Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Gen Z Lebih Suka Konten Visual, Tapi Kualitas Berita Tetap Jadi Kunci Lawan Hoaks

Noormalady Usman • Kamis, 16 Juli 2026 | 13:00 WIB
Irfan Anshori : Praktisi Media Sekaligus Ketua PWI Blitar Raya.
Irfan Anshori : Praktisi Media Sekaligus Ketua PWI Blitar Raya.

 

BLITAR KAWENTAR – Generasi Z atau Gen Z kerap mendapat stigma sebagai kelompok yang malas membaca berita. Namun, anggapan tersebut dinilai kurang tepat. Yang berubah bukan kepedulian mereka terhadap berbagai isu, melainkan cara mereka mengonsumsi informasi.

Praktisi media sekaligus Ketua PWI Blitar Raya, Irfan Anshori, menjelaskan bahwa Gen Z tetap memiliki perhatian besar terhadap isu sosial, politik, hingga budaya.

Hanya saja, mereka lebih nyaman memperoleh informasi melalui format visual seperti video pendek, infografis, maupun konten media sosial.

Baca Juga: Cerita Finalis Putri Batik Remaja Indonesia 2026 asal Blitar dari Panggung Kecil ke Ajang Nasional

Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi ini merupakan konsekuensi dari perkembangan teknologi digital yang membuat masyarakat memiliki banyak pilihan dalam mengakses informasi.

Informasi Ringkas dan Visual Jadi Favorit

Saat ini mayoritas Gen Z cenderung memilih konten yang singkat, padat, dan menarik secara visual dibanding membaca artikel panjang. Kebiasaan tersebut membuat informasi lebih mudah diterima dalam waktu singkat.

Meski demikian, perubahan tersebut bukan berarti mereka kehilangan minat terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya. Justru banyak anak muda tetap aktif mengikuti perkembangan isu nasional maupun daerah.

Baca Juga: Cerita Finalis Putri Batik Remaja Indonesia 2026 asal Blitar dari Panggung Kecil ke Ajang Nasional

Gen Z juga dinilai memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai peristiwa, terutama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Mereka hanya menginginkan penyajian informasi yang lebih sesuai dengan karakter generasinya.

Hoaks Menjadi Tantangan Besar

Di balik kemudahan memperoleh informasi melalui media sosial, terdapat tantangan besar berupa maraknya penyebaran hoaks.

Irfan menjelaskan, siapa pun kini dapat menjadi pembuat konten tanpa harus melalui proses jurnalistik. Berbeda dengan media massa yang wajib melakukan verifikasi data, proses penyuntingan, hingga pengecekan fakta sebelum berita dipublikasikan.

Akibatnya, informasi yang belum tentu benar sering kali langsung dipercaya dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Kondisi tersebut membuat Gen Z menjadi kelompok yang cukup rentan terpapar informasi keliru apabila tidak memiliki kemampuan literasi digital yang baik.

Baca Juga: Pentingnya Peran Keluarga dalam Deteksi Kesehatan Mental Remaja, Guru BK SMAN 1 Blitar: Butuh Kepekaan Sosial

Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain.

Media Harus Beradaptasi

Meski lebih menyukai konten visual, Irfan menegaskan bahwa Gen Z bukanlah generasi yang apatis terhadap berbagai persoalan.

Banyak anak muda masih aktif menyuarakan pendapat melalui media sosial, mengikuti diskusi publik, hingga terlibat dalam berbagai aksi sosial maupun demonstrasi ketika menyikapi suatu isu.

Baca Juga: Cerita Duta GenRe Kota Blitar Jadi Teman Curhat Para Remaja

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kepedulian mereka terhadap kondisi masyarakat tetap tinggi.

Menurutnya, tantangan terbesar media saat ini bukan lagi mengajak Gen Z peduli terhadap berita, melainkan menyajikan informasi dengan kemasan yang lebih menarik tanpa mengurangi kualitas jurnalistik.

Media dituntut mampu menghadirkan berita yang cepat, mudah dipahami, serta dikemas dalam berbagai format digital agar lebih mudah menjangkau generasi muda.

Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat tetap terpenuhi, sekaligus mampu bersaing dengan derasnya arus konten di media sosial. (bud/c1/sub)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Konten Visual PWI Blitar Raya Literasi Digital hoaks Gen Z