BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - HP 5G kamera OIS semakin menjadi incaran pengguna yang menginginkan hasil foto dan video stabil tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Pada 2026, Samsung dan Xiaomi masih mendominasi segmen ponsel kelas menengah dengan menghadirkan berbagai pilihan smartphone berfitur Optical Image Stabilization (OIS) serta konektivitas 5G.
Keunggulan OIS kini menjadi nilai tambah penting karena mampu mengurangi guncangan saat mengambil foto maupun merekam video. Dipadukan dengan jaringan 5G, perangkat-perangkat ini menawarkan pengalaman yang lebih optimal untuk kebutuhan konten media sosial hingga penggunaan harian.
Berdasarkan rangkuman dari kanal YouTube Denzopro, terdapat delapan HP 5G kamera OIS yang layak dipertimbangkan karena menawarkan kombinasi kamera, performa, dan harga yang kompetitif.
Redmi Note 15 5G Jadi Pilihan Termurah
Redmi Note 15 5G menjadi salah satu opsi paling terjangkau. Smartphone ini mengusung kamera utama 108 MP yang telah didukung OIS sehingga mampu menghasilkan foto tajam sekaligus video yang lebih stabil.
Baca Juga: Face Painting Blitar Kian Digemari, Berawal dari Tren Viral Kini Jadi Ladang Rezeki Ibu Dua Anak
Perangkat tersebut juga dibekali kamera ultrawide 8 MP serta kamera depan 20 MP. Kemampuan perekaman videonya sudah mencapai resolusi 4K 30 fps, sementara mode Full HD menawarkan stabilisasi yang lebih maksimal. Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp3,6 jutaan.
Kamera 200 MP Jadi Andalan Redmi
Bagi pengguna yang membutuhkan resolusi lebih tinggi, Redmi Note 14 Pro 5G menghadirkan kamera utama 200 MP menggunakan sensor Samsung ISOCELL HP3.
Baca Juga: Awasi Ketat Jajanan Blitar Djadoel 2026, Dinkes Minta Warga Laporkan Makanan Diduga Berbahaya
Selain OIS, perangkat ini juga mengombinasikan Electronic Image Stabilization (EIS) agar hasil video tetap stabil saat bergerak. Kamera belakang mampu merekam video hingga 4K 30 fps, sedangkan kamera depan 20 MP mendukung perekaman Full HD 60 fps.
Sementara itu, Redmi Note 15 Pro 5G juga menawarkan kamera utama 200 MP dengan OIS serta kemampuan merekam video 4K. Mode malam pada perangkat ini diklaim mampu menghasilkan foto minim noise dengan detail tetap terjaga.
Samsung Andalkan Warna Natural
Samsung menghadirkan Galaxy A26 5G sebagai pilihan bagi pengguna yang mengutamakan reproduksi warna natural. Smartphone ini membawa kamera utama 50 MP lengkap dengan OIS dan autofocus, didampingi kamera ultrawide 8 MP serta kamera makro 2 MP.
Kemampuan videonya sudah mencapai resolusi 4K 30 fps. Samsung juga menghadirkan Galaxy A37 5G dengan konfigurasi kamera serupa yang menawarkan peningkatan kualitas fotografi malam berkat optimalisasi pemrosesan gambar.
Galaxy A56 dan A57 Siap untuk Konten
Di kelas yang lebih tinggi, Galaxy A57 5G menawarkan kamera utama 50 MP OIS, kamera ultrawide 12 MP, kamera makro 5 MP, serta kamera depan 12 MP. Menariknya, kamera depan maupun belakang sama-sama mendukung perekaman video hingga resolusi 4K 30 fps.
Sementara Galaxy A56 5G juga mengusung kamera utama 50 MP dengan OIS. Fitur Night Mode otomatis membantu menghasilkan foto malam yang lebih terang dengan tingkat noise rendah.
Poco X8 Pro 5G Tawarkan Sensor Sony
Pilihan lain datang dari Poco X8 Pro 5G yang menggunakan sensor Sony IMX882 pada kamera utama 50 MP dengan dukungan OIS. Smartphone ini juga dilengkapi kamera ultrawide 8 MP dan kamera selfie 20 MP.
Kemampuan kameranya cukup baik untuk fotografi makro maupun kondisi minim cahaya. Berkat OIS, hasil foto tetap stabil dengan detail yang terjaga, sementara kamera depan mampu merekam video Full HD hingga 60 fps.
Banyak Pilihan Sesuai Anggaran
Deretan smartphone tersebut membuktikan bahwa fitur OIS kini tidak lagi identik dengan ponsel flagship. Dengan rentang harga mulai Rp3 jutaan hingga Rp6 jutaan, pengguna sudah bisa menikmati kamera stabil, dukungan jaringan 5G, serta spesifikasi yang mumpuni untuk kebutuhan fotografi, videografi, maupun aktivitas sehari-hari.
Samsung menawarkan karakter warna yang lebih natural dan konsisten, sedangkan Xiaomi dan Poco unggul lewat resolusi kamera tinggi serta spesifikasi yang agresif di kelas harganya. Pemilihan perangkat akhirnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing pengguna.
Editor : Maylanni Diana Fitri