BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Tren budidaya ikan cupang plakat kini semakin digemari oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia karena potensi keuntungannya yang sangat menggiurkan. Hanya dengan modal awal di bawah Rp1 juta, seorang pemurni ikan hias dapat menghasilkan satu indukan premium seharga puluhan juta rupiah. Kunci sukses dari usaha ini terletak pada ketekunan dalam proses pembesaran serta teknik perawatan yang tepat sasaran.
Order, pemilik dari peternakan Bolon Beta, membagikan rahasia suksesnya dalam melakukan budidaya ikan cupang plakat secara mandiri. Menurutnya, jenis cupang plakat yang paling potensial saat ini adalah varian white scale, cooper, dan nemo. Keunggulan utama dari ikan cupang adalah perawatannya yang sangat praktis dan tidak membutuhkan ruang luas. Pembudidaya hanya memerlukan wadah botol atau akuarium kecil tanpa perlu menggunakan tambahan tabung oksigen.
Langkah awal dalam budidaya ikan cupang plakat ini dimulai dari pemilihan serta persiapan wadah untuk indukan. Order merekomendasikan penggunaan wadah yang cukup luas seperti bekas ember es krim dengan kapasitas minimal delapan liter. Wadah berukuran besar ini sangat efektif untuk mempercepat pertumbuhan ukuran tubuh fisik calon indukan cupang. Selama masa persiapan ini, calon indukan wajib diberikan pakan berkualitas secara rutin dan terjadwal.
Persiapan Indukan dan Pakan Terbaik
Proses pemberian pakan untuk calon induk cupang plakat dilakukan sebanyak tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Pakan yang paling direkomendasikan untuk mendongkrak kualitas sel telur adalah jentik nyamuk segar secukupnya. Dengan pola pemberian pakan jentik nyamuk yang rutin, sel telur indukan biasanya akan matang penuh dalam waktu dua minggu. Setelah telur dirasa siap dan matang, kedua indukan jantan dan betina baru bisa disatukan dalam wadah pemijahan khusus.
Setelah proses pemijahan selesai dan telur menetas, burayak atau anak ikan yang berumur lima hari siap dipindahkan. Proses pemindahan burayak ke kolam pembesaran harus dilakukan secara sangat hati-hati karena fisiknya masih sangat rentan. Pembudidaya disarankan menuangkan burayak secara perlahan ke dalam wadah pembesaran agar meminimalisir risiko tingkat kematian dini. Indukan jantan sebaiknya tetap dibiarkan berada di dalam wadah bersama burayaknya hingga usia anak ikan mencapai dua minggu.
Manajemen Wadah Pembesaran Burayak
Untuk wadah pembesaran burayak, penggunaan boks sterofom dengan ukuran paling besar merupakan pilihan terbaik dan sangat ideal. Apabila jumlah burayak yang menetas terlalu banyak atau melebihi kapasitas wadah, maka populasi tersebut harus segera dibagi. Wadah pembesaran yang terlalu padat akan memicu kondisi air cepat kotor dan meningkatkan risiko kematian massal pada burayak. Kepadatan ideal untuk satu wadah boks sterofom adalah sekitar 400 ekor anak ikan cupang saja.
Pergantian air kolam pembesaran juga memiliki aturan ketat yang wajib dipatuhi oleh para pembudidaya pemula. Pengurasan air kolam pertama kali baru boleh dilakukan setelah anak ikan cupang genap berumur satu bulan. Jika air kolam terlihat kotor sebelum masa satu bulan, pembudidaya cukup menambahkan air bersih tanpa membuang air lama. Burayak yang belum berusia satu bulan masih sangat sensitif terhadap perubahan drastis parameter air di sekitarnya.
Panduan Pemberian Pakan Burayak
Pemberian pakan burayak disesuaikan dengan tahapan usia perkembangan fisik dari anak ikan cupang itu sendiri. Pada usia awal yaitu mulai hari keempat, burayak diberikan pakan berupa kutu air secara rutin. Ketika fisik burayak sudah terlihat lebih besar, jenis pakan dapat mulai diganti menggunakan cacing sutra. Pakan cacing sutra ini sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan ukuran tubuh karena memiliki kandungan lemak tinggi.
