi gamer yang mengutamakan grafis tinggi.
Kamera Jadi Senjata Utama
Sektor kamera menjadi kejutan terbesar dari Infinix Hot 70.
Kamera utama beresolusi 50 MP mampu menghasilkan foto dengan warna yang hidup, detail yang baik, serta minim efek penajaman berlebihan. Bahkan dalam kondisi malam hari, hasil foto masih terlihat bersih dengan kontrol cahaya yang cukup baik.
Kamera depan juga menghasilkan foto selfie yang natural dengan reproduksi warna kulit yang tetap terjaga.
Untuk perekaman video, pengguna sudah dapat merekam hingga resolusi 1080p 30 fps. Fitur stabilisasi digital juga tersedia sehingga hasil video menjadi lebih nyaman saat digunakan untuk membuat konten media sosial.
Fitur Lengkap dan Baterai Besar
Infinix Hot 70 menjalankan Android 16 dengan antarmuka XOS 16. Smartphone ini juga dibekali NFC, sensor gyro hardware, Hello Lighting, Always On Display, serta dukungan pembaruan sistem operasi hingga tiga generasi.
Daya tahan menjadi salah satu nilai jual berkat baterai 6.000 mAh yang dipadukan teknologi pengisian cepat 45 watt.
Secara keseluruhan, Infinix Hot 70 masih menjadi salah satu smartphone paling menarik di kelas Rp2 jutaan, terutama untuk varian dasar. Namun, ketika harga mulai mendekati Rp3 jutaan, konsumen sebaiknya mulai mempertimbangkan alternatif lain yang menawarkan layar lebih tajam dan spesifikasi yang lebih kompetitif.