Infinix Note 50 Pro vs Infinix Note 50s 5G Plus: Duel Sengit HP Rp3 Jutaan, Pilih Performa 5G atau Fitur Pro?

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:40 WIB
Perbandingan Infinix Note 50 Pro vs Infinix Note 50s 5G Plus harga Rp3 jutaan. Simak uji performa game Dimensity 7300, baterai SOT, OIS, dan wireless charging.(pinterest)
Perbandingan Infinix Note 50 Pro vs Infinix Note 50s 5G Plus harga Rp3 jutaan. Simak uji performa game Dimensity 7300, baterai SOT, OIS, dan wireless charging.(pinterest)

JAKARTA - Persaingan pasar ponsel pintar kelas menengah (midrange) di tanah air kian memanas setelah Infinix meluncurkan dua gawai teranyarnya di kelas harga Rp3 jutaan. Dua perangkat tersebut, Infinix Note 50 Pro dan Infinix Note 50s 5G Plus, memicu dilema besar bagi konsumen karena menawarkan spesifikasi tinggi dengan selisih harga yang sangat tipis. Di pasar normal, kedua perangkat ini dibanderol di kisaran harga Rp3 jutaan, bahkan bisa menyentuh angka di bawah Rp3 juta saat masa promo atau flash sale.

Konsumen kini dihadapkan pada pilihan sulit antara keunggulan jaringan generasi kelima atau kelengkapan fitur premium khas kelas atas. Menariknya, Infinix memberikan kepastian masa pakai jangka panjang bagi kedua perangkat ini berupa jaminan pembaruan perangkat lunak hingga Android 17. Namun, bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan, perlu dicatat bahwa duo gawai ini belum mengantongi sertifikasi ketahanan air untuk menyelam karena proteksi bodinya sebatas tahan cipratan (splash proof) IP64.

Dilema antara Infinix Note 50 Pro vs Infinix Note 50s 5G Plus bermula dari perbedaan jenis arsitektur layar dan proteksi yang diusungnya. Merujuk pada spesifikasi resmi pabrikan, hanya layar Infinix Note 50s 5G Plus yang dikonfirmasi menggunakan lapisan kaca pelindung Corning Gorilla Glass 5. Langkah ini tampaknya diambil karena varian Note 50s menggunakan desain layar melengkung (curve), sedangkan varian Pro mengadopsi layar datar (flat) yang lebih mudah dipasangkan tempered glass tambahan di pasaran.

Ketahanan Fisik Standar Jerman dan Kesenjangan Konektivitas Jaringan Seluler

Kendati memiliki perbedaan bentuk kaca depan, kedua perangkat ini telah dibekali sertifikasi ketahanan jatuh (drop resistance) dari lembaga pengujian TÜV SÜD Jerman. Sertifikasi ini memberikan rasa aman ekstra bagi pengguna jika smartphone secara tidak sengaja terjatuh dari ketinggian tertentu. Perbedaan mendasar yang paling krusial di antara kedua gawai ini justru terletak pada sektor penyerapan gelombang sinyal seluler.

Baca Juga: Review Redmi Note 14 4G: HP 2 Jutaan dengan Helio G99 Ultra, Baterai Besar, Tapi Ada yang Berubah

Sesuai dengan penamaan komersialnya, Infinix Note 50s 5G Plus mutakhir dengan dukungan modem internal yang sanggup menangkap jaringan 5G masa depan. Di sisi lain, sang kakak yakni Infinix Note 50 Pro secara mengejutkan masih mentok pada dukungan jaringan seluler generasi 4,5G saja. Sektor konektivitas ini menjadi aspek pertama yang membuat para calon pembeli di bumi Konoha bimbang dalam menentukan pilihan investasi gawai mereka.

Pengujian kecepatan internet menggunakan operator seluler yang sama melalui situs Fast.com membuktikan kesenjangan performa antena tersebut secara riil. Saat diuji dalam satu kali percobaan, Infinix Note 50 Pro hanya sanggup mencatatkan kecepatan unduh sebesar 59 Mbps. Catatan tersebut kalah jauh dari Infinix Note 50s 5G Plus yang sukses melesat tinggi menembus kecepatan unduh internet hingga mencapai 110 Mbps.

