Review Duel Sengit HP Rp5 Jutaan Samsung: Pilih Galaxy A36 5G yang Tipis Modern atau Galaxy A55 5G yang Turun Harga?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:25 WIB
Review komparasi Samsung A36 vs Galaxy A55 dan Galaxy A56. Simak perbandingan performa Snapdragon 6 Gen 3, memori UFS 3.1, kamera, serta update One UI 7.(pinterest)
Review komparasi Samsung A36 vs Galaxy A55 dan Galaxy A56. Simak perbandingan performa Snapdragon 6 Gen 3, memori UFS 3.1, kamera, serta update One UI 7.(pinterest)

JAKARTA - Pasar ponsel pintar kelas menengah (midrange) di tanah air kembali diramaikan oleh strategi menarik dari sang raksasa teknologi asal Korea Selatan. Melalui peluncuran generasi teranyarnya, posisi Samsung A36 5G kerap kali dipandang sebagai "pemain cadangan" yang membayangi sang kakak, Galaxy A56 5G. Secara tradisi pasar, lini Galaxy A3x Series sengaja dihadirkan sebagai alternatif alternatif bagi konsumen yang merasa seri Galaxy A5x terlalu menguras kantong karena memiliki selisih harga mencapai Rp1 juta lebih murah.

Namun, rekam jejak pasar membuktikan bahwa konsumen tidak boleh langsung memberikan penilaian sepihak bahwa seri ini adalah perangkat yang inferior. Menengok kesuksesan Galaxy A35 generasi terdahulu, kualitas operasional yang ditawarkan nyatanya mampu menempel ketat spesifikasi premium milik Galaxy A55 dengan banderol harga yang jauh lebih ramah di dompet. Memasuki tahun 2026, kehadiran Samsung A36 memicu rasa penasaran besar apakah gawai all-rounder baru ini mampu mengulang kesuksesan serupa dalam memikat hati konsumen.

Persaingan berburu gawai bernilai tinggi (worth it) di kelas Rp5 jutaan kini menjadi semakin menarik berkat adanya fenomena pergeseran harga di pasar. Di saat Galaxy A36 5G bersiap mengisi etalase toko, keberadaan stok Galaxy A55 5G lawas terpantau masih sangat melimpah dengan penurunan harga yang drastis. Saat pertama kali dirilis, Galaxy A55 dibanderol di angka Rp6 jutaan, namun kini harganya sudah merosot ke kisaran Rp5 juta kecil untuk varian memori RAM 8 GB dan internal storage 256 GB.

Unboxing Ramping Awesome Lavender dan Komparasi Visual Tiga Modul Kamera

Pengalaman membuka kotak kemasan (unboxing) resmi Samsung A36 5G menyuguhkan impresi yang tergolong sangat minimalis dan efisien. Kotak penjualannya dirancang dengan profil bodi yang sangat tipis dan langsung menampilkan visualisasi grafis unit gawai berukuran besar pada bagian depan bodi kardus. Skema warna gambar pada kotak depan tersebut secara cerdas akan mengikuti varian kelir unit yang ada di dalam, salah satunya adalah varian kelir Awesome Lavender.

Baca Juga: HP EliteBook 8 G1i AI PC, Laptop Bisnis Premium HP dengan Keamanan dan Mobilitas Tinggi

Selain kelir bernuansa lavender tersebut, pihak pabrikan juga menyediakan opsi pilihan warna lain yang meliputi Awesome Lime, Awesome White, dan Awesome Black. Isi komponen di dalam kotak kemasan hanya memuat satu unit gawai, sebuah alat pembuka kartu SIM (SIM ejector), berkas dokumen panduan kilat, serta satu utas kabel data premium tipe USB Type-C ke USB Type-C. Di luar komponen esensial tersebut, konsumen tidak akan menemukan pernak-pernik tambahan lain seperti adaptor pengisi daya ataupun pembungkus bodi (casing).

