JAKARTA - Pasar ponsel pintar kelas menengah (midrange) di Indonesia kembali memanas dengan persaingan ketat dua produk terbaru dari lini Infinix, yaitu Infinix Note 50S 5G Plus dan Infinix Note 50 Pro. Kedua perangkat ini menjadi perbincangan hangat para pencinta gawai tanah air lantaran menawarkan spesifikasi tinggi dengan selisih harga resmi yang sangat tipis, yakni hanya Rp50.000 saja. Fenomena ini membuat konsumen dihadapkan pada pilihan yang membingungkan antara keunggulan performa jaringan generasi kelima atau kelengkapan fitur premium layaknya ponsel kelas atas.
Berdasarkan data harga dari official store atau toko resmi Infinix, varian Infinix Note 50S 5G Plus dipasarkan dengan harga Rp3.049.000 untuk konfigurasi memori RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Sementara itu, Infinix Note 50 Pro dengan varian memori yang sama dibanderol sedikit lebih mahal di angka Rp3.099.000. Kendati demikian, konsumen bisa mendapatkan potongan harga khusus lewat kupon belanja digital di berbagai platform e-commerce sebesar Rp200.000 hingga Rp300.000, sehingga kedua gawai ini dapat dibawa pulang dengan modal sekitar Rp2,7 juta hingga Rp2,8 jutaan saja.
Secara visual, kedua perangkat ini sebenarnya mengadopsi bahasa desain yang serupa, terutama pada bagian modul kamera belakang yang terlihat sangat mirip. Namun, Infinix Note 50 Pro tampil dengan pendekatan bodi yang cenderung kotak (boxy) dan tegak, sehingga memberikan impresi visual yang lebih mewah dan premium. Di sisi lain, Infinix Note 50S 5G Plus memilih konsep bodi melengkung (curve) pada sisi-sisinya yang memberikan kenyamanan berbeda saat digenggam oleh tangan pengguna.
Kualitas Rancang Bangun dan Material Bingkai Premium
Aspek rekayasa material atau build quality menjadi pembeda yang sangat mencolok di antara kedua perangkat kelas menengah ini saat diuji secara langsung. Infinix Note 50 Pro unggul telak berkat penggunaan bingkai samping berbahan metal (frame metal) aluminium yang solid, sebuah fitur yang biasanya hanya jamak ditemukan pada ponsel kelas flagship. Rangka logam ini tidak hanya kokoh, tetapi juga memberikan sensasi genggaman yang mantap dan terasa dingin di tangan pengguna.
Baca Juga: Redmi Note 14 4G Resmi Diuji, Bawa Baterai 5.500 mAh dan Performa Kencang di Kelas 2 Jutaan
Sebaliknya, Infinix Note 50S 5G Plus masih mengandalkan bahan plastik untuk material bingkai sampingnya demi menekan biaya produksi komponen internal. Walau begitu, varian Note 50S memiliki senjata rahasia pada penutup bodi belakang (backdoor) khusus yang dilapisi material kulit sintetis unik dengan fitur wangi aroma parfum permanen. Untuk varian warna standar lainnya, kedua gawai ini sama-sama menggunakan material penutup belakang berbasis plastik polikarbonat.
Komparasi Visual Panel AMOLED Flat Bersebelahan dengan Layar Lengkung
Beralih ke sektor visual depan, kedua perangkat ini menyajikan rekayasa bentuk panel layar yang bertolak belakang sesuai selera pasar. Infinix Note 50S 5G Plus mengandalkan panel layar melengkung (curved display) yang mewah, sedangkan varian Note 50 Pro mengusung panel layar datar (flat). Desain layar datar pada varian Pro dinilai jauh lebih ergonomis dan meminimalisasi salah sentuh saat perangkat digunakan untuk aktivitas bermain game kompetitif.
Baca Juga: HP EliteBook 8 G1i AI PC, Laptop Bisnis Premium HP dengan Keamanan dan Mobilitas Tinggi
Secara teknis, spesifikasi mendasar dari kedua panel layar ini sebenarnya sangat berimbang karena sudah sama-sama menggunakan teknologi panel AMOLED. Keduanya mendukung resolusi tajam Full HD Plus, tingkat kecerahan puncak hingga 1300 nits, serta kemampuan laju penyegaran layar adaptif yang sangat tinggi mencapai 144 Hz. Aspek perlindungan kaca depan varian Note 50S sedikit lebih unggul karena sudah dilapisi oleh proteksi Corning Gorilla Glass 5 serta mengantongi dukungan sertifikasi visual HDR.
