JAKARTA - Raksasa teknologi Xiaomi kembali menggebrak pasar ponsel pintar kelas pemula (entry-level) Indonesia dengan meluncurkan suksesor dari salah satu produk paling laris mereka. Kehadiran Redmi 14C diprediksi akan melanjutkan tongkat estafet kesuksesan generasi pendahulunya, Redmi 13C, yang sempat menjadi senjata utama dan mendongkrak posisi Xiaomi menjadi nomor satu di Indonesia pada kuartal kedua 2024. Meluncur dengan harga jual yang sama persis saat rilis perdana, gawai terbaru ini membawa sejumlah peningkatan spesifikasi yang menarik untuk disimak.
Strategi Xiaomi mempertahankan harga di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta tergantung varian memori ini dinilai sebagai langkah jitu untuk menguasai pasar ponsel murah harian. Sebagai gambaran popularitas pendahulunya di ranah digital, video ulasan seri terdahulu bahkan sukses menembus angka 4,1 juta penonton. Kini, Redmi 14C hadir sebagai calon ponsel sejuta umat berikutnya dengan menawarkan formula serupa, namun dibekali beberapa peningkatan fitur yang signifikan.
Meskipun berada di kelas harga yang sangat terjangkau, perangkat ini tidak dilepas begitu saja tanpa daya pikat baru. Evaluasi langsung terhadap gawai buatan Indonesia ini memperlihatkan kombinasi unik antara efisiensi biaya cetakan pabrik, peningkatan perangkat keras, serta beberapa catatan minor yang wajib diperhatikan oleh calon konsumen sebelum membelinya.
Desain Elegan Starry Blue Bermotif Bintang dan Misteri Tempelan Kotak
Menatap penampilan fisiknya, varian warna Starry Blue dari Redmi 14C ini menyuguhkan impresi visual yang sangat niat dan mewah untuk sebuah ponsel pintar di kelas harganya. Panel belakang bodi gawai mampu memancarkan efek kilauan sinar matahari yang bergerak menyerupai garis edar bintang dalam teknik fotografi time-lapse (Star Trails). Selain kelir biru yang unik tersebut, Xiaomi juga menyediakan varian warna Midnight Black yang polos untuk konsumen yang menyukai kesan aman, serta varian warna Purple berbalut ungu muda yang elegan.
Baca Juga: Dell Latitude 5410, Laptop Second Rp3 Jutaan yang Masih Layak untuk Kerja Harian
Bahasa desain bodi belakangnya kini berubah drastis dengan menerapkan kompartemen kamera berbentuk bulat besar di bagian tengah, mirip dengan estetika gawai kelas atas seperti OPPO Find X atau Huawei Mate. Bingkai bodi sampingnya dirancang dengan konsep serba rata (flat) yang kekinian. Kendati rumah kameranya terlihat sangat masif, gawai ini sejatinya hanya mengandalkan konfigurasi kamera ganda terintegrasi, yang ditemani oleh sebuah lampu LED flash pada area bulatan tersebut.
Hal unik justru ditemukan pada kemasan kotak penjualan luar yang tata letak, warna, hingga jenis hurufnya sangat identik dengan kotak Redmi 13C terdahulu. Pihak pabrikan tampak menggunakan trik efisiensi dengan menempelkan stiker revisi spesifikasi baru seputar ukuran layar 6,88 inci dan dukungan fitur NFC pada permukaan kotak. Langkah tambal sulam cetakan ini diduga kuat sengaja dilakukan demi menghemat ongkos produksi kemasan di pabrik.
Kejutan Charger 33 Watt dan Kehadiran Slot Memori Eksternal 1 TB
Beralih ke sektor kelengkapan aksesoris, konsumen patut memberikan apresiasi tinggi kepada Xiaomi dalam menyusun isi kompartemen kotak penjualan Redmi 14C. Di dalam kemasan, pengguna akan langsung mendapatkan sebuah komponen pin pelontar kartu SIM (SIM ejector), buku panduan petunjuk cepat, kartu kebijakan garansi resmi selama 15 bulan, serta sebuah pelindung casing silikon transparan.
Kejutan terbesar terletak pada unit kepala pengisi daya (adapter charger) bawaan yang memiliki spesifikasi output daya hingga 33 Watt. Pemberian ini tergolong sangat mewah mengingat sistem manajemen daya internal pada Redmi 14C ini sebenarnya hanya mendukung kecepatan pengisian daya maksimal di angka 18 Watt. Langkah tersebut merupakan peningkatan besar dibanding generasi lalu yang hanya dibekali kepala charger 10 Watt, sekaligus memicu dugaan bahwa Xiaomi sedang menghabiskan sisa pasokan stok charger 33 Watt mereka.
Untuk urusan konektivitas dan fungsionalitas tombol, gawai ini meletakkan lubang audio jack 3,5 mm di sisi atas bodi, serta tombol volume dan tombol daya yang merangkap sebagai sensor sidik jari (fingerprint) di sisi kanan bodi. Pada area bawah, terdapat mikrofon tunggal, port USB Type-C, dan komponen speaker mono. Sedangkan di sisi kiri bodi, tersemat kompartemen kartu SIM bertipe triple slot yang sangat fungsional untuk menampung dua kartu nano SIM bersamaan dengan satu kartu memori eksternal Micro SD hingga kapasitas 1 TB.
Rekomendasi Varian Memori dan Ketahanan Baterai Masif 5.160 Miah
Perangkat harian dari Xiaomi ini meluncur ke pasaran dengan menawarkan dua opsi kombinasi kapasitas ruang penyimpanan yang berbeda. Varian paling ekonomis dibekali memori RAM fisik sebesar 6 GB dengan media penyimpanan internal berkapasitas 128 GB. Sementara jika konsumen memiliki dana ekstra sebesar Rp300 ribu, sangat disarankan untuk memilih varian tertinggi yang mengusung memori RAM 8 GB serta kapasitas penyimpanan internal mencapai 256 GB yang berukuran dua kali lipat lebih lapang.
Sektor pasokan daya mengalami peningkatan kapasitas yang cukup berarti jika dibandingkan dengan seri pendahulunya. Redmi 14C kini mengemas baterai internal masif berkapasitas 5.160 mAh, alias mengalami kenaikan sebesar 160 mAh dari baterai seri terdahulu. Baterai berkapasitas besar ini sudah berjalan menggunakan dukungan sistem operasi teranyar Xiaomi HyperOS yang memiliki efisiensi daya yang tergolong baik untuk menopang kebutuhan harian.
Ponsel ini dipastikan sangat andal untuk menemani aktivitas pengguna yang gemar menikmati konten multimedia dalam durasi panjang, seperti membaca artikel digital maupun menonton video streaming. Hanya saja, jenis media penyimpanan internal yang digunakan gawai ini masih berbasis pada tipe eMMC yang memiliki kecepatan baca dan tulis data yang tergolong standar di kelas murah, sehingga konsumen tidak bisa mengharapkan kecepatan proses memuat data sekencang tipe memori UFS yang biasa ditemukan pada ponsel kelas Rp2 jutaan.
Pembuktian Layar Luas 120 Hz dan Uji Performa Chipset Helio G81
Menatap sektor visual depan, Redmi 14C membawa panel layar yang berukuran jauh lebih lapang dari semula 6,74 inci kini meluas menjadi 6,88 inci. Desain kamera depannya masih mempertahankan bentuk poni bergaya tetesan air dengan ukuran bingkai dagu bawah layar yang terhitung tebal khas ponsel ramah kantong. Tingkat kecerahan layar (brightness) perangkat ini juga tergolong standar, di mana pengguna harus menggeser bar kecerahan hingga kisaran 80 persen agar visual tetap terlihat jelas di dalam ruangan studio, namun detailnya akan sedikit menantang saat dipakai langsung di bawah terik matahari.
Nilai jual mengejutkan dari panel layar gawai ini adalah dukungannya terhadap tingkat penyegaran layar refresh rate yang mampu menyentuh angka 120 Hz. Saat diuji, sistem antarmuka akan secara dinamis naik-turun di kisaran 90 Hz hingga 120 Hz demi menghemat konsumsi daya baterai. Sayangnya, kecepatan penyegaran layar yang tinggi ini belum dioptimalisasi untuk aplikasi populer seperti YouTube yang secara sistem masih terkunci di angka 60 Hz saja tanpa opsi pengaturan manual di menu setelan.
Untuk urusan dapur pacu, gawai ini ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G81 yang pada dasarnya merupakan hasil penamaan ulang (rebranding) dari chipset Helio G80 dan memiliki spesifikasi yang sangat identik dengan Helio G85. Berdasarkan data pengujian, unit pengolah grafis (GPU) pada Helio G81 ini memiliki kecepatan detak (clock speed) yang terpangkas tipis sebesar 50 MHz atau sekitar 5 persen lebih rendah dari Helio G85. Dampak dari penurunan minor ini dipastikan tidak akan terlalu terasa secara signifikan pada skenario pemakaian harian pengguna.
Hasil Uji Gaming Mobile Legends dan Derita eMMC di Game Genshin Impact
Ketika diajak menguji performa nyata untuk bermain game kompetitif Mobile Legends menggunakan varian memori RAM 6 GB, Redmi 14C mampu menyuguhkan performa yang tergolong memuaskan di kelas harganya. Ponsel cerdas ini sanggup membuka pilihan setelan frame rate tingkat High (maksimal 60 FPS) dengan kualitas grafis tingkat High. Sepanjang jalannya permainan pada mode Brawl yang ramai akan efek visual skill, gawai mampu mempertahankan perolehan rata-rata di atas 55 FPS dengan sandungan frame drop yang terhitung sangat tipis dan minim.
Namun, pengalaman bermain yang kontras akan langsung dirasakan pengguna ketika mencoba memaksakan perangkat untuk mengeksekusi game berat sekelas Genshin Impact. Menggunakan varian memori tertinggi yakni RAM 8 GB, kendala pertama langsung muncul dari lamanya proses kompilasi data (compiling shaders) yang memakan waktu hingga lebih dari 20 menit akibat kecepatan baca tipe memori eMMC yang lambat. Saat berhasil masuk ke dalam permainan dengan setelan grafis terendah (Lowest), performa bingkai gambar yang didapatkan berada konsisten di bawah angka 30 FPS.
Sepanjang jalannya permainan Genshin Impact, gawai sering kali mengalami kendala patah-patah visual (framing) yang cukup mengganggu kenyamanan. Terjadi jeda penundaan respon kendali (delay) berkisar antara setengah hingga satu detik saat pengguna menekan tombol untuk melakukan gerakan berlari (sprint), ditambah dengan adanya distorsi patah-patah pada sektor keluaran audio game. Perangkat pemula ini disimpulkan kurang cocok untuk menangani game dengan beban kerja grafis yang masif, sehingga pengguna harus tahu diri dan senantiasa mengingat batas kemampuan harga gawainya.
Kualitas Kamera 50 MP Melampaui Ekspektasi dan Catatan Speaker Mono
Membahas spesifikasi lensa, dari dua bulatan lensa belakang yang tersedia, gawai ini sejatinya hanya mengandalkan performa kerja dari satu sensor kamera utama yang memiliki resolusi 50 Megapiksel berteknologi AI. Kendati demikian, performa jepretan foto yang dihasilkan oleh kamera utama Redmi 14C ini sukses memberikan kejutan yang melampaui ekspektasi awal untuk sebuah ponsel murah berbanderol Rp1,5 jutaan.
Saat dipakai mengambil gambar pada kondisi luar ruangan dengan pencahayaan yang melimpah, reproduksi warna yang dihasilkan tampak keluar dengan karakter yang cerah, hidup, dan sama sekali tidak berkesan kusam, dibarengi dengan tingkat detail objek yang tergolong apik. Kualitas foto di dalam ruangan juga terjaga dengan baik tanpa gangguan bercak noise yang berlebihan, sebuah kelebihan yang jarang ditemukan pada HP murah yang mengandalkan chipset kelas bawah kompetitor. Kemampuan pengambilan foto malam hari (low light) juga teruji aman dan tetap menghasilkan gambar yang bagus bahkan tanpa mengaktifkan mode malam (night mode). Ketika mode malam diaktifkan, sistem akan bekerja meredam pendaran cahaya lampu di sekitar objek agar terlihat lebih rapi dan jinak.
Sayangnya, sektor kualitas keluaran audio menjadi kelemahan paling fatal pada perangkat Redmi 14C ini. Performa komponen speaker tunggal (mono) yang tertanam di bagian bawah bodi terdengar kurang memuaskan dengan karakter suara yang meleber, cempreng, serta kehilangan detail instrumen musik yang jernih akibat kompresi yang terlalu pekat dan absennya kedalaman efek bass. Kualitas audio speaker ini mendapatkan penilaian yang tergolong rendah jika dikomparasikan dengan ponsel kompetitor lain di rentang harga yang setara.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: Gadgetin