Keunggulan Wi-Fi 6 Generasi Baru dan Kemewahan Sasis Bingkai Logam

Kesenjangan sektor nirkabel berlanjut saat kedua perangkat diuji menggunakan router Wi-Fi pada posisi terjauh dari lokasi pengujian. Infinix Note 50 Pro yang masih mengandalkan teknologi Wi-Fi versi 5 hanya sanggup menyerap kecepatan internet sebesar 1,4 Mbps. Sebaliknya, Infinix Note 50s 5G Plus yang sudah dipersenjatai teknologi Wi-Fi 6 terbukti jauh lebih superior dengan kemampuan menyerap bandwidth hingga 31 Mbps. Kecepatan kedua gawai ini baru terpantau berimbang di angka 43 Mbps saat posisi perangkat dipindahkan ke area dekat router Wi-Fi.

Baca Juga: Review Lenovo LOQ Essential 15ARP Gen 10: Laptop Gaming Rp13 Jutaan dengan Ryzen 7 dan RTX 3050

Beralih ke sektor estetika dan rancang bangun bodi luar, aspek subjektif desain memberikan nilai keunggulan tersendiri bagi varian Pro. Di era saat ini, desain layar melengkung sudah banyak diadopsi oleh ponsel murah di kelas harga Rp2 jutaan sehingga tidak lagi terasa eksklusif. Nilai kemewahan yang sesungguhnya justru hadir pada Infinix Note 50 Pro yang berani mengadopsi bingkai berbahan logam (frame metal) aluminium di kelas harganya.

Keberadaan bingkai logam dengan detail ukiran garis antena fungsional pada varian Pro memberikan impresi genggaman yang jauh lebih kokoh, padat, dan premium. Sensasi dingin khas material kelas atas ini tidak akan ditemukan pada Infinix Note 50s 5G Plus yang seluruh struktur bingkai sampingnya masih berbasis plastik polikarbonat. Komponen bermaterial logam pada varian Note 50s hanya tersemat secara khusus pada area rumah kamera (camera bump) belakangnya saja.

Eksplorasi Sensor Pemantau Kesehatan Tubuh dan Kualitas Audio Suara Stereo

Tata letak modul kamera belakang, fitur inframerah IR Blaster, serta lampu indikator fungsional Hello Active pada kedua gawai ini sekilas tampak identik. Namun, area Hello Active milik Infinix Note 50 Pro menyimpan fitur eksklusif berupa biosensor pelacak aktivitas biologis untuk mengukur detak jantung (heart rate). Pengguna cukup menempelkan jari pada area tersebut untuk memantau kondisi tubuh, sebuah fitur kesehatan yang absen pada varian Note 50s.

Untuk kelengkapan eksternal bodi lainnya, kedua perangkat ini kompak menanggalkan lubang colokan audio jack 3.5mm serta laci memori eksternal MicroSD. Sebagai gantinya, port USB Type-C pada kedua bodi gawai ini sudah mendukung fungsionalitas sambungan perangkat mikrofon nirkabel (mic wireless). Keduanya juga mengandalkan sistem tata suara ganda lewat speaker stereo terintegrasi untuk mendongkrak pengalaman menikmati konten hiburan multimedia.

Melalui pengujian audio secara langsung, speaker stereo milik Infinix Note 50 Pro mampu menghasilkan volume suara yang sedikit lebih lantang. Karakter vokal (voice output) dari varian Pro juga terdengar lebih tegas dan rapi, meskipun kuantitas dentuman bas dari kedua ponsel tergolong minim. Kualitas audio dari duo bersaudara ini dinilai sudah sangat mumpuni untuk kebutuhan harian, meski belum menjadi yang terbaik di kelas menengah.

Adu Ketajaman Panel AMOLED 144Hz dan Kelembutan Respon Motor Getar

Sektor visual depan dari kedua smartphone Rp3 jutaan ini sama-sama mengandalkan kemewahan panel layar sentuh bertipe AMOLED. Karakteristik warna, tingkat ketajaman piksel, serta keluasan sudut pandang (viewing angle) dari kedua layar ini terbukti kembar dan tidak memiliki perbedaan kualitas yang berarti. Keduanya mendukung resolusi Full HD Plus, refresh rate 144 Hz, touch sampling rate 200 Hz, cakupan wide color gamut, serta dukungan multi-touch hingga 10 sentuhan jari.

Kecerahan layar saat pengujian di bawah terik matahari luar ruangan (outdoor) juga menunjukkan performa seimbang berkat hadirnya fitur high brightness mode dan outdoor booster. Namun untuk kenyamanan operasional mengetik, komponen motor getar mekanis (haptic feedback) pada Infinix Note 50 Pro terasa jauh lebih solid dan mahal. Bezel sekeliling layar varian Pro juga tampak dirancang lebih tipis dan proporsional, meskipun varian Note 50s memiliki keunggulan tersendiri berupa dukungan format video HDR yang belum dimiliki varian Pro.

Responsivitas Antarmuka XOS Baru dan Komparasi Kecepatan Log In Aplikasi

Urusan perangkat lunak dari kedua gawai kelas menengah ini mempercayakan kendali sistem operasinya pada antarmuka XOS versi 15.1.0 berbasis Android 15. Kecepatan eksekusi saat membuka aplikasi harian yang ringan tergolong sangat responsif pada kedua perangkat. Namun saat diuji untuk memuat aplikasi game berukuran besar seperti Mobile Legends menggunakan akun yang sama, Infinix Note 50s 5G Plus terbukti sanggup masuk ke dalam menu permainan (log in) beberapa detik lebih cepat.

Sistem animasi navigasi menu saat membuka dan menutup aplikasi pada varian Note 50s juga terasa jauh lebih mengalir halus (fluid). Keunggulan pemrosesan data varian Note 50s kembali terlihat saat pengujian aplikasi Zoom Meeting, di mana perangkat ini sudah sanggup mengganti latar belakang video secara langsung, sebuah fitur komputasi yang belum mampu dieksekusi oleh varian Pro. Untuk urusan kecerdasan buatan, menu Studio AI pada kedua gawai menyuguhkan fitur AI Eraser dengan kerapian penyuntingan foto yang identik.

Kedua ponsel pintar Infinix ini juga tergolong bersih dari gangguan iklan bawaan sistem terintegrasi serta memiliki jumlah aplikasi bawaan (bloatware) yang minim. Deretan fitur penunjang keamanan dan produktivitas harian tertanam lengkap di dalam sistem operasi keduanya. Fitur-fitur tersebut meliputi pemindai sidik jari di bawah layar (in-display fingerprint), face unlock, sensor gyroscope hardware, NFC multifungsi, Wi-Fi sharing, dynamic bar, FM radio, split screen, hingga fitur ruang kedua (second space).

Komparasi Efisiensi Chipset Dimensity 7300 Ultimate Melawan Helio G100

Membedah komponen dapur pacu internal menjadi kunci jawaban di mana letak perbedaan performa sesungguhnya berada. Infinix Note 50 Pro mengandalkan chipset MediaTek Helio G100 Ultimate dengan arsitektur fabrikasi 6 nanometer yang dikombinasikan dengan memori RAM berjenis LPDDR4X. Sementara itu, Infinix Note 50s 5G Plus melangkah lebih modern dengan perlindungan prosesor MediaTek Dimensity 7300 Ultimate berbasis fabrikasi 4 nanometer dan RAM berteknologi LPDDR5X.

Kedua perangkat ini sama-sama dibekali media penyimpanan internal berkapasitas 256 GB yang mengandalkan teknologi transfer data UFS versi 2.2. Uji ketahanan performa dilakukan secara ekstrem dengan menjalankan aplikasi CPU Throttling selama 3 jam nonstop dimulai dari kondisi baterai penuh 100 persen. Infinix Note 50 Pro mencatatkan tingkat kestabilan performa sebesar 82 persen dengan sisa daya baterai berada di angka 67 persen.

Pada pengujian yang sama, Infinix Note 50s 5G Plus hanya meraih tingkat kestabilan performa sebesar 75 persen, serta menguras daya baterai lebih banyak hingga menyisakan 62 persen saja. Sesi pengujian dilanjutkan dengan menjalankan aplikasi benchmark sintetis AnTuTu versi 10 sebanyak 8 kali pengulangan secara berturut-turut. Infinix Note 50 Pro mencatatkan skor rata-rata di kisaran 420.000 poin dengan suhu bodi yang sangat adem di angka 34 derajat Celsius, serta menyisakan daya baterai sebesar 46 persen.

Pembuktian Skor Benchmark Sintetis dan Uji Daya Tahan Nyata Screen on Time

Infinix Note 50s 5G Plus membuktikan keunggulan performa mentahnya pada uji AnTuTu dengan torehan skor rata-rata mencapai 697.000 poin. Namun, performa tinggi tersebut harus dibayar mahal dengan suhu mesin yang meningkat hingga 37 derajat Celsius serta sisa baterai yang terkuras kritis hingga menyisakan 35 persen saja. Pola konsumsi daya yang mirip kembali berulang saat kedua perangkat dipacu menjalankan aplikasi pengujian grafis 3DMark sebanyak 5 kali pengulangan.

Meskipun kedua gawai meraih tingkat kestabilan grafis yang setara di angka 99 persen, skor base loop dan perolehan frame rate varian Pro mutlak berada di bawah varian Note 50s. Sisi positifnya, baterai Infinix Note 50 Pro terbukti jauh lebih hemat dengan menyisakan daya sebesar 16 persen, sedangkan daya baterai varian Note 50s sudah menipis di angka 8 persen sehingga proses pengujian terpaksa dihentikan. Untuk menghabiskan sisa daya baterai varian Pro hingga menyentuh angka 8 persen, perangkat tersebut harus disiksa kembali dengan menjalankan aplikasi Geekbench 6 sebanyak dua kali serta merekam video berdurasi 16 menit.

Hasil akhir dari akumulasi pengujian daya tahan nyata menunjukkan bahwa Infinix Note 50 Pro sanggup mencatatkan waktu Screen on Time (SOT) selama 8 jam 4 menit. Catatan waktu aktif dari varian Pro tersebut terbukti sekitar 38 menit lebih unggul dan lebih awet dibandingkan dengan capaian SOT milik Infinix Note 50s 5G Plus yang mati di waktu 7 jam 26 menit. Keawetan baterai varian Pro ini dinilai wajar karena laju kerja dari performa chipset Helio G100 tidak sebuas Dimensity 7300 Ultimate.

Kedigdayaan Pengisian Daya 90W Fast Charging dan Kemudahan Fitur Nirkabel

Memasuki pengujian kecepatan pengisian ulang daya baterai, Infinix Note 50 Pro memegang kendali penuh atas adiknya berkat dukungan teknologi 90W Fast Charging. Saat diisi daya dari kondisi kritis 5 persen hingga penuh 100 persen, adaptor pengisi daya bawaan varian Pro hanya membutuhkan waktu tunggu selama 38 menit saja. Infinix Note 50s 5G Plus yang dibekali sistem pengisian daya 45W membutuhkan waktu pengisian yang lebih lama, yakni sekitar 52 menit.

Kelebihan mutlak dari varian Pro semakin disempurnakan oleh hadirnya fitur pengisian daya nirkabel 30W Wireless Charging yang absen pada varian Note 50s. Di dalam kotak penjualan resminya, Infinix sudah berbaik hati menyertakan aksesori pengisi daya nirkabel magnetik MagPad berkekuatan 20 Watt beserta bodi pelindung (casing) bermagnet secara gratis. Tidak hanya itu, Infinix Note 50 Pro juga dibekali kemampuan melakukan pengisian daya nirkabel terbalik (reverse wireless charging) untuk mengisi daya gawai lain.

Analisis Kestabilan Bingkai Gambar Grafik Game Kompetitif dan Game Berat

Meskipun di atas kertas spesifikasi chipset Dimensity 7300 Ultimate pada varian Note 50s berada di kasta atas, optimasi performa dari Infinix patut diacungi jempol. Saat dipacu untuk memainkan game Mobile Legends pada pengaturan grafis Super-Ultra, Infinix Note 50 Pro masih sanggup menembus angka rata-rata yang memuaskan di kisaran 85 FPS. Perolehan tersebut tidak terpaut terlalu jauh dari capaian Infinix Note 50s 5G Plus yang sukses mengunci kecepatan di angka 88 FPS.

Jarak performa grafis baru terasa menjauh saat pengujian dialihkan pada judul game kompetitif PUBG Mobile. Infinix Note 50 Pro hanya sanggup membuka pengaturan grafik Smooth Extreme pada kecepatan 60 FPS dengan perolehan riil rata-rata di angka 54 FPS. Di kubu sebelah, Infinix Note 50s 5G Plus melesat tinggi karena sudah sanggup membuka opsi grafik Smooth Extreme Plus 90 FPS dengan raihan rata-rata yang sangat mulus di angka 82 FPS.

Kejutan performa kembali terjadi saat kedua gawai kelas menengah ini ditantang untuk mengeksekusi game RPG dengan beban grafis ekstrem, Genshin Impact. Menggunakan pengaturan grafis Lowest 60 FPS, Infinix Note 50 Pro secara luar biasa mampu mengimbangi varian Note 50s dengan raihan skor rata-rata yang sama di angka 40 FPS. Perbedaan minor hanya terlihat pada grafik fluktuasi FPS, di mana grafik milik Note 50s terpantau lebih mendatar dan stabil, sedangkan grafik varian Pro tampak naik-turun menyerupai bentuk wahana roller coaster.

Rekayasa Kamera Utama 50MP Ber-OIS dan Absennya Lensa Sudut Lebar Ultrawide

Beralih ke sektor rekayasa gambar atau fotografi, spesifikasi teknis kamera yang ditawarkan oleh Infinix Note 50 Pro terlihat jauh lebih menjanjikan dan profesional. Varian Pro dipersenjatai oleh lensa utama sudut lebar (wide) beresolusi 50 Megapiksel dengan bukaan lensa F1.8 yang menggunakan sensor berkualitas besutan Samsung. Lensa utama varian Pro ini juga sudah diperkuat oleh fitur stabilisasi mekanis berbasis perangkat keras, yakni Optical Image Stabilization (OIS).

Spesifikasi mewah tersebut tidak akan ditemukan pada Infinix Note 50s 5G Plus karena fitur OIS miliknya dipangkas dan digantikan oleh penstabil berbasis sistem digital Electronic Image Stabilization (EIS) saja. Sebagai langkah kompensasi agar tidak terlihat kalah saing, Infinix menanamkan sensor kamera utama beresolusi lebih besar yakni 64 Megapiksel buatan Sony IMX682 pada varian Note 50s. Berkat resolusi besar tersebut, varian Note 50s sanggup melakukan perbesaran gambar digital (digital zoom) hingga 15 kali, mengungguli varian Pro yang mentok di 10 kali perbesaran.

Namun saat proses pembidikan gambar dilakukan, ketiadaan fitur OIS pada varian Note 50s membuat tampilan pratinjau (preview) pada layar tampak bergoyang-goyang dan tidak stabil. Selain keunggulan OIS, Infinix Note 50 Pro juga dilengkapi oleh lensa sudut lebar (ultrawide) beresolusi 8 Megapiksel dengan bukaan F2.2 yang menggunakan sensor GalaxyCore. Kehadiran lensa ultrawide ini menjadi keunggulan mutlak varian Pro untuk menangkap objek pemandangan luas, karena lensa jenis ini absen sepenuhnya pada varian Note 50s.

Perbandingan Karakter Akurasi Warna Foto Siang dan Ketajaman Bidikan Malam Hari

Ketika kedua kamera utama diuji secara langsung tanpa fitur perbesaran di siang hari, kualitas ketajaman gambar yang dihasilkan oleh kedua ponsel pintar ini sekilas berimbang. Perbedaan baru terlihat pada karakter reproduksi warna, di mana hasil bidikan Infinix Note 50 Pro menyuguhkan karakter warna yang lebih tegas dengan akurasi white balance dan ketajaman yang lebih baik saat gambar dipotong (crop). Saat digunakan untuk memotret subjek manusia dengan latar belakang langit mendung, akurasi warna langit pada varian Pro terlihat lebih natural dan kebiruan, sedangkan varian Note 50s cenderung kekuningan (yellowish).

Varian Note 50s hanya unggul pada konsistensi warna kulit manusia saat fitur dua kali perbesaran tanpa penurunan kualitas (lossless zoom) diaktifkan, di mana hasil foto varian Pro terlihat sedikit lebih gelap. Memasuki pengujian kondisi malam hari (low light), kedigdayaan sensor OIS pada Infinix Note 50 Pro terbukti tidak tertandingi oleh adiknya. Hasil foto malam dari varian Pro tampak jauh lebih tajam, bersih dari gangguan bintik gambar, serta memiliki manajemen kecerdasan buatan (AI processing) yang seimbang dan autentik tanpa terkesan berlebihan.

Tangkapan foto malam dari Infinix Note 50s 5G Plus sebenarnya tidak tergolong jelek dan mampu menghasilkan gambar yang terang. Namun, hasil pemrosesan gambarnya dinilai kurang memiliki nilai estetika malam yang autentik jika disandingkan secara langsung dengan varian Pro. Bergeser ke sektor kamera depan untuk kebutuhan foto selfie, Infinix Note 50 Pro kembali memimpin lewat penggunaan sensor beresolusi lebih besar yakni 32 Megapiksel buatan GalaxyCore, berbanding sensor 13 Megapiksel pada varian Note 50s.

Uji Kestabilan Rekaman Video 4K Camcorder dan Fitur Gerak Lambat Slow Motion

Berdasarkan pengujian foto selfie di kondisi lingkungan malam hari serta posisi membelakangi cahaya (backlight), performa kamera depan varian Pro menyuguhkan detail tekstur wajah yang lebih superior. Kamera depan Infinix Note 50s 5G Plus hanya mampu mengambil alih keunggulan estetika saat pengujian dilakukan pada kondisi sore hari yang temaram, di mana hasil fotonya terlihat lebih memikat mata (eye catching). Untuk urusan perekaman video, peta kekuatan di antara kedua gawai kelas menengah ini kembali berbalik secara drastis.

Infinix Note 50s 5G Plus memegang keunggulan mutlak berkat kemampuan chipset Dimensity 7300 Ultimate yang sanggup memproses perekaman video hingga resolusi tinggi 4K pada kecepatan 30 FPS lengkap dengan fitur stabilisasi yang tetap aktif. Hasil rekaman video dari varian Note 50s terlihat sangat tenang, minim guncangan, serta memiliki konsistensi warna yang hangat (warm). Kualitas pemrosesan video beresolusi tinggi ini menjadi pembeda utama kualitas sistem kamera di antara kedua perangkat bersaudara ini.

Di sisi lain, kemampuan perekaman video pada modul kamera Infinix Note 50 Pro terhitung mengecewakan karena mentok pada resolusi maksimal 2K 30 FPS tanpa dukungan fitur stabilisasi apa pun. Fitur penstabil video pada varian Pro baru dapat diaktifkan secara manual jika pengguna bersedia menurunkan resolusi perekaman ke tingkat Full HD 1080p pada kecepatan 30 FPS. Keunggulan video varian Pro hanya terlihat pada pengujian kondisi malam hari, di mana paparan gambar video tampak lebih terang dan tajam meski menyisakan sedikit gangguan bintik gambar (noise).

Secara keseluruhan, bagi konsumen yang mengedepankan fungsionalitas perekaman video kreatif, Infinix Note 50s 5G Plus menyuguhkan fitur yang lebih lengkap dan superior. Varian Note 50s sudah sanggup memproduksi video berformat Full HD pada kecepatan 60 FPS, sedangkan varian Pro tertahan di resolusi HD 720p 60 FPS. Untuk fitur gerak lambat (slow motion), varian Note 50s sanggup merekam hingga format Full HD 120 FPS, mengungguli varian Pro yang lagi-lagi tertahan di resolusi HD 120 FPS saja.

Kesimpulan Akhir Pilihan Investasi Gawai All-Rounder Terbaik Rp3 Jutaan

Sebagai rangkuman evaluasi, Infinix Note 50 Pro terbukti sangat cocok bagi profil pengguna kasual yang mengutamakan penampilan modis, gemar berfoto ria, membutuhkan kecepatan pengisian daya instan, serta sangat menghindari penggunaan layar melengkung. Kombinasi sasis logam premium, layar datar AMOLED 144 Hz, keberadaan lensa ultrawide dengan sensor OIS, serta bonus perangkat wireless charging menjadi nilai jual utama yang sangat sulit ditolak pada varian Pro.

Sebaliknya, Infinix Note 50s 5G Plus menjadi jawaban paling tepat bagi profil pengguna berkarakter aktif yang mendambakan performa mentah untuk kebutuhan game berat, haus akan kestabilan video beresolusi tinggi 4K, serta membutuhkan kesiapan modem jaringan 5G jangka panjang. Pengguna disarankan untuk menggunakan intuisi serta menyesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan harian masing-masing sebelum menjatuhkan pilihan pembelian pada salah satu dari dua gawai tangguh Rp3 jutaan ini.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : yt: Gadget Pahlawan
Spesifikasi Infinix Note 50 Pro Infinix Note 50 Pro vs Infinix Note 50s 5G Plus Infinix Note 50s 5G Plus harga Perbedaan Infinix Note 50 Pro HP Infinix 3 jutaan