BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Pasar kendaraan ramah lingkungan di Jawa Timur kembali diguncang oleh kehadiran penantang baru yang membawa teknologi di luar nalar. Baru-baru ini, jagat otomotif dihebohkan dengan sesi uji coba atau test drive lini produk motor listrik Omoway yang dilangsungkan di kawasan elite Araya, Kota Malang. Merek pendatang baru yang didirikan pada tahun 2024 oleh Hitawu—yang juga dikenal sebagai salah satu otak di balik kesuksesan mobil listrik canggih Xpeng di Cina—sukses mencuri perhatian para antusias teknologi dan komuter urban tanah air. Bukan tanpa alasan, kendaraan yang enggan disebut sebagai sepeda motor konvensional oleh pabrikannya ini menawarkan impresi visual yang sangat futuristik layaknya sebuah kapal selam atau Tesla Cyber Truck versi roda dua.
Ketertarikan publik terhadap motor listrik Omoway langsung melejit berkat strategi pemasaran mereka yang menonjolkan fitur kenyamanan premium. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah penyematan sistem double suspension di sektor depan yang diklaim mampu menyajikan sensasi berkendara sekelas Honda Goldwing, sebuah motor turing legendaris yang dibanderol dengan harga miliaran rupiah. Hebatnya, kemewahan suspensi depan tersebut sudah bisa dinilai langsung oleh konsumen Indonesia lewat varian basisnya, yakni Omo W X, yang dipasarkan di kisaran harga Rp35 jutaan saja. Saat diuji melintasi jalanan paving hingga jalur makadam yang tidak rata, redaman guncangan di area depan terbukti sangat mumpuni dan minim entakan, meskipun suspensi tunggal di bagian belakang terasa sedikit lebih kaku.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Rincian BPHTB, PPh hingga PNBP Saat Mengurus Sertifikat Tanah Warisan
Akselerasi Instan Torsi 320 Nm dan Efisiensi Baterai LFP
Di balik tubuh bongsornya yang memiliki panjang mencapai 2 meter dan lebar 86 sentimeter, motor listrik Omoway menyimpan potensi performa yang tergolong monster untuk ukuran skuter elektrik. Jantung pacunya dibekali dinamo penggerak dengan output daya sebesar 13 kW atau setara dengan 17,6 tenaga kuda. Angka tenaga ini sekilas mirip dengan skutik konvensional kelas 110cc, namun daya pikat sesungguhnya berada pada semburan torsi instan yang mencapai angka fantastis, yakni 320 Nm. Sebagai perbandingan nyata, motor sport kelas 150cc di pasaran rata-rata hanya mengemas torsi di kisaran 14 Nm. Berkat torsi masif tersebut, akselerasi dari kecepatan 0 hingga 50 km/jam dapat diraih secara kilat hanya dalam waktu 3,3 detik sebelum dibatasi secara elektronik pada kecepatan maksimal (top speed) 113 km/jam.
Untuk menopang performa instan tersebut, pabrikan menyematkan paket baterai modern berjenis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal memiliki ketahanan jangka panjang yang sangat baik, minim risiko overheating, serta sangat adaptif dengan iklim tropis Indonesia yang cenderung panas. Unit ini menawarkan dua opsi kapasitas daya, yakni varian Standar dengan kapasitas 5,38 kWh yang memiliki klaim jarak tempuh maksimal hingga 160 kilometer, serta varian Long Range berdaya 7,68 kWh dengan jangkauan ideal hingga 210 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.
Kemudahan Pengisian Daya dan Konsistensi Fitur Regenerative Brake
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Rincian BPHTB, PPh hingga PNBP Saat Mengurus Sertifikat Tanah Warisan
Urusan manajemen pengisian daya, skuter maksi futuristik ini memberikan fleksibilitas yang cukup tinggi bagi para penggunanya. Jika menggunakan colokan listrik rumahan biasa dengan daya 800 Watt, proses pengisian dari kondisi kosong membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Namun, durasi tersebut dapat dipangkas secara signifikan menjadi hanya 2,5 jam jika konsumen memanfaatkan perangkat quick charger berdaya 2.000 Watt. Bahkan, jika pengisian dilakukan pada ekosistem stasiun pengisian daya khusus milik Omoway, pengisian daya dari batas 0 hingga 80 persen diklaim hanya memakan waktu 1,5 jam saja. Guna memberikan rasa tenang bagi para konsumen perdana (early adopter), pihak produsen tidak main-main dengan memberikan garansi resmi terpanjang di kelasnya, yakni 6 tahun untuk komponen motor penggerak serta 7 tahun penuh untuk sektor baterai.
Sensasi berkendara jarak jauh bersama motor ini juga kian menyenangkan berkat hadirnya sistem regenerative brake yang bekerja secara presisi. Ketika pengendara melepas selongsong gas harian, sistem manajemen kelistrikan akan memberikan efek perlambatan halus serupa engine brake pada motor konvensional, sekaligus menangkap energi kinetik tersebut untuk disalurkan kembali menjadi daya cadangan baterai. Fitur pendukung kenyamanan lain yang disematkan mencakup panel instrumen digital berukuran besar 10,2 inci yang menyerupai head unit mobil listrik, dual speaker stereo dengan konektivitas Bluetooth, sistem pengereman anti-kunci (ABS) di kedua roda, hingga fitur otomatisasi berkendara berupa cruise control yang dapat diaktifkan dengan mudah melalui tuas kendali atau joystick kliktif di area setang kemudi.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula