JAKARTA - Bonsai santigi menjadi pusat perhatian dalam sebuah pameran bonsai setelah satu koleksi berusia sekitar 15 tahun ditawarkan dengan harga mencapai Rp1,5 miliar. Pohon berukuran medium itu mencuri perhatian para pengunjung berkat karakter batang yang matang, perakaran yang kuat, serta penataan cabang yang dinilai memiliki nilai seni tinggi.
Dalam tayangan yang diunggah di YouTube, pembawa acara mengajak penonton berkeliling melihat berbagai koleksi bonsai milik peserta pameran. Sejumlah jenis bonsai ditampilkan, mulai dari anting putri, santigi, serut, kingkit hingga senensis. Namun, bonsai santigi menjadi salah satu koleksi yang paling banyak dibahas karena usia, kualitas, dan nilai jualnya yang fantastis.
Baca Juga: Budidaya Ikan Lele Menggunakan Galon Bekas, Modal Kecil Bisa Panen dalam 2-3 Bulan
Bonsai Santigi Berusia 15 Tahun Jadi Andalan Pemilik
Pemilik bonsai mengungkapkan bahwa pohon santigi tersebut mulai dirawat sejak 2009. Selama kurang lebih 15 tahun, ia terus membentuk karakