BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Bonsai beringin lokal menjadi salah satu jenis bonsai yang banyak diminati karena memiliki karakter batang, akar gantung, dan daya tumbuh yang sangat baik. Dalam sebuah video tutorial, seorang pehobi bonsai membagikan cara sederhana mengambil bahan bonsai beringin lokal tanpa harus mengandalkan teknik cangkok konvensional yang dinilai lebih lama.
Menurutnya, metode tersebut dapat menjadi alternatif bagi penghobi bonsai yang ingin memperoleh bahan berkarakter dengan proses yang lebih praktis. Teknik ini memanfaatkan kemampuan alami pohon beringin yang mudah mengeluarkan akar maupun tunas baru setelah dipangkas.
Pohon Beringin Dimanfaatkan Sebagai Bahan Bonsai
Pada awal video dijelaskan bahwa pohon beringin yang dijadikan contoh berada di lokasi yang dikenal masyarakat sekitar sebagai pohon yang sudah lama tumbuh.
Baca Juga: Budidaya Ikan Gurami Organik Hemat Air di Bantul, Kolam Tak Ganti Air Setahun Tetap Panen
Pembuat video juga menceritakan bahwa sebelumnya ia pernah memprogram bahan bonsai di lokasi tersebut dengan menumbuhkan akar pada salah satu bagian pohon. Namun, bahan tersebut kemudian telah ditebang oleh orang lain.
Ia menduga pemangkasan dilakukan karena daun beringin di daerahnya sering dimanfaatkan sebagai pakan kambing oleh para peternak.
Meski demikian, ia kembali mencari bagian pohon lain yang masih berpotensi dijadikan bahan bonsai.
Menilai Teknik Cangkok Tanah Kurang Efisien
Saat melakukan penelusuran, ia menemukan bagian pohon yang sedang dicangkok menggunakan media tanah.
Baca Juga: Peluang Hobi Memelihara Reptil: Panduan Lengkap Cara Merawat yang Benar bagi Pemula Agar Sehat
Menurutnya, teknik cangkok tersebut memang dapat menghasilkan akar, tetapi membutuhkan waktu relatif lama.
Ia mengaku pernah membagikan metode cangkok menggunakan cocopeat atau serabut kelapa yang dinilai mampu mempercepat pertumbuhan akar dibanding media tanah biasa.
Meski begitu, pada kesempatan kali ini ia memilih menunjukkan cara mengambil bahan bonsai tanpa harus melakukan proses cangkok terlebih dahulu.
Memanfaatkan Kemampuan Alami Pohon Beringin
Ia menjelaskan bahwa pohon beringin memiliki kemampuan alami untuk menumbuhkan akar baru setelah bagian batang dipotong.
Selain itu, sisa batang yang masih terhubung dengan pohon induk tetap memperoleh suplai nutrisi sehingga peluang munculnya akar dan tunas baru cukup besar.
Karena alasan tersebut, ia menyarankan memilih cabang bagian bawah yang telah memiliki percabangan serta mulai mengeluarkan tunas.
Cabang tersebut kemudian dipotong dengan menyisakan bagian tertentu agar proses pembentukan akar berlangsung secara alami.
Pilih Bahan yang Sudah Memiliki Tunas dan Akar
Dalam praktiknya, pembuat video menemukan bahan lain yang telah memiliki akar menggantung hingga menyentuh tanah.
Menurutnya, bahan seperti itu jauh lebih ideal karena telah mempunyai tiga keunggulan, yakni akar yang sudah terbentuk, bonggol yang menarik, serta tunas dan daun yang masih aktif tumbuh.
Keberadaan tunas dan daun disebut membantu merangsang pertumbuhan akar sekaligus mempercepat munculnya tunas baru setelah bahan dipisahkan dari pohon induk.
Sementara itu, bahan yang belum memiliki tunas tetap dapat digunakan, tetapi memerlukan perlakuan tambahan seperti penyambungan dengan tunas beringin lokal agar pertumbuhannya lebih cepat.
Utamakan Karakter Akar dan Bonggol
Selain memilih bahan yang sehat, pembuat video juga menekankan pentingnya memperhatikan karakter akar.
Ia menyarankan memilih akar yang sudah berukuran besar, memiliki arah pertumbuhan menarik, serta memperlihatkan kesan tua pada permukaan batang.
Saat melakukan pemotongan, akar sebaiknya diberi jarak agar ruang pertumbuhan akar baru menjadi lebih maksimal.
Menurutnya, bahan dengan karakter alami yang sudah terbentuk akan mempersingkat proses pembentukan bonsai dibanding memulai dari bahan yang masih biasa.
Teknik Ditujukan untuk Mendapatkan Bahan Prospek
Di akhir video, pembuat konten menegaskan bahwa teknik sederhana tersebut dapat menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin mencari bahan bonsai beringin lokal langsung dari alam.
Dengan memilih cabang yang telah memiliki akar, tunas, serta karakter batang yang menarik, peluang memperoleh bahan bonsai prospek dinilai lebih besar.
Ia berharap metode tersebut dapat membantu para penghobi mendapatkan bahan bonsai yang unik tanpa harus menunggu proses cangkok dalam waktu lama.
Video kemudian ditutup dengan ajakan agar para pecinta bonsai mencoba teknik tersebut sesuai kondisi pohon yang ditemukan di lapangan.
Editor : Maylanni Diana Fitri