Ketika ketiga unit gawai yakni Galaxy A35, Samsung A36, dan Galaxy A56 diletakkan bersandingan, evolusi bahasa desain eksterior besutan Samsung terlihat sangat kontras. Seri terbaru Galaxy A36 dan Galaxy A56 kompak mengadopsi konsep tata letak kamera belakang baru yang menyerupai lini premium Galaxy Z Fold Series atau estetika khas Sony Xperia. Tiga lensa kamera disusun berjejer vertikal ke bawah yang disatukan oleh sebuah aksen panel hitam masif, sedangkan bodi belakang Galaxy A55 masih menggunakan desain tiga lingkaran lensa terpisah yang mirip dengan flagship Galaxy S25.

Dilema Kenyamanan Frame Polikarbonat Melawan Solidnya Bingkai Metal Aluminium

Beralih ke aspek kenyamanan genggaman tangan (ergonomis), seri Galaxy A56 diakui menjadi kontestan yang paling unggul karena dibekali kombinasi material paling premium di kelasnya. Bodi Galaxy A56 dirancang sangat efisien dengan bobot total yang berhasil ditekan hingga berada di bawah kisaran angka 200 gram. Sisi depan dan punggung belakangnya sudah dilapisi kaca proteksi Corning Gorilla Glass Victus Plus, berpadu kokoh dengan bingkai (frame) berbahan metal aluminium.

Baca Juga: Lenovo ThinkPad T470s Bekas Rp3 Jutaan, Laptop Murah untuk Kerja dan Kuliah?

Bagi konsumen yang ingin berhemat budget Rp1 juta dengan meminang Samsung A36, aspek material bingkai bodi menjadi kompromi utama yang harus rela dikorbankan. Frame samping Galaxy A36 tidak memiliki garis sambungan antena karena murni diproduksi dari material plastik polikarbonat, sehingga impresi genggamannya tidak terasa sedingin material logam. Namun sebagai gantinya, bobot fisik Galaxy A36 sukses dirancang sangat ringan di bawah 200 gram dengan lapisan kaca belakang yang tetap menggunakan Gorilla Glass Victus Plus.

Kondisi sebaliknya justru ditunjukkan oleh karakteristik fisik milik gawai generasi terdahulu, yakni Galaxy A55 5G. Ponsel cerdas ini sejatinya memiliki keunggulan frame bodi metal aluminium yang terasa sangat dingin, kokoh, serta tampak mewah berkat kehadiran garis antena yang tegas. Namun, kenyamanan genggaman Galaxy A55 kerap dikritik karena memiliki bobot fisik yang terasa jauh lebih berat belasan persen, ditambah rancangan sudut tajam yang belum dihaluskan seperti lekukan bodi mulus milik Galaxy A36 atau Galaxy A56.

Keunggulan Bodi Ramping Bebas Iklan dan Isu Hilangnya Slot Memori Micro SD

Lompatan teknologi pada aspek rekayasa dimensi fisik kembali menjadi poin keunggulan mutlak bagi jajaran ponsel pintar Samsung generasi terbaru. Profil ketebalan bodi Samsung A36 terbukti dirancang paling tipis dan ramping, disusul oleh bodi Galaxy A56 di posisi kedua, sementara bodi Galaxy A55 menempati posisi paling tebal dan kaku. Sayangnya, pemangkasan dimensi bodi yang drastis pada model tahun ini menyisakan satu catatan kekecewaan yang cukup besar bagi para pengguna setia.

Pihak pabrikan secara tega memutuskan untuk membuang total ketersediaan slot memori eksternal Micro SD pada komponen laci kartu SIM (SIM tray) Galaxy A36 dan Galaxy A56. Laci kartu SIM pada kedua perangkat baru ini murni hanya menyediakan dua slot kartu Nano SIM saja secara permanen. Hal ini berbanding terbalik dengan fleksibilitas tinggi milik Galaxy A55 yang masih menyediakan slot hibrida untuk menyelipkan kartu Micro SD tambahan hingga kapasitas 1 TB.

Kehilangan fitur ekspansi ruang penyimpanan ini tentu memicu gelombang kritik dari warganet yang menyayangkan hilangnya fleksibilitas pemakaian memori eksternal. Beruntung, jajaran ponsel pintar kelas menengah besutan Samsung ini tetap mempertahankan reputasi positifnya dalam hal kebersihan sistem. Antarmuka operasional pada ketiga gawai ini dijamin sepenuhnya bersih dari gangguan tayangan iklan yang kerap mengganggu kenyamanan aktivitas harian konsumen.