Ketebalan bingkai layar (bezel) pada kedua ponsel ini juga sudah dirancang sangat tipis di seluruh sisinya sehingga memberikan kesan layar yang luas. Namun jika diperhatikan secara saksama, bingkai layar pada Infinix Note 50 Pro terlihat sedikit lebih tipis dibandingkan dengan milik varian Note 50S. Untuk urusan responsivitas sentuhan, kedua gawai ini terbukti sangat aman tanpa kendala penundaan (delay) maupun sentuhan hantu (ghost touch) dengan dukungan multi-touch hingga 10 titik sentuhan.
Uji Performa Dapur Pacu Dimensity 7300 Ultimate Melawan Helio G100
Sektor performa komputasi inti menjadi medan pertempuran di mana jarak perbedaan di antara kedua ponsel pintar ini menjadi sangat jauh. Infinix Note 50S 5G Plus dipersenjatai oleh chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate yang sudah mendukung konektivitas jaringan seluler 5G secara internal. Di kubu sebelah, Infinix Note 50 Pro hanya ditenagai oleh prosesor MediaTek Helio G100 yang masih tertahan pada batas konektivitas jaringan 4G LTE saja.
Melalui pengujian sintetis menggunakan aplikasi benchmarks populer AnTuTu, performa mentah dari chipset Dimensity 7300 Ultimate pada Note 50S melesat tinggi dengan raihan skor mencapai 694.000 poin. Angka tersebut berbanding jauh dengan performa Helio G100 pada Note 50 Pro yang hanya mampu mencatatkan perolehan skor di kisaran 428.000 poin. Kinerja kecepatan membaca memori (storage test) varian Note 50S juga lebih unggul dengan 73.000 poin berbanding 54.000 poin pada varian Pro.
Imbas dari perbedaan performa ini sangat terasa pada pengalaman navigasi menu harian serta proses membuka-tutup aplikasi yang terasa lebih gesit pada varian Note 50S. Saat digunakan untuk bermain game Mobile Legends, kedua gawai sanggup membuka pilihan grafis Ultra dengan frame rate Super di 90 FPS. Namun, Note 50S mencatatkan kestabilan yang jauh lebih matang dengan rata-rata 89,6 FPS, sementara Note 50 Pro masih diwarnai penurunan bingkai gambar (frame drop) dengan rata-rata 83,8 FPS.
Pengujian beban kerja ekstrem dilanjutkan dengan menjalankan game populer PUBG Mobile di mana perbedaan performa kedua gawai ini semakin terlihat kontras. Infinix Note 50S 5G Plus secara mengejutkan mampu membuka opsi grafik Smooth Extreme Plus pada kecepatan 90 FPS secara lancar dengan rata-rata 86 FPS. Sementara itu, kestabilan grafis Infinix Note 50 Pro terkunci rapat dan mentok pada pilihan settingan Smooth Ultra di 40 FPS dengan rata-rata 39 FPS saja.
Ketika dipaksa menjalankan game RPG dengan beban grafis terberat mobile yakni Genshin Impact pada pengaturan grafik Medium 60 FPS, varian Note 50S terbukti masih sangat layak dimainkan dengan perolehan rata-rata 43,9 FPS. Sebaliknya, Infinix Note 50 Pro terseok-seok dan hanya mampu meraih angka rata-rata 27,4 FPS, sehingga pengguna wajib menurunkan tingkat grafik ke level terendah (lowest). Meski begitu, manajemen suhu bodi Note 50 Pro jauh lebih adem di angka 38 hingga 40 derajat Celsius, sedangkan bodi Note 50S meningkat panas hingga 46 derajat Celsius akibat kerja keras prosesornya.
Pembuktian Kualitas Fotografi Lensa Stabilisasi OIS dan Ultrawide
Beralih ke sektor dokumentasi gambar, kedua smartphone kelas menengah ini membawa konfigurasi modul kamera belakang yang memiliki karakteristik fungsi yang sangat berbeda. Infinix Note 50S 5G Plus mengandalkan sensor kamera utama beresolusi 64 Megapiksel yang hanya ditemani oleh dua buah lensa pendamping tanpa fungsi sudut lebar. Sementara itu, Infinix Note 50 Pro mengandalkan sensor utama 50 Megapiksel yang sudah diperkuat oleh fitur stabilisasi mekanis Optical Image Stabilization (OIS) serta lensa Ultrawide beresolusi 8 Megapiksel.
Hasil komparasi tangkapan foto pada kondisi siang hari memperlihatkan bahwa kamera utama Infinix Note 50 Pro menghasilkan karakter warna yang lebih menyala (vibrant) dan mencolok. Detail gambar pada varian Pro tampak diproses secara lebih agresif oleh sistem, sedangkan cakupan rentang dinamis (dynamic range) kedua gawai dinilai mirip. Untuk kamera depan, varian Pro mengandalkan sensor 32 Megapiksel yang menghasilkan foto lebih cerah, sementara sensor 13 Megapiksel milik Note 50S menyuguhkan detail objek yang sedikit lebih tajam.
