BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Cara merawat monstera agar daun besar menjadi pertanyaan yang sering diajukan para pecinta tanaman hias. Melalui sebuah video di YouTube, kreator Kinan Ganteng membagikan sejumlah tips sederhana agar daun monstera maupun philodendron tumbuh semakin besar, sehat, dan tidak terus mengecil.
Menurutnya, salah satu masalah yang sering dialami penghobi tanaman adalah ukuran daun baru yang justru semakin kecil dibanding daun sebelumnya. Padahal, secara alami tanaman yang tumbuh sehat seharusnya menghasilkan daun yang semakin besar dari waktu ke waktu.
Cara merawat monstera agar daun besar menurutnya tidak cukup hanya mengandalkan penyiraman. Tanaman juga membutuhkan penyangga, nutrisi, serta teknik perawatan yang tepat agar pertumbuhannya optimal.
Gunakan Moss Pole agar Tanaman Tumbuh Maksimal
Kinan menjelaskan, penggunaan tiang lumut atau moss pole menjadi salah satu faktor penting dalam memperbesar ukuran daun monstera dan philodendron.
Baca Juga: Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok Diklaim Hemat Pakan hingga 30 Persen, Panen Lebih Cepat
Ia mencontohkan salah satu koleksi monstera miliknya yang terus menghasilkan daun lebih besar setelah mendapatkan penyangga berupa moss pole.
Menurutnya, akar udara akan menempel pada media lumut sehingga tanaman merasa memiliki tempat untuk terus memanjat. Kondisi tersebut membuat tanaman lebih percaya diri untuk menghasilkan daun yang semakin besar.
Ia juga memanfaatkan lumut sisa propagasi sebagai isi moss pole sehingga tidak ada bahan yang terbuang.
Sementara tanaman yang dibiarkan tanpa penyangga cenderung menghasilkan daun yang pertumbuhannya lambat dan ukurannya relatif kecil.
Pemberian Pupuk Menjadi Kunci Pertumbuhan
Selain moss pole, cara merawat monstera agar daun besar juga dipengaruhi oleh pemupukan yang rutin.
Kinan mengaku menggunakan dua jenis pupuk, yaitu pupuk daun dan pupuk slow release.
Pupuk daun disemprotkan langsung ke bagian belakang daun hingga batang tanaman. Menurutnya, bagian bawah daun memiliki stomata yang mampu menyerap nutrisi lebih efektif ketika cuaca cerah namun tidak berada di bawah sinar matahari yang terlalu terik.
Sedangkan pupuk slow release cukup diberikan beberapa butir di media tanam dan dapat diulang setiap sekitar tiga bulan sekali.
Ia mengingatkan agar penyemprotan pupuk tidak dilakukan saat matahari sedang sangat menyengat karena dapat menyebabkan daun terbakar.
Alternatif Menggunakan Pupuk Organik
Bagi penghobi tanaman yang menghindari pupuk kimia, Kinan menyarankan penggunaan pupuk organik cair.
Ia mengaku juga memanfaatkan pupuk hasil fermentasi air cucian beras untuk membantu pertumbuhan tanaman.
Menurutnya, pupuk organik cair dapat diaplikasikan lebih sering dibanding pupuk kimia.
Meski demikian, dalam video tersebut ia belum menjelaskan proses pembuatannya karena akan dibahas pada video berikutnya.
Waktu Terbaik Memasang Moss Pole
Kinan menyarankan moss pole mulai dipasang ketika tanaman telah memiliki sekitar tiga helai daun atau lebih.
Pada fase tersebut, akar mulai berkembang sehingga lebih mudah menempel pada media lumut.
Awalnya batang tanaman dapat diikat menggunakan kabel ties agar tetap menempel pada tiang lumut.
Setelah akar udara tumbuh dan melekat kuat, ikatan tersebut bisa dilepas karena tanaman sudah mampu menopang dirinya sendiri.
Ia juga menyarankan menambahkan lumut pada batang apabila suatu saat ingin melakukan perbanyakan tanaman karena akan memudahkan proses air layering.
Contoh Hasil Perawatan
Dalam video tersebut, Kinan memperlihatkan beberapa koleksi monstera dan philodendron yang telah menggunakan moss pole.
Ia menunjukkan tanaman monstera yang memiliki daun berukuran besar setelah rutin diberi pupuk daun, pupuk hasil fermentasi air cucian beras, serta penyangga yang memadai.
Beberapa koleksi philodendron domestikum variegata juga tampak memiliki akar udara yang tumbuh lebat dan melekat pada moss pole.
Menurutnya, akar yang sehat menjadi salah satu tanda tanaman berada dalam kondisi bahagia sehingga mampu menghasilkan daun baru dengan ukuran lebih besar.
Dosis Pupuk yang Digunakan
Untuk pupuk daun berbahan kimia, Kinan mengaku menggunakan sekitar setengah sendok teh pupuk yang dilarutkan ke dalam kurang lebih tiga liter air.
Larutan tersebut kemudian disemprotkan secara merata ke bagian depan daun, belakang daun, hingga batang tanaman.
Ia mengingatkan agar dosis tidak berlebihan karena dapat menyebabkan tanaman mengalami kelebihan pupuk.
Hindari Pemupukan Saat Musim Hujan
Kinan juga memberikan perhatian khusus terkait waktu pemupukan.
Menurutnya, saat musim hujan sebaiknya penggunaan pupuk kimia dikurangi bahkan dihentikan sementara.
Hal itu karena air hujan dinilai sudah mengandung unsur nitrogen yang cukup sehingga tambahan pupuk justru berpotensi membuat daun, terutama tanaman variegata, menjadi gosong.
Karena itu, ia menyarankan penghobi tanaman lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pemupukan agar hasilnya tetap optimal.
Dengan kombinasi penggunaan moss pole, pemupukan yang tepat, serta waktu aplikasi yang sesuai, ukuran daun monstera dan philodendron diyakini dapat berkembang lebih besar dan sehat dibanding tanaman yang dirawat tanpa teknik tersebut.
Editor : Maylanni Diana Fitri