BLITAR KAEWENTAR – Gemini AI kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah menghadirkan kemampuan baru yang memungkinkan pengguna mengubah foto selfie biasa menjadi foto bergaya studio editorial profesional.
Tren ini menyusul popularitas edit foto Polaroid bersama idol K-Pop yang sempat ramai beberapa waktu lalu.
Kini, pengguna hanya membutuhkan satu foto pribadi untuk mendapatkan hasil layaknya sesi pemotretan profesional.
Berkat kecanggihan Gemini AI, foto sederhana dapat diolah menjadi potret dengan kualitas tinggi, pencahayaan realistis, detail tajam, serta komposisi yang terlihat natural.
Fenomena Gemini AI mengubah selfie menjadi foto studio editorial pun langsung menarik perhatian warganet.
Banyak pengguna membagikan hasil transformasi mereka di berbagai platform media sosial karena dinilai memiliki kualitas visual yang menyerupai hasil kamera profesional.
Kemampuan terbaru Gemini AI memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan generatif yang mampu memahami detail wajah, pencahayaan, warna kulit, hingga komposisi foto secara otomatis.
Hasil akhirnya tampak konsisten tanpa menghilangkan karakter asli pengguna.
Bahkan, foto yang awalnya hanya diambil menggunakan kamera ponsel dapat berubah menjadi potret bergaya editorial seperti hasil pemotretan di studio profesional.
Kelebihan lainnya adalah proses editing berlangsung otomatis sehingga pengguna tidak memerlukan kemampuan desain grafis maupun aplikasi editing yang rumit.
Cukup mengunggah satu foto dan memberikan instruksi atau prompt, sistem AI akan memproses gambar sesuai gaya visual yang diinginkan.
Dalam video tutorial yang beredar, dijelaskan bahwa pengguna hanya perlu menyiapkan dua hal utama.
Pertama adalah satu foto diri dengan kualitas yang cukup jelas. Semakin baik kualitas foto awal, maka hasil akhir yang dihasilkan AI juga cenderung lebih maksimal.
Kedua adalah kumpulan prompt atau perintah yang akan diberikan kepada Gemini AI. Prompt inilah yang menentukan gaya visual foto yang akan dibuat, mulai dari konsep editorial, fashion, formal, hingga berbagai tema lainnya.
Pengguna juga dapat melakukan eksperimen dengan berbagai jenis prompt agar memperoleh hasil yang paling sesuai dengan selera masing-masing.
Proses pembuatannya tergolong sederhana dan dapat dilakukan hanya dalam beberapa langkah.
Pengguna terlebih dahulu membuka halaman Gemini AI melalui perangkat yang digunakan.
Selanjutnya klik ikon tambah atau tombol untuk mengunggah file, kemudian pilih foto pribadi yang akan diedit.
Baca Juga: Cara Belajar Efektif ala Mahasiswa Korea: Pangkas Waktu Kursus, Dongkrak Hasil Ujian
Setelah foto berhasil diunggah, pengguna tinggal memasukkan prompt yang telah disiapkan sebelumnya.
Prompt tersebut dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan apabila ingin mendapatkan gaya foto studio yang berbeda.
Jika seluruh instruksi telah selesai dimasukkan, langkah berikutnya adalah menekan tombol kirim atau submit.
Gemini AI kemudian akan memproses gambar berdasarkan perintah yang diberikan. Waktu pemrosesan relatif singkat, tergantung kompleksitas prompt dan kondisi layanan saat digunakan.
Setelah proses selesai, pengguna dapat melihat hasil transformasi foto dengan tampilan yang jauh lebih profesional dibandingkan foto aslinya.
Salah satu faktor penting dalam menghasilkan foto berkualitas tinggi adalah penggunaan prompt yang tepat.
Baca Juga: Rencana Pemungutan Suara Undang-Undang Kripto Clarity Act Segera Digelar di Senat AS
Prompt berfungsi sebagai instruksi detail bagi AI mengenai konsep foto yang diinginkan. Semakin spesifik deskripsi yang diberikan, semakin sesuai pula hasil gambar yang dihasilkan.
Pengguna dapat mengubah berbagai elemen seperti jenis pencahayaan, warna latar belakang, ekspresi wajah, gaya pakaian, hingga nuansa editorial yang ingin ditampilkan.
Karena itulah banyak kreator konten membagikan kumpulan prompt agar pengguna lain dapat memperoleh hasil foto yang serupa.
Popularitas fitur ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia fotografi semakin berkembang.
Jika sebelumnya tren AI identik dengan pembuatan avatar, foto Polaroid bersama idol K-Pop, hingga ilustrasi bergaya anime, kini perhatian pengguna beralih pada kemampuan menghasilkan foto studio editorial yang tampak realistis.
Kemudahan penggunaan serta kualitas hasil yang semakin baik membuat teknologi AI semakin diminati oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan media sosial, portofolio profesional, maupun sekadar bereksperimen dengan berbagai gaya visual.
Baca Juga: Megawati di Hyundai Hillstate Buat Legenda Voli Korea Menangis Haru Saat Latihan
Dengan hanya satu foto dan prompt yang sesuai, pengguna kini dapat memperoleh hasil layaknya melakukan sesi pemotretan profesional tanpa harus datang ke studio.
Informasi ini disusun berdasarkan transkrip video yang menjelaskan langkah-langkah penggunaan Gemini AI untuk membuat foto editorial secara praktis.
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari