Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik Sport

Pameran Bonsai Piala Presiden: Santigi Bali Seharga Rp1,5 Miliar Milik Kolektor Jakarta Curi Perhatian

Maylanni Diana Fitri • Jumat, 17 Juli 2026 | 19:30 WIB
Bonsai santigi Bali seharga Rp1,5 miliar milik kolektor Jakarta tampil memukau di pameran Piala Presiden setelah dirawat intensif selama 15 tahun lamanya.(pinterest)
Bonsai santigi Bali seharga Rp1,5 miliar milik kolektor Jakarta tampil memukau di pameran Piala Presiden setelah dirawat intensif selama 15 tahun lamanya.(pinterest)

JAKARTA - Sebuah pohon bonsai berjenis santigi (sendigi) asal Bali bernilai fantastis Rp1,5 miliar sukses mencuri perhatian dalam ajang pameran bergengsi Piala Presiden. Tanaman hias berukuran medium dengan tinggi 50 sentimeter tersebut dipamerkan langsung oleh sang pemilik di lokasi acara. Nilai jual yang menembus angka miliaran rupiah ini didorong oleh faktor kematangan karakter dan tingkat kesulitan perawatan selama belasan tahun.

Sang kolektor senior pemilik santigi tersebut mengungkapkan bahwa dirinya berencana untuk segera pindah ke Jakarta. Akibat perpindahan domisili tersebut, ia berniat melepas salah satu koleksi mahakaryanya jika ada peminat yang sanggup membayar mahar sebesar Rp1,5 miliar. Kehadiran pohon premium ini langsung menjadi magnet bagi para pemburu tanaman hias dan kolektor borjuis di area pameran.

Proses kreasi dan perawatan harian tanaman mewah ini membutuhkan dedikasi serta kesabaran yang luar biasa dari pemiliknya. Selain spesimen berharga miliaran tersebut, pameran berskala nasional ini juga menampilkan ratusan kontestan terbaik dari berbagai kelas. Mulai dari kelas madya hingga kelas utama tampak berjajar rapi memanjakan mata setiap pengunjung yang hadir.

Misteri Air dan Perjuangan 15 Tahun Merawat Santigi Bali

Bonsai santigi eksotis asal Pulau Dewata ini ternyata memiliki rekam jejak perawatan yang sangat panjang dan penuh dinamika. Pemiliknya membeberkan bahwa pohon tersebut sudah dirawat dengan penuh ketelatenan sejak tahun 2009 atau selama 15 tahun. Waktu belasan tahun tersebut dihabiskan hanya untuk membentuk proporsi batang bawah hingga percabangan mikro di bagian atas.

Baca Juga: Update Rapat DPR, Kemenkeu, dan Taspen Soal Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiunan 2026: Cek Faktanya di Sini!

Namun, di balik penampilannya yang rimbun dan subur saat ini, pohon tersebut sempat mengalami fase kritis selama 13 tahun. Sang pemilik menceritakan bahwa tanaman hias kesayangannya itu sempat sulit tumbuh subur karena faktor ketidakcocokan air siraman. Bahkan, beberapa perawat bonsai senior seperti Tomo selama 10 tahun dan Pak Ruri selama 3 tahun juga gagal menyuburkannya.

Kondisi kesehatan tanaman baru mengalami lonjakan drastis dalam kurun waktu satu tahun terakhir setelah dipindahkan ke kawasan Bonsai Indah. Di lokasi baru tersebut, kualitas air tanahnya ternyata sangat cocok dengan kebutuhan biologis pohon santigi Bali ini. Alhasil, dalam waktu kurang dari setahun, daun-daunnya mengecil secara maksimal dan tingkat kematangan penampilannya menjadi sangat memukau.

Karakteristik Estetika Keringan Original dan Detail Batu Sumba

Secara arsitektur tanaman, spesimen santigi seharga miliaran rupiah ini memiliki keunggulan anatomi yang sangat langka di kelasnya. Pada bagian batang utama, terdapat dekorasi alami berupa keringan original alias bagian kayu mati yang terbentuk tanpa rekayasa manusia. Kehadiran keringan asli ini mempertegas kesan dramatis layaknya pohon tua berumur ratusan tahun di alam liar.

Baca Juga: Cek Fakta Rapel Gaji Pensiunan 2026 Selama 6 Bulan Cair Agustus, Benarkah Golongan Ini Diuntungkan?

Tidak hanya itu, keserasian penampilan tanaman hias ini juga ditunjang oleh penggunaan elemen dekoratif berupa batu orisinal. Pemiliknya mengonfirmasi bahwa batu pendukung yang melekat di bagian bawah pot tersebut merupakan jenis batu Sumba atau Sulawesi. Perpaduan antara lekukan batang, keringan putih, dan batu karang hitam menciptakan harmoni visual yang dinamis.

Daun-daun pada ranting terkecilnya pun sudah mengalami penyusutan ukuran menjadi sangat mikro akibat proses prunning berkala. Kesabaran sang pemilik dalam memanipulasi ukuran daun ini berbuah manis dengan raihan tempat di ajang Piala Presiden. Struktur perakarannya yang mencengkeram media tanam juga terlihat sangat kokoh, kokoh, dan berkarakter kuat.

Eksplorasi Kelas Madya dan Pesona Subur Cemara Sinensis

Setelah melihat zona santigi premium, area pameran berlanjut menuju deretan pohon yang berkompetisi di posisi Kelas Madya. Di zona ini, perhatian pengunjung tertuju pada sebuah pohon cemara sinensis yang tumbuh dengan tingkat kesuburan luar biasa. Daun-daun hijaunya tampak sangat lebat dan segar meskipun diletakkan di area terbuka pinggir jalan.

Kolektor cemara sinensis tersebut membagikan rahasia mengenai daya tahan dan metode perawatan jenis tanaman hias berkarakter maskulin ini. Menurutnya, jenis sinensis sebenarnya tidak membutuhkan jadwal penyiraman yang terlalu ketat asalkan posisinya sudah menyatu dengan tanah bumi. Karakter dasarnya cenderung tangguh dan akan tumbuh mengikuti pergerakan media tanam di sekitarnya.

Untuk urusan media tanam, sang pemilik merekomendasikan penggunaan tanah campuran khusus untuk hasil pertumbuhan yang paling maksimal. Penggunaan unsur tanah kebun yang dominan terbukti membuat tanaman cemara hias ini menjadi sangat indah dipandang mata. Area stand Bonsai Indah pun dipenuhi oleh deretan tanaman sinensis subur yang membuat pusing para kompetitor.

Tantangan Peranting Serut dan Risiko Sakit Tangan Saat Mencukur

Bergeser ke deretan pohon berikutnya, terdapat tanaman jenis serut yang dikenal memiliki tingkat kesulitan tinggi pada bagian perantingan. Para pebonsai senior mengakui bahwa tantangan terbesar dari pohon serut adalah mempertahankan kerapatan ranting di bagian mahkota atas. Jika pembudidaya tidak rajin melakukan pemangkasan, ranting-ranting bagian dalam akan mengalami kematian secara mendadak.

Proses mencukur kerapatan ranting serut yang sudah matang diakui bisa membuat tangan para pengrajin menjadi sangat sakit. Karakter rantingnya sangat keras mirip dengan pohon ulmus, sehingga membutuhkan penggunaan alat gunting yang benar-benar runcing dan tajam. Pemilik pohon serut di pameran ini mendapatkan acungan jempol karena menunjukkan ketelatenan tingkat satu.

Kelebihan utama dari pohon serut lokal ini terletak pada daya tahan tubuhnya yang sangat kebal terhadap serangan penyakit. Meskipun sesekali terkena hama, penanganannya sangat mudah yaitu tinggal membuang seluruh daunnya sampai gundul dan bersih. Setelah daun lamanya dibuang, tunas baru yang lebih sehat dan rapat akan langsung meletup keluar.

Keindahan Alur Batang Anting Putri Nomor Peserta 106

Di sudut lain pameran, tanaman anting putri dengan nomor peserta 106 menjadi pusat perhatian karena ukuran lingkar batangnya yang raksasa. Anatomi pohon anting putri ini dinilai sangat jenius dalam hal penempatan cabang dan alur gerak dasar batangnya. Penonton dibuat kagum karena penataan cabangnya sangat pas dan tidak saling menghalangi pandangan mata.

Meskipun kondisi daun dan rantingnya tumbuh sangat padat, alur utama dari pangkal batang hingga ujung pucuk tetap terlihat jelas. Keunggulan ini membuat nilai ekonomi dari tanaman anting putri bersangkutan bergerak naik secara eksponensial di pasaran. Semakin matang struktur perantingannya, maka harga jual di kalangan kolektor juga akan menjadi semakin mahal.

Nilai tambah lain dari pohon anting putri adalah kemampuannya mengeluarkan aroma wangi yang sangat harum saat bunganya bermekaran. Sektor perakarannya juga mendapatkan penataan radial yang sangat rapi di sekeliling permukaan media tanam pot datar. Metode pembagian perantingan dilakukan melebar ke samping agar pasokan sinar matahari bisa merata hingga bagian bawah.

Sentuhan Unik Spesimen Mini Berbalut Lumut Lentur

Sebagai penutup zona inspirasi, pameran ini menampilkan koleksi bonsai berukuran kecil namun memiliki tingkat liukan batang yang luar biasa. Spesimen unik ini disajikan secara minimalis dengan balutan lumut hijau segar dan batu alam di sekeliling potnya. Kehadiran lumut yang sangat lentur ini berfungsi menjaga kestabilan tingkat kelembapan media tanam pohon.

Meskipun penampilannya sangat mewah, pemiliknya mengakui bahwa bagian bawah atau sektor pot tanaman ini belum siap maksimal. Ukuran pot yang digunakan saat ini dinilai masih terlalu tebal sehingga sedikit mengurangi proporsi keindahan pohon mini tersebut. Tampilan terbaik dari pohon misterius berdaun kecil ini akan tercapai saat kuncup bunganya mulai bermekaran serentak.

Secara keseluruhan, pameran Piala Presiden tahun ini berhasil menyajikan informasi sekaligus sumber inspirasi segar bagi para pencinta tanaman hias nasional. Setiap pohon yang dipajang membawa pesan tentang pentingnya sebuah proses kesabaran, waktu, dan ketelatenan tangan dalam melahirkan karya seni.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: zuka zuka balibonsai
pameran bonsai Piala Presiden 5 miliar Bonsai Indah anting putri juara harga bonsai premium