Namun, pemberian cacing sutra ini tidak boleh dilakukan secara berlebihan atau dalam jangka waktu terlalu lama. Durasi pemberian cacing sutra yang ideal adalah sejak usia tiga minggu hingga usia satu setengah bulan saja. Jika terlalu berlebih, kualitas warna ikan cupang bisa memudar dan struktur bentuk tubuhnya menjadi kurang proporsional. Setelah melewati usia satu setengah bulan, pakan harian diganti dengan cacing darah hingga ikan dewasa.
Teknik Budidaya Sistem Outdoor
Dalam menjalankan usaha budidaya ikan cupang plakat, Order memilih menerapkan sistem penempatan wadah di luar ruangan atau outdoor. Sistem outdoor ini memanfaatkan tanaman air khusus yang diletakkan di dalam wadah sebagai pelindung alami sinar matahari. Tanaman air tersebut berfungsi menjaga suhu air agar tidak terlalu panas saat kondisi matahari sedang terik siang hari. Di samping itu, penutup wadah tetap perlu dibuka secara berkala agar ikan tetap mendapatkan asupan sinar matahari langsung.
Paparan sinar matahari yang cukup terbukti memberikan dampak yang sangat positif bagi kesehatan fisik ikan cupang. Setelah ikan cupang melewati masa pembesaran hingga berumur dua bulan, proses penyortiran kualitas ikan sudah bisa dimulai. Pada tahap penyortiran ini, ikan-ikan yang memiliki potensi keindahan terbaik akan dipisahkan untuk masuk ke tahap grooming. Tahap grooming ini bertujuan memaksimalkan seluruh potensi keindahan warna serta bentuk fisik dari ikan cupang hias.
Metode Grooming untuk Maksimalkan Kualitas
Proses grooming idealnya mulai dilakukan sejak ikan berumur dua bulan hingga usia maksimal sekitar tiga bulan. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan metode grooming ini berkisar antara dua minggu hingga empat minggu penuh. Penggunaan media ember sebagai wadah grooming dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan toples kaca biasa. Selama masa grooming, ikan cupang diletakkan berdampingan dengan ikan lawan yang dimasukkan ke dalam botol kecil terpisah.
Metode ini akan memancing ikan cupang aktif melakukan gerakan ngedok atau memekarkan siripnya secara nonstop sepanjang hari. Aktivitas fisik ini sangat efektif dalam membentuk struktur sirip ekor ikan agar dapat mengembang secara maksimal. Selain itu, air wadah grooming ditambahkan ekstrak daun ketapang pekat dan obat ikan khusus sekitar 3-4 tetes. Kombinasi ramuan ini sangat membantu dalam mempercepat mutasi serta mempertajam saturasi warna pada tubuh ikan cupang.
Istirahat dan Hasil Panen Fantastis
Meskipun membutuhkan stimulasi aktif, ikan cupang hias yang sedang digrooming juga membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Pada sore hari, botol berisi ikan lawan harus segera diangkat dari wadah agar ikan utama dapat beristirahat. Setelah lawan diangkat, ikan diberikan pakan bergizi lalu dibiarkan tenang tanpa adanya gangguan hingga keesokan paginya. Pola latihan fisik dan istirahat ini wajib dilakukan secara konsisten setiap hari selama masa proses grooming.
Hasil dari teknik budidaya ikan cupang plakat yang disiplin ini mampu melahirkan ikan cupang hias berkualitas premium. Order menceritakan pengalamannya memiliki satu indukan betina plakat terbaik hasil dari proses pemijahan ratusan ekor miliknya. Ikan betina premium tersebut memiliki bukaan sirip ekor yang sangat lebar hingga melebihi sudut 180 derajat. Sirip ekornya juga memiliki corak full bending yang indah dengan list abu-abu yang mengelilingi tepian siripnya.
Ikan cupang plakat betina istimewa tersebut memiliki kombinasi warna kepala merah cerah dengan warna tubuh dominan putih. Berkat keunikan fisiknya yang sangat langka, ikan ini sempat ditawar oleh kolektor dengan harga fantastis mencapai Rp15 juta. Namun, Order memutuskan menolak tawaran tersebut karena berniat menggunakannya sebagai indukan utama untuk mencetak keturunan berkualitas serupa. Ia baru bersedia melepas ikan cupang plakat koleksi terbaiknya tersebut apabila ada kolektor yang menawar seharga Rp20 juta.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula