Review Redmi 14C: HP Murah Rp1 Jutaan Terbaru Xiaomi dengan Layar 120Hz, Ini Deretan Kelebihan dan Kekurangannya!

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:10 WIB
Ulasan kelebihan dan kekurangan Redmi 14C Indonesia. HP Rp1 jutaan terbaru dengan layar 120Hz, baterai 5.160 mAh, HyperOS, dan performa Helio G81 Ultra.(pinterest)
Ulasan kelebihan dan kekurangan Redmi 14C Indonesia. HP Rp1 jutaan terbaru dengan layar 120Hz, baterai 5.160 mAh, HyperOS, dan performa Helio G81 Ultra.(pinterest)

JAKARTA - Persaingan pasar gawai kelas pemula (entry-level) di tanah air kembali memanas setelah Xiaomi resmi memboyong produk teranyar mereka. Kehadiran Redmi 14C menjadi jawaban bagi konsumen yang menginginkan ponsel cerdas harian berfitur modern dengan harga yang sangat ramah kantong. Ponsel pintar ini hadir sebagai suksesor langsung dari Redmi 13C yang sempat mendulang sukses besar saat dilepas ke pasar pada akhir tahun lalu.

Langkah Xiaomi meluncurkan perangkat ini langsung menarik perhatian besar dari para pencinta gadget di Indonesia. Pabrikan asal Tiongkok tersebut membawa sejumlah perombakan yang cukup berani, terutama pada sektor tampilan luar yang kini terlihat sangat kontras. Berbeda dengan bahasa desain khas Xiaomi sebelumnya, perangkat baru ini justru tampil dengan estetika visual yang lebih segar dan unik.

Meskipun menyasar segmen harga Rp1 jutaan, gawai ini dipersenjatai dengan kombinasi spesifikasi yang dirancang untuk mendukung aktivitas multimedia harian. Evaluasi mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan perangkat ini sangat penting disimak agar calon pembeli mendapatkan gambaran yang utuh sebelum melakukan transaksi.

Peningkatan Visual Layar Jumbo 6,88 Inci Didukung Refresh Rate 120Hz

Daya tarik utama yang langsung terlihat dari gawai entry-level terbaru ini terletak pada ukuran panel layarnya yang dirancang sangat lapang. Layar Redmi 14C kini membentang seluas 6,88 inci yang secara otomatis memberikan pengalaman menonton video streaming menjadi jauh lebih puas. Ukuran ini merupakan sebuah peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan seri pendahulunya yang hanya mentok pada ukuran diagonal 6,74 inci.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop Gaming Rp10-15 Juta 2026, Lenovo LOQ hingga Acer Nitro Lite Jadi Pilihan Terbaik

Panel yang digunakan tetap mengandalkan teknologi IPS LCD yang mampu menyuguhkan ketajaman visual yang tergolong baik di kelasnya. Untuk urusan resolusi gambar, ponsel cerdas ini menawarkan kualitas visual tajam beresolusi HD Plus atau sebesar 720 x 1612 piksel. Layar tersebut juga memiliki tingkat kerapatan gambar yang tergolong ideal untuk mata pengguna harian, yakni menyentuh angka 260 PPI (pixel per inch).

Satu hal yang menjadi lompatan besar pada sektor visual gawai murah ini adalah implementasi fitur tingkat penyegaran layar yang sangat tinggi. Layar depan perangkat ini sudah mendukung fitur refresh rate hingga kecepatan 120 Hz yang menjamin pergerakan menu terasa sangat mulus. Kehadiran fitur premium di kelas harga Rp1 jutaan ini tentu menjadi senjata utama Xiaomi untuk memikat hati para konsumen muda.

Performa Dapur Pacu Chipset MediaTek Helio G81 Ultra dan Ekspansi RAM Virtual

Beralih ke sektor performa dapur pacu, spesifikasi Redmi 14C ditenagai oleh chipset terbaru besutan MediaTek, yaitu Helio G81 Ultra. Kehadiran prosesor baru ini sempat memicu perdebatan di kalangan pengguna yang menganggapnya sebagai sebuah penurunan (downgrade) dari Helio G85. Namun pada faktanya, arsitektur dasar yang tertanam di dalam Helio G81 Ultra ini sepenuhnya sama persis dengan chipset Helio G85.

Baca Juga: Dell Latitude 7430 Bekas Rp8 Jutaan, Laptop Bisnis Premium dengan Performa dan Layar Menjanjikan

Chipset handal ini dirancang menggunakan teknologi proses manufaktur fabrikasi 12 nanometer yang efisien dalam mengelola suhu bodi perangkat. Unit pemrosesan pusatnya mengandalkan delapan inti (octa-core) yang terdiri dari dua inti performa Cortex-A75 berkecepatan 2 GHz. Selain itu, terdapat enam inti hemat daya Cortex-A55 berkecepatan 1,8 GHz yang ditemani oleh unit pengolah grafis GPU Mali-G52 MP2 berfrekuensi 950 MHz.

Untuk urusan kapasitas ruang penyimpanan, Xiaomi menyediakan opsi memori RAM berteknologi LPDDR4X dengan pilihan kapasitas sebesar 6 GB atau 8 GB. Menariknya, terdapat fitur Extended RAM yang mampu menduplikasi kapasitas RAM secara virtual hingga 8 GB dengan meminjam memori internal, sehingga total RAM bisa menyentuh 16 GB. Opsi kapasitas penyimpanan internal bawaan gawai tersedia dalam dua pilihan luas, yakni 128 GB dan 256 GB, lengkap dengan slot Micro SD eksternal.

Ketahanan Daya Baterai 5.160 Miah dan Adopsi Sistem Operasi HyperOS

Urusan manajemen pasokan daya menjadi salah satu kelebihan mutlak yang ditawarkan oleh ponsel pintar ramah kantong besutan Xiaomi ini. Redmi 14C dibekali oleh baterai internal berkapasitas masif mencapai angka 5.160 mAh untuk menopang segala rutinitas mobilitas harian pengguna. Kapasitas baterai yang besar ini terbukti menyajikan daya tahan operasional yang sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan seri terdahulu.

Berdasarkan klaim pengujian internal dari pihak Xiaomi, baterai tangguh gawai ini sanggup bertahan hidup hingga durasi 22 jam untuk memutar video. Selain itu, perangkat juga diklaim kuat dipakai melakukan panggilan telepon selama 42 jam, serta memiliki masa siaga (standby) hingga 21 hari. Proses pengisian daya baterai juga didukung oleh teknologi pengisian cepat dengan kecepatan output yang tergolong cukup baik di kelas pemula, yakni 18 Watt.

Kelebihan menarik lainnya dari gawai ini adalah pengguna sudah bisa langsung menikmati ekosistem sistem operasi teranyar yakni HyperOS sejak pertama kali mengaktifkannya. Hal ini menjadi pembeda jelas dari seri terdahulu yang saat meluncur ke pasaran masih mengadopsi antarmuka lawas MIUI. Sistem HyperOS menyuguhkan pengalaman penggunaan yang lebih segar dengan tampilan visual menu yang jauh lebih minimalis dan sederhana.

Misteri Desain Rumah Kamera Bulat Masif dan Hasil Sensor Utama 50 MP

Menatap area bodi panel bagian belakang, mata pengguna akan langsung tertuju pada modul kamera yang dirancang dengan bentuk bulatan besar di bagian tengah. Langkah berani Xiaomi mengubah desain ini menuai beragam respon, karena bentuknya dinilai meniru estetika produk Transsion Holdings seperti Tekno Spark 30C. Rumah kamera berukuran masif tersebut dihiasi oleh empat bulatan lingkaran kecil di bagian dalamnya yang sekilas tampak seperti susunan empat lensa kamera canggih.

Namun konsumen disarankan tidak salah fokus, karena perangkat ini sejatinya hanya mengandalkan performa dari satu lensa kamera utama saja. Tiga bulatan lingkaran lainnya di dalam modul tersebut diisi oleh komponen lampu LED flash, sensor kedalaman (depth sensor), serta dekorasi tulisan estetika pelengkap. Meskipun hanya satu lensa aktif, kualitas foto kamera utama beresolusi 50 Megapiksel dengan bukaan f/1.8 ini sudah dibekali fitur fokus otomatis PDAF.

Proses pengambilan gambar pada kamera belakang juga terasa optimal berkat dukungan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta integrasi sistem Xiaomi Imaging Engine. Perpaduan sistem ini membuat pemrosesan foto berjalan lebih cepat sehingga momen berharga pengguna tidak akan terlewatkan. Sedangkan untuk kebutuhan swafoto di bagian depan bodi gawai, Xiaomi membenamkan sebuah kamera lensa tunggal yang mengusung resolusi sebesar 13 Megapiksel dengan bukaan f/2.0.

Catatan Kekurangan: Absennya Lensa Ultrawide, Speaker Mono, dan Memori eMMC

Di balik deretan kelebihan memikat yang ditawarkan, ponsel pintar Redmi 14C ini tentu tidak luput dari beberapa catatan kekurangan minor khas gawai murah. Sektor kamera menjadi area pertama yang mendapatkan pemangkasan fitur fungsionalitas secara sengaja demi menekan harga jual. Perangkat ini tidak dibekali lensa sudut lebar (ultrawide), bahkan lensa makro yang sempat hadir di seri pendahulunya kini terpaksa hilang dan digantikan oleh lensa sensor kedalaman.

Kemampuan dokumentasi perekaman videonya juga tergolong standar dan kurang disarankan untuk kebutuhan pembuatan konten kreator video profesional. Kualitas rekaman maksimal kamera belakang maupun depan hanya mampu menyentuh resolusi format 1080p pada kecepatan bingkai 30 FPS saja. Selain itu, absennya fitur penstabil gambar (stabilization) membuat hasil rekaman video akan terasa bergoyang dan berguncang saat diambil dalam kondisi berjalan.

Catatan kekurangan krusial berikutnya terletak pada sektor keluaran audio yang hanya mengandalkan satu unit komponen speaker tunggal (mono). Pemangkasan komponen suara ini membuat dentuman audio yang dihasilkan terasa kurang mantap dan kurang memuaskan untuk kebutuhan hiburan. Terakhir, jenis media memori penyimpanan internal yang ditanamkan pada perangkat ini masih berbasis pada tipe eMMC lawas, yang secara kecepatan proses data tentu berada di bawah performa memori tipe UFS.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Gadget Me
Redmi 14C Spesifikasi Redmi 14C Harga Redmi 14C Kelebihan dan Kekurangan Redmi 14C Helio G81 Ultra