Keunggulan mutlak dari implementasi fitur OIS pada Infinix Note 50 Pro baru terlihat secara nyata saat pengujian dialihkan pada kondisi lingkungan minim cahaya atau malam hari (low light). Hasil pemrosesan gambar malam hari milik varian Pro terlihat jauh lebih bersih, minim gangguan bintik gambar (noise), mampu meredam pancaran lampu benderang, serta tidak mudah kabur akibat guncangan tangan. Pada varian Note 50S, pengguna dituntut untuk menjaga posisi genggaman tangan agar tetap stabil agar foto malam tidak mengalami blur.
Untuk urusan perekaman gambar bergerak atau video, Infinix Note 50S 5G Plus memegang kendali penuh berkat dukungan format rekaman maksimal hingga resolusi 4K pada kecepatan 30 FPS. Menariknya, fitur stabilisasi video berbasis sistem pada kamera depan dan belakang varian Note 50S tetap dapat aktif secara optimal pada resolusi tinggi tersebut. Di sisi lain, perekaman video Infinix Note 50 Pro mentok pada resolusi 2K 30 FPS, dan fitur stabilisasinya terpaksa dinonaktifkan kecuali pengguna menurunkan resolusi ke Full HD 1080p 30 FPS.
Ketahanan Manajemen Baterai dan Kelengkapan Fitur Sensor Ekstrinsik
Meskipun kedua gawai ini dibekali dengan tangki penampung daya baterai berkapasitas identik yaitu sebesar 5200 mAh, tingkat efisiensi konsumsi dayanya menunjukkan hasil yang berbeda. Melalui pengujian aktivitas harian yang setara, Infinix Note 50S 5G Plus terbukti jauh lebih hemat dengan catatan waktu Screen on Time (SOT) yang mengagumkan hingga hampir 10 jam lamanya. Daya tahan baterai Infinix Note 50 Pro terpaut sekitar dua jam lebih boros karena hanya mampu mencatatkan waktu aktif selama 7 jam 42 menit saja.
Walau kalah dalam hal efisiensi baterai, Infinix Note 50 Pro membalas secara telak lewat implementasi kecepatan sistem pengisian daya adaptor bawaan yang berkekuatan 90 Watt. Proses pengisian ulang daya dari kondisi baterai 2 persen hingga penuh 100 persen pada varian Pro hanya membutuhkan waktu singkat selama 44 menit saja. Infinix Note 50S 5G Plus yang hanya dibekali pengisian daya 45 Watt membutuhkan waktu tunggu yang sedikit lebih lama yakni sekitar 55 menit.
Kedua perangkat ini sudah dilengkapi oleh deretan fitur modern standar seperti chip NFC, sertifikasi ketahanan debu dan cipratan air IP68, sensor inframerah IR Blaster, serta fitur bypass charging. Kelebihan eksklusif yang hanya dimiliki Infinix Note 50 Pro adalah ketersediaan fitur pengisian daya nirkabel 30W Wireless Charging beserta fitur reverse wireless charging. Varian Pro juga dilengkapi komponen lampu indikator bodi belakang berbasis RGB yang warna-warni, getaran bodi (haptic feedback) yang lebih empuk, serta sensor pemantau kesehatan detak jantung biologis.
Untuk sektor perangkat lunak, kedua ponsel pintar ini sudah berjalan menggunakan basis sistem operasi Android 15 terbaru dengan jaminan dua kali pembaruan versi Android utama. Infinix Note 50S berjalan dengan antarmuka XOS versi 15.0.3 dengan jaminan pembaruan keamanan selama 3 tahun, sedangkan Note 50 Pro menggunakan XOS versi 15.0.2 dengan jaminan keamanan selama 4 tahun. Pengalaman penggunaan software pada kedua gawai ini tergolong sangat bersih karena minim dari gangguan iklan bawaan sistem serta aplikasi bawaan (bloatware).
Secara keseluruhan, keputusan akhir pemilihan di antara kedua gawai ini kembali pada skala prioritas kebutuhan harian masing-masing calon konsumen. Infinix Note 50S 5G Plus merupakan opsi paling ideal bagi pengguna yang mengutamakan performa gaming kencang, baterai awet, perekaman video stabil, serta kesiapan modem 5G. Sementara itu, Infinix Note 50 Pro menjadi pilihan terbaik bagi konsumen yang mendambakan kemewahan sasis metal, layar datar, keberadaan lensa kamera ultrawide ber-OIS, serta kepraktisan fitur wireless charging.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: Jeguk Tech