BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Sektor kendaraan ramah lingkungan tanah air kembali dihebohkan dengan strategi harga agresif yang diterapkan pada lini Polytron Fox Series teranyar. Melalui peluncuran model terbarunya, motor listrik berdesain maksi ini dibanderol dengan harga yang sangat miring, yakni hanya Rp15,5 juta saja untuk wilayah tertentu. Rahasia di balik banderol murah yang sukses memicu perhatian publik ini terletak pada penerapan skema sewa baterai. Strategi cerdas ini sengaja diambil oleh pihak pabrikan demi menekan biaya pembelian awal konsumen secara signifikan, mengingat harga komponen baterai mandiri di pasaran saat ini bisa menembus angka Rp17,5 juta.
Melalui sistem berlangganan kelistrikan pada Polytron Fox Series ini, konsumen hanya perlu mengeluarkan biaya sewa baterai rutin sebesar Rp200.000 per bulan. Menariknya, sistem sewa ini memberikan keuntungan tersendiri berupa garansi baterai seumur hidup yang langsung ditanggung oleh pabrikan. Jika performa baterai dirasa mulai menurun atau mengalami kerusakan teknis, pemilik kendaraan dapat langsung melakukan klaim penukaran unit baterai baru di pusat layanan resmi. Sementara bagi konsumen yang enggan berkomitmen dengan biaya bulanan, pihak pabrikan kini juga menyediakan opsi pembelian unit sekaligus baterai dengan harga subsidi khusus senilai Rp27,5 juta namun dengan masa garansi terbatas selama 3 tahun.
Urusan daya tampung energi, skutik ini masih setia mengandalkan jenis baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi serta usia pakai (lifespan) yang jauh lebih panjang. Untuk pengisian daya harian, sistem onboard charger bawaan membutuhkan konsumsi daya listrik rumah tangga berkisar antara 850 hingga 900 Watt dengan durasi pengisian penuh sekitar 4 sampai 5 jam. Bagi pengendara yang memiliki mobilitas ekstra tinggi, tersedia pula opsi perangkat fast charging opsional seharga Rp2,7 juta yang mampu menyuntikkan daya kilat, di mana pengisian selama 10 menit saja sudah cukup untuk menempuh jarak hingga 10 kilometer.
Uji Jarak Tempuh Riil dan Pembaruan Ergonomi Cover Deck
Bicara soal durabilitas berkendara, pembuktian jarak tempuh riil dari Polytron Fox Series model terbaru ini memberikan hasil yang sangat impresif saat diuji langsung membelah jalur Jakarta menuju Bogor. Dengan memanfaatkan mode Drive (D) serta menjaga kecepatan konstan menggunakan fitur cruise control di batas maksimal 50 km/jam, motor listrik ini sanggup menjelajah sejauh 136 kilometer dengan menyisakan daya baterai sebesar 4 persen. Sementara saat diuji secara agresif menggunakan mode Sport (S) dengan bukaan gas penuh tanpa batasan kecepatan harian, motor bongsor ini tetap mampu menembus jarak hingga 92,7 kilometer sebelum sistem secara otomatis mengunci kecepatan di angka 60 km/jam ketika baterai menyentuh batas kritis 20 persen.
Peningkatan kenyamanan berkendara juga menjadi fokus utama yang sangat terasa jika dibandingkan dengan varian Fox R terdahulu. Area pijakan kaki kini didesain ulang menggunakan kompartemen baru yang disebut cover deck. Desain dek tengah ini dibuat jauh lebih rendah dan ergonomis, sehingga posisi duduk pengendara tidak lagi terasa terlalu tinggi atau canggung layaknya generasi sebelumnya. Selain itu, pada bagian depan juga telah disediakan ruang khusus untuk posisi kaki selonjoran ala skuter matik premium Jepang, yang dikombinasikan dengan dimensi setang kemudi yang sedikit lebih rendah demi menciptakan impresi berkendara yang lebih ergonomis dan sporty.
Kendaraan listrik ini turut dibekali dengan ragam fitur fungsional modern seperti sistem pengunci keyless berbasis tombol sentuh (touch button), fitur keselamatan Hill Start Assist (HSA) untuk menahan posisi motor di jalur tanjakan, hingga integrasi penuh aplikasi ponsel pintar yang berfungsi sebagai kunci cadangan digital ekosistem Polytron Fox Series. Kendati sektor suspensi bawaan dirasa memiliki karakter rebound yang sedikit terlalu empuk untuk kecepatan tinggi di atas 50 km/jam, namun untuk keperluan komuter harian di area perkotaan yang padat, motor ini dinilai menawarkan paket kenyamanan dan fungsionalitas yang sangat sepadan di kelasnya.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula