Review Samsung A56 vs Galaxy A36: Duel Sengit HP Midrange Rp1 Juta, Pilih Performa Exynos 1580 atau Hemat Budget?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:15 WIB
Review komparasi Samsung A56 vs Galaxy A36 terbaru. Simak perbedaan performa Exynos 1580, kecepatan memori UFS 3.1, kualitas kamera, dan fitur AI.(pinterest)
Review komparasi Samsung A56 vs Galaxy A36 terbaru. Simak perbedaan performa Exynos 1580, kecepatan memori UFS 3.1, kualitas kamera, dan fitur AI.(pinterest)

JAKARTA - Pasar ponsel pintar kelas menengah (midrange) kembali diguncang oleh kehadiran dua jagoan kembar terbaru dari raksasa teknologi Korea Selatan. Melalui komparasi mendalam, persaingan antara Samsung A56 dan Samsung A36 menjadi topik yang paling dinanti oleh para pemburu gawai harian. Kedua perangkat ini meluncur dengan selisih harga Rp1 juta untuk setiap varian kapasitas memori yang ditawarkan ke konsumen.

Secara garis besar, perbedaan nominal tersebut berakar pada tiga sektor utama perangkat keras. Komponen pembeda tersebut meliputi material bingkai bodi (frame), jenis chipset dapur pacu, serta konfigurasi performa kamera. Namun, serangkaian pengujian nyata menyeluruh memperlihatkan adanya banyak perbedaan detail fungsionalitas yang wajib dipahami calon pembeli agar tidak salah investasi.

Aspek visual luar menjadi titik awal yang paling menarik perhatian dari kedua gawai anyar ini. Pabrikan meluncurkan keduanya dengan mengadopsi bahasa desain eksterior terbaru yang seragam, yang dijuluki oleh perusahaan sebagai linear design. Kesamaan estetika bodi ini membuat kedua gawai sekilas tampak kembar identik jika hanya dilihat sekilas dari kejauhan.

Sentuhan Premium Frame Aluminium Melawan Ringannya Bobot Plastik Mate

Menelisik rancangan eksterior secara lebih detail, barulah terlihat beberapa karakteristik fisik unik yang membedakan Samsung A56 dengan saudaranya. Pada area panel belakang, bulatan tiap lensa kamera pada seri Galaxy A56 dirancang sedikit lebih cekung ke dalam. Sementara pada Galaxy A36, permukaan lensa dibuat lebih rata (flat) dengan tonjolan kompartemen kamera (camera bump) yang sedikit lebih tipis.

Baca Juga: HP EliteBook 8 G1i AI PC, Laptop Bisnis Premium dengan Fitur Keamanan Tinggi

Urusan dimensi bodi luar secara teknis terhitung sangat mirip dengan selisih ukuran yang bahkan tidak sampai satu milimeter. Perbedaan bobot justru lebih berasa, di mana Galaxy A36 memiliki bobot bodi yang lebih ringan sekitar 3 gram. Faktor kelegaan bobot ini dipengaruhi oleh penggunaan material bingkai bodi plastik dengan sentuhan akhir bertekstur mate pada Galaxy A36.

Di sisi lain, bodi premium Samsung A56 dipersenjatai dengan bingkai berbahan metal aluminium kokoh yang memberikan impresi genggaman jauh lebih solid. Karena mengadopsi material logam, pada tepian bodi Galaxy A56 tersemat garis-garis antena yang tidak akan ditemukan pada frame plastik Galaxy A36. Untuk area tombol volume dan daya, keduanya kompak dibekali desain menonjol yang ergonomis sehingga sangat mudah diraba.

Proteksi Tangguh Gorilla Glass Victus Plus dan Keluhan Ketebalan Bingkai Dagu

Berpindah ke area panel depan dan belakang bodi, kedua ponsel cerdas ini kompak mengandalkan material kaca dengan sentuhan akhir mengkilap (glossy). Lapisan kaca glossy ini sukses memancarkan kesan mewah, walau memiliki konsekuensi mudah menempelkan bekas jiplakan sidik jari pengguna. Urusan ketahanan fisik luar, kedua gawai sudah dilapisi kaca proteksi tangguh Gorilla Glass Victus Plus untuk meredam benturan.

Baca Juga: Dell Latitude 5410, Laptop Second Rp3 Jutaan dengan RAM 16 GB yang Masih Kuat untuk Kerja

Bagi pencinta estetika eksterior gawai yang ekspresif, varian warna terang pada Galaxy A36 menawarkan daya pikat visual yang lebih modis. Panel belakang gawai tersebut mampu memancarkan efek mengkilap layaknya pelangi yang dinamis saat terpapar pantulan cahaya matahari. Sementara pada seri Galaxy A56, pilihan kelir warnanya dirancang tampil lebih standar dan elegan tanpa efek visual yang mencolok.

Sektor spesifikasi panel layar depan kembali menyuguhkan kesamaan yang sangat identik di atas kertas. Kedua ponsel dibekali bentang layar luas berukuran 6,7 inci, alias mengalami kenaikan sebesar 0,1 inci dari model generasi tahun lalu. Layar tersebut didukung teknologi resolusi Full HD Plus, tingkat penyegaran layar refresh rate 120 Hz, serta performa tingkat kecerahan maksimal yang setara saat diuji langsung di bawah terik matahari luar ruangan. Ukuran ketebalan bingkai layar (bezel) kanan dan kiri pun dibuat sama tipisnya, namun ukuran bingkai dagu bawah layar terpantau masih tebal sehingga berpotensi menuai keluhan warganet.

Dominasi Skor Benchmark Exynos 1580 dan Uji Akselerasi Kecepatan Rendering

Aspek performa dapur pacu menjadi salah satu faktor paling krusial bagi konsumen dalam menentukan pilihan produk. Samsung A56 mempercayakan performa komputasinya pada chipset teranyar pabrikan yakni Exynos 1580, sedangkan Galaxy A36 ditenagai oleh chipset Snapdragon 6 Gen 3. Pengujian performa sintetis dilakukan adil dengan kondisi persentase baterai awal berada di angka 100 persen dan setelan sistem operasi terupdate.

Pada pengujian aplikasi Antutu Benchmark, performa mesin Samsung A56 sukses mendominasi dengan mencatatkan perolehan skor tinggi di kisaran 910.000 poin. Angka performa ini menorehkan selisih keunggulan yang cukup jauh, yakni hampir 300.000 poin di atas perolehan skor Galaxy A36. Menariknya, manajemen suhu bodi harian terpantau mirip dengan suhu Galaxy A36 yang hanya lebih tinggi tipis di bawah 0,5 derajat Celsius.

Pengujian performa berlanjut pada aplikasi Geekbench, di mana Exynos 1580 kembali memimpin dengan selisih 350 poin untuk single-core dan hampir 1.000 poin untuk multi-core. Pada uji ketahanan beban kerja tinggi 3DMark Stress Test, stabilitas performa Galaxy A56 mencatatkan angka di atas 90 persen. Saat dipacu melakukan proses penyuntingan ekspor video beresolusi 4K dengan kapasitas berkas 1 GB di aplikasi Kinemaster, Galaxy A56 sukses merampungkan tugas dalam waktu 1 menit 53 detik, unggul cepat satu menit penuh dari Galaxy A36.

Kesenjangan Kecepatan UFS 3.1 dan Sensasi Frame Rate Game Genshin Impact

Keunggulan akselerasi performa nyata pada seri Galaxy A56 tersebut dipengaruhi oleh implementasi jenis media penyimpanan internal yang modern. Samsung A56 sudah mengadopsi teknologi memori internal tipe UFS 3.1 yang berkecepatan tinggi. Sementara itu, saudaranya Galaxy A36 masih harus puas dengan dukungan tipe memori internal UFS 2.2 yang memiliki spesifikasi di bawahnya.

Berdasarkan hasil pengujian Storage Speed Test, kesenjangan skor performa memori internal kedua perangkat ini tercatat mencapai selisih angka 25.000 poin. Kecepatan tulis memori internal Galaxy A56 terbukti bekerja dua kali lipat lebih cepat, serta kecepatan baca datanya melesat hampir tiga kali lipat lebih ngebut. Imbas nyata dari performa memori ini membuat proses membuka tutup aplikasi harian serta proses instalasi aplikasi seperti Capcut berjalan lebih gesit di Galaxy A56.

Ketika diajak menguji performa gaming berat mengeksekusi game Genshin Impact dengan mengaktifkan mode performa khusus, kedua gawai memperlihatkan karakteristik yang kontras. Pada setelan grafis tertinggi berkecepatan 60 FPS, Samsung A56 sanggup meraih perolehan angka frame rate rata-rata di kisaran 45,2 FPS dengan suhu bodi hangat menyentuh 44,5 derajat Celsius. Sedangkan Galaxy A36 dengan setelan sistem yang sama hanya mampu meraih rata-rata 37,7 FPS dengan kondisi suhu bodi yang lebih adem di angka 40,5 derajat Celsius.

Efisiensi Konsumsi Baterai dan Peningkatan Pengisian Daya 45 Watt

Meskipun terdapat perbedaan performa grafis yang cukup signifikan saat bermain game, tingkat efisiensi konsumsi daya kedua baterai ini tergolong setara. Pengujian Genshin Impact dalam durasi tertentu menguras kapasitas daya baterai yang sama persis, yakni menghabiskan daya sebesar 9 persen. Bahkan setelah melewati serangkaian uji performa memori yang intensif, sisa kapasitas baterai kedua gawai kompak mendarat di angka 87 persen.

Untuk pemakaian game kompetitif lainnya seperti Mobile Legends, sistem internal Samsung A56 sudah membuka dukungan setelan grafis maksimal tingkat Ultra dengan frame rate Ultra. Sementara untuk Galaxy A36, optimasi setelan grafis di dalam game mentok pada pilihan tingkat Super dengan frame rate Ultra. Perbedaan kenyamanan operasional gawai juga terasa pada komponen motor getar (vibration haptic), di mana getaran Galaxy A36 terasa lebih lemah dan menyebar tidak sepadat getaran Galaxy A56.

Berita baik datang dari sektor pengisian ulang daya baterai harian, di mana kedua ponsel kelas menengah ini mendapatkan peningkatan spesifikasi. Kecepatan pengisian daya baterai kini didongkrak dari semula 25 Watt menjadi 45 Watt melalui fitur Super Fast Charging 2.0. Memanfaatkan fitur baru ini, proses pengisian daya baterai internal dari kondisi kosong hingga terisi penuh 100 persen hanya membutuhkan durasi waktu sekitar 65 menit saja.

Hasil Uji Kamera Ultrawide Malam dan Detail Foto Selfie Dynamic Range

Beralih ke sektor dokumentasi, antarmuka aplikasi kamera bawaan pada kedua gawai ini kini tampil dengan konsep tata letak menu yang lebih minimalis. Perubahan menu ini memudahkan operasional pembidikan objek foto hanya dengan menggunakan satu jari saja. Mengenai ketersediaan mode rekam khusus, Samsung A56 dilengkapi fitur Dual Recording namun absen fitur Super Slow-mo, sedangkan Galaxy A36 memiliki fitur sebaliknya.

Hasil pengujian jepretan foto menggunakan lensa sudut lebar (ultrawide) memperlihatkan sensor kamera Samsung A56 mampu memproduksi gambar objek yang lebih terang. Detail tekstur permukaan jalanan malam hari tampak tertangkap dengan tingkat kejelasan yang jauh lebih rapi dibanding hasil foto Galaxy A36. Untuk kamera utama, karakter pemrosesan warna Galaxy A56 cenderung mengarah ke nuansa hangat (warm), berbeda dengan Galaxy A36 yang cenderung bernuansa kebiruan (cool).

Ketika dipakai mengambil foto swafoto, sensor kamera depan Galaxy A56 terbukti lebih andal dalam mengangkat kejelasan objek pada area bayangan gelap (shadow). Karakter saturasi warna daun pepohonan di latar belakang juga tampak keluar dengan warna hijau yang lebih pekat dan hidup. Kedua kamera depan ponsel cerdas ini sudah mendukung format perekaman video resolusi tinggi hingga format 4K pada kecepatan 30 FPS.

Kejutan Fitur Pemotong Video AI Otomatis dan Keputusan Final Pembelian

Satu kelebihan unik yang jarang dimiliki oleh gawai merek kompetitor adalah kemampuan kedua ponsel ini untuk berpindah lensa kamera depan dan belakang secara lancar saat proses perekaman video sedang berjalan. Namun untuk kualitas rekaman video kamera belakang, performa Galaxy A36 terlihat sedikit jomplang karena memproduksi gambar yang lebih gelap dengan kendala visual sempat membeku (freeze) sesaat ketika pengguna berpindah menggunakan lensa ultrawide.

Urusan integrasi ekosistem kecerdasan buatan, Samsung tetap berbaik hati membenamkan rangkaian fitur pintar bertajuk Awesome Intelligence di kedua gawai ini. Fitur AI populer seperti Circle to Search, Gemini, Object Eraser, hingga Read Aloud tersedia lengkap di kedua perangkat. Namun khusus untuk fitur penyuntingan tingkat lanjut seperti Auto Trim dan Best Face, fitur tersebut hanya tersedia eksklusif pada Samsung A56 karena faktor limitasi chipset.

Untuk ketahanan operasional jangka panjang, kedua ponsel sudah mengantongi sertifikasi kedap air rating IP67 serta jaminan pembaruan sistem operasi selama 6 tahun hingga tahun 2031. Sebagai kesimpulan, bagi konsumen yang memiliki dana terbatas dan mengutamakan fungsi esensial harian, memilih Galaxy A36 adalah langkah bijak untuk menghemat budget Rp1 juta. Namun bagi pengguna yang membutuhkan performa komputasi tinggi UFS 3.1, material premium aluminium, serta kualitas kamera yang superior untuk dijadikan gawai utama, mengalokasikan dana lebih demi menebus Samsung A56 adalah pilihan yang sangat logis.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Youtuber Cupu
Review Samsung A56 Spesifikasi Samsung A56 Exynos 1580 Samsung A36 samsung a56