Review Samsung A57 vs Samsung A56: Harga Launching Lebih Mahal, Apakah Cuma Kelihatan Upgrade atau Layak Beli?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 18:50 WIB
Review perbandingan Samsung A57 vs Samsung A56. Mengulas spesifikasi layar Super AMOLED Plus, uji performa Exynos 1680, fitur kamera, dan One UI 8.5.(pinterest)
Review perbandingan Samsung A57 vs Samsung A56. Mengulas spesifikasi layar Super AMOLED Plus, uji performa Exynos 1680, fitur kamera, dan One UI 8.5.(pinterest)

JAKARTA - Kehadiran lini ponsel pintar kelas menengah teranyar dari Samsung selalu berhasil memicu perhatian besar dari para pencinta gawai di tanah air. Kemunculan produk terbaru Samsung A57 digadang-gadang membawa lompatan teknologi yang jauh lebih mutakhir untuk meneruskan kesuksesan generasi pendahulunya. Namun, setelah dilakukan pengujian langsung secara mendalam, perbedaan performa dan fitur di antara kedua perangkat ini ternyata tergolong sangat tipis.

Kondisi tersebut sontak memicu perdebatan hangat di kalangan konsumen lantaran harga awal peluncuran Samsung A57 dipatok jauh lebih tinggi. Konsumen yang berniat menebus gawai baru ini harus merogoh kocek di kisaran harga Rp7 hingga Rp8 jutaan di pasar domestik. Beruntung, pihak pabrikan menyertakan paket promo berupa gratis peningkatan kapasitas penyimpanan (free upgrade storage) guna membuat penawaran tersebut terasa sedikit lebih masuk akal.

Kenaikan harga yang cukup signifikan ini tentu melahirkan tanda tanya besar mengenai nilai tambah riil yang didapatkan oleh konsumen. Alih-alih membawa perombakan total, beberapa aspek estetika premium pada Samsung A56 justru dinilai masih jauh lebih unggul. Bahkan, terdapat sebuah fakta mengejutkan di mana fitur penting yang sebelumnya terintegrasi pada seri pendahulu kini justru dipangkas.

Transformasi Visual Layar Super AMOLED Plus yang Lebih Tipis

Menelisik spesifikasi teknis di atas kertas, sektor layar Samsung A57 sekilas tidak memperlihatkan adanya perombakan yang masif. Kedua perangkat ini kompak mengandalkan panel seluas 6,7 inci dengan tingkat kecerahan maksimal 1.200 nits dan resolusi tajam Full HD Plus. Navigasi harian juga dijamin tetap mulus berkat dukungan tingkat penyegaran (refresh rate) adaptif yang mencapai 120 Hz.

Baca Juga: Dell Latitude 7430 Bekas Rp8 Jutaan, Laptop Bisnis Premium dengan Performa dan Layar Menjanjikan

Kendati demikian, Samsung menerapkan pembaruan arsitektur panel pada suksesornya dengan mengadopsi teknologi layar Super AMOLED Plus. Karakteristik dari panel baru ini memiliki struktur fisik yang jauh lebih tipis dibandingkan model standar. Berkat pengurangan ketebalan komponen visual tersebut, ukuran bingkai layar (bezel) pada Samsung A57 kini berhasil dipangkas menjadi sedikit lebih ramping.

Sentuhan estetika modern ini juga disempurnakan lewat pengecilan diameter lubang kamera depan (punch-hole) yang membuatnya terlihat lebih bersih. Namun, dalam skenario penggunaan harian yang normal, perbedaan ketipisan bingkai ini sebenarnya tidak akan terlalu terasa secara signifikan. Keputusan untuk melakukan transisi perangkat hanya demi tampilan kosmetik layar depan tentu akan kembali pada preferensi personal masing-masing pengguna.

Dilema Bobot Ringan Kontra Kesan Material Premium

Arah kebijakan rancang bangun bodi dari Samsung A57 terlihat sangat berfokus pada aspek ergonomi dan kenyamanan genggaman. Ketebalan total bodi perangkat ini berhasil dipangkas hingga 0,5 mm atau setara dengan setengah ketebalan kartu ATM konvensional. Tak hanya tampil lebih ramping, bobot total perangkat baru ini juga menyusut hingga 19 gram lebih ringan jika dikomparasikan langsung.

Baca Juga: Lenovo ThinkPad T470s Bekas Rp3 Jutaan, Laptop Murah untuk Kerja dan Kuliah?

Meskipun tangguh dari segi portabilitas, Samsung A56 justru dinilai mampu menyajikan impresi material yang jauh lebih mewah dan kokoh. Walau kedua ponsel cerdas ini sama-sama menggunakan bingkai utama berbahan aluminium, proses akhir (finishing) pada bodi pendahulu memiliki tekstur khusus. Sementara itu, area bingkai eksterior pada Samsung A57 kini dirancang dengan karakteristik yang cenderung lebih polos dan halus.

Perbedaan kualitas material juga merambah ke area kompartemen lensa kamera belakang gawai. Bingkai pelindung kamera belakang Samsung A56 masih konsisten memanfaatkan material metal aluminium yang kokoh. Sebaliknya, komponen pelindung lensa pada seri suksesornya kini telah dialihkan menggunakan material yang menyerupai kaca buram transparan. Untungnya, tata letak fungsional seperti modul speaker stereo, interkoneksi port, tombol fisik, hingga dukungan dual nano SIM masih dipertahankan sama persis.

Fitur Keamanan One UI 8.5 dan Lonjakan Performa Eksklusif

Beralih ke sektor keamanan biometrik, kedua gawai ini masih mengandalkan sensor pemindai sidik jari di dalam layar (in-display fingerprint) jenis optik. Tingkat akurasi pemindaian pada Samsung A57 kini diklaim jauh lebih presisi berkat optimalisasi kecerdasan buatan. Peningkatan performa ini sejatinya murni bersumber dari pembaruan perangkat lunak sistem antarmuka One UI 8.5 yang menyediakan menu pemindaian ulang sidik jari.

Sistem operasi paling mutakhir tersebut turut membawa fungsionalitas proteksi tambahan seperti pembaruan berkala pada menu Auto Blocker. Pengguna kini dapat mengatur aktivasi otomatis fitur proteksi setelah dinonaktifkan selama durasi 30 menit, serta kehadiran fitur kunci otentikasi kegagalan (fail authentication lock). Mengingat fitur ini berbasis perangkat lunak, pengguna Samsung A56 dipastikan akan menikmati fasilitas serupa setelah mendapatkan jadwal pembaruan sistem operasi.

Untuk urusan performa komputasi dapur pacu, Samsung A57 sudah ditenagai oleh chipset generasi terbaru Exynos 1680. Komparasi pengujian sintetis melalui aplikasi AnTuTu Benchmark Versi 11 menunjukkan adanya selisih peningkatan skor sekitar 100.000 poin. Dalam penggunaan harian, lompatan performa dari Exynos 1580 ke generasi terbaru ini tidak memperlihatkan perbedaan kecepatan yang drastis. Perangkat baru ini hanya sedikit lebih diuntungkan lewat pergerakan animasi menu yang terasa lebih mengalir berkat optimalisasi terintegrasi dari One UI 8.5.

Konsistensi Sektor Daya dan Peningkatan Ketahanan Air IP68

Sektor manajemen daya menjadi salah satu bagian yang cukup disayangkan karena tidak mendapatkan perubahan spesifikasi. Pihak pabrikan memilih untuk mempertahankan kapasitas baterai di angka 5.000 mAh dengan teknologi pengisian daya cepat 45 Watt. Kebijakan ini sejatinya masih tergolong sangat baik karena fitur pengisian daya Super Fast Charging 2.0 umumnya menjadi menu eksklusif untuk lini gawai kasta tertinggi.

Lompatan proteksi fisik yang cukup berarti terletak pada peningkatan sertifikasi ketahanan terhadap air dan partikel debu. Dari semula mengantongi sertifikasi IP67, daya tahan bodi pada Samsung A57 kini telah resmi ditingkatkan menuju kelas IP68. Kendati memberikan rasa aman yang lebih tinggi dari risiko kerusakan akibat air, fitur proteksi ekstra ini jarang memberikan dampak langsung pada skenario aktivitas harian yang normal.

Untuk urusan komitmen dukungan sistem operasi jangka panjang, kedua perangkat ini hanya terpaut selisih waktu yang sangat tipis. Suksesor teranyar ini dijanjikan akan terus mendapatkan dukungan pembaruan berkala hingga tahun 2032 mendatang. Sementara untuk seri pendahulunya, masa jaminan pembaruan firmware akan disokong hingga tahun 2031, yang mana durasi tersebut sudah sangat mumpuni untuk siklus pakai sebuah ponsel pintar.

Pemangkasan Fitur Kamera Rekam Ganda dan Kesimpulan

Membahas sektor dokumentasi visual, konfigurasi sensor yang tertanam pada kedua perangkat ini identik secara keseluruhan. Keduanya mengusung susunan kamera utama 50 megapiksel, lensa sudut lebar ultrawide 12 megapiksel, sensor makro 5 megapiksel, serta kamera swafoto 12 megapiksel. Hasil tangkapan foto maupun stabilitas perekaman video 4K 30 FPS dari kedua gawai ini menyajikan kualitas visual yang seragam.

Menariknya, karakteristik optik dari kamera utama Samsung A56 justru mampu memproduksi efek buram latar belakang (bokeh) yang lebih dramatis saat mengisolasi objek terdekat. Sedangkan lensa kamera belakang Samsung A57 cenderung memaksakan ketajaman detail yang merata hingga ke area latar belakang foto. Ironisnya, konsumen harus kehilangan fitur perekaman ganda (dual recording), mode single take, serta opsi filter video instan yang kini resmi absen dari menu kamera bawaan seri terbaru.

Secara garis besar, peluncuran produk teranyar ini bukan merupakan sebuah lompatan teknologi yang revolusioner, melainkan sebuah fase penyempurnaan skala kecil. Bagi para pengguna setia yang saat ini telah memiliki Samsung A56, langkah untuk melakukan upgrade perangkat dirasa kurang mendesak dan kurang bernilai ekonomis. Namun, bagi konsumen yang berniat mengganti gawai lama dari generasi yang jauh lebih lawas, Samsung A57 tetap menjadi opsi investasi yang paling aman berkat usia dukungan sistem yang lebih panjang.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Santertainment Indonesia
harga Samsung A57 Samsung A57 Review Samsung A57 Spesifikasi Samsung A57 samsung a56