Efisiensi Bezel Layar Super AMOLED 120Hz dan Kesegaran Sistem Operasi One UI 7

Menatap area visual depan, tingkat ketebalan bingkai layar (bezel) sisi kiri, kanan, dan atas milik Galaxy A55 terlihat jelas jauh lebih tebal dan gagah. Efisiensi pemotongan ketebalan bingkai bodi pada Samsung A36 dan Galaxy A56 sukses mendongkrak persentase rasio layar ke bodi (screen-to-body ratio) menjadi lebih tinggi. Melalui dimensi ukuran bodi yang sama dengan generasi lalu, ukuran bentang layar Galaxy A36 mampu melebar sebesar 0,1 inci lebih luas dibanding layar milik Galaxy A55.

Ketiga gawai ini kompak dibekali spesifikasi panel layar mewah Super AMOLED yang mendukung tingkat penyegaran refresh rate super mulus hingga kecepatan 120 Hz. Saat diuji di bawah simulasi paparan cahaya lampu luar ruangan yang sangat terik, performa fitur High Brightness Mode (HBM) pada Galaxy A36 dan Galaxy A56 diklaim mampu menyala 200 nits lebih tinggi. Meski secara kasat mata perbedaannya tergolong tipis, ketiganya sama-sama menyuguhkan keterbacaan teks yang sangat prima dan jelas di bawah terik matahari.

Sektor perangkat lunak menyuguhkan perbedaan atmosfer operasional yang cukup kontras karena faktor perbedaan generasi sistem operasi bawaan. Samsung A36 5G dan Galaxy A56 5G sudah langsung mengadopsi sistem antarmuka teranyar One UI 7 langsung dari dalam kotak penjualan resminya. Tampilan visual menu pada One UI 7 terasa jauh lebih segar, dinamis, serta memiliki desain ikon aplikasi yang lebih berwarna (colorful) jika dibandingkan dengan menu One UI 6 bawaan Galaxy A55.

Komitmen Panjang Jaminan Masa Pakai 2031 Melawan Kecepatan Dapur Pacu UFS 3.1

Walau Galaxy A55 dipastikan akan segera mendapatkan giliran pembaruan sistem antarmuka One UI 7 secara bertahap, komitmen masa pakai perangkat tetap menjadi pembeda krusial. Jaminan pembaruan versi sistem operasi (OS update) serta sistem keamanan untuk Galaxy A36 dan Galaxy A56 kini diperpanjang hingga durasi 6 tahun penuh, alias dijamin aman hingga tahun 2031. Sementara untuk seri Galaxy A55, jaminan masa pakainya mentok di angka 4 tahun pembaruan atau akan berakhir pada tahun 2028.

Membedah performa kecepatan pemrosesan data, pengujian aplikasi benchmark sintetis memperlihatkan kasta seri A5 yang posisinya tetap tidak tergoyahkan. Pada pengujian aplikasi Antutu Benchmark Versi 10, Samsung A36 yang mengandalkan chipset Snapdragon 6 Gen 3 pertama di Indonesia mencatatkan perolehan skor di kisaran 630.000 poin. Skor performa tersebut terbukti masih berada di bawah pencapaian Galaxy A55 yang meraih 750.000 poin, serta Galaxy A56 yang melesat tinggi menyentuh 900.000 poin.

Kesenjangan performa komputasi ini dipengaruhi oleh perbedaan jenis teknologi media penyimpanan flash internal yang tertanam di dalam perangkat. Lini premium Galaxy A55 dan Galaxy A56 sudah dipersenjatai dengan tipe memori internal modern berkecepatan tinggi yakni UFS 3.1. Di sisi lain, spesifikasi dapur pacu Galaxy A36 masih harus puas menggunakan tipe memori penyimpanan internal UFS 2.2 yang memiliki catatan kecepatan tulis dan baca data jauh lebih lambat.

Analisis Manajemen Suhu Panas Snapdragon 6 Gen 3 dan Uji Kamera Malam Hari

Efek nyata dari perbedaan jenis memori internal tersebut terlihat jelas pada kecepatan akselerasi navigasi harian, di mana proses buka tutup serta instalasi aplikasi berjalan lebih gesit di seri A5. Pada pengujian beban kerja berat menjalankan game RPG populer Genshin Impact, performa chipset Snapdragon 6 Gen 3 di dalam Galaxy A36 mampu menghasilkan frame rate harian yang stabil di kisaran 30 hingga 45 FPS. Sayangnya, suhu permukaan bodi Galaxy A36 terpantau mudah mengalami lonjakan panas hingga menyentuh angka 46-47 derajat Celsius.

Suhu panas tersebut tercatat lebih tinggi dan kurang ideal jika dibandingkan dengan manajemen suhu bodi Galaxy A55 dan Galaxy A56 yang mampu bertahan lebih adem di kisaran 44-45 derajat Celsius. Beralih ke pengujian kemampuan dokumentasi foto, karakter pemrosesan gambar pada Samsung A36 cenderung menerapkan metode peningkatan ketajaman (sharpening) serta kecerahan visual yang cukup agresif di kondisi pencahayaan terang siang hari. Sebaliknya, kamera utama 50 Megapiksel milik Galaxy A55 menyuguhkan hasil foto dengan karakter warna yang jauh lebih natural tanpa banyak rekayasa digital.

Ketika pengujian kamera dialihkan ke kondisi lingkungan malam hari yang minim cahaya (low light), sensor kamera kelas atas milik seri Galaxy A55 membuktikan keunggulannya secara mutlak. Detail gambar yang diproduksi Galaxy A55 terlihat jauh lebih padat, reproduksi warna objek keluar dengan akurat, serta tingkat gangguan bintik gambar (noise) mampu diredam dengan sangat rapi. Pada pengujian perekaman video kamera depan berformat resolusi tinggi 4K 30 FPS, tangkapan lensa Galaxy A55 juga menyajikan detail dynamic range area langit latar belakang yang lebih jelas dan tidak rata abu-abu seperti hasil video Galaxy A36.

Peningkatan Fitur Super Fast Charging 45 Watt dan Panduan Final Pembelian

Satu aspek kelebihan mutlak yang menjadi nilai jual utama bagi jajaran ponsel pintar generasi terbaru tahun ini terletak pada sektor manajemen pengisian daya baterai. Samsung A36 dan Galaxy A56 kini telah resmi meningkatkan dukungan fitur pengisian daya cepatnya menjadi berdaya 45 Watt menggunakan protokol Super Fast Charging. Fitur mutakhir ini secara otomatis memangkas durasi pengisian daya baterai 5.000 mAh menjadi jauh lebih kilat, mengungguli kecepatan pengisian daya baterai Galaxy A55 yang masih tertahan di daya 25 Watt saja.

Sebagai kesimpulan akhir dalam menentukan pilihan investasi gawai terbaik di kelas harga Rp5 jutaan, keputusan pembelian sepenuhnya bergantung pada skala prioritas kebutuhan konsumen. Jika dana yang dimiliki berada di angka Rp6 jutaan dan menginginkan performa yang serba sempurna di segala lini, maka langsung menebus seri Galaxy A56 adalah jawaban yang paling tepat. Namun jika anggaran yang disiapkan pas-pasan di angka Rp5 jutaan, konsumen dihadapkan pada dua pilihan dilema yang sangat menarik.

Membeli Samsung A36 5G menjadi langkah paling ideal bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan bodi ringan yang super tipis, tampilan desain visual depan dengan bingkai layar modern yang tipis, kecepatan charging 45 Watt yang ngebut, serta jaminan pembaruan masa pakai jangka panjang One UI 7 hingga tahun 2031. Sementara itu, memilih Galaxy A55 5G yang kini sudah turun harga menjadi opsi paling logis bagi konsumen yang membutuhkan performa mesin yang lebih bertenaga berkat dukungan memori UFS 3.1, kokohnya material frame metal aluminium, kualitas tangkapan kamera malam yang superior, serta kehadiran slot kartu memori eksternal Micro SD yang sangat fleksibel.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Gadgetin
Samsung A36 Review Samsung A36 Samsung A55 Snapdragon 6 Gen 3 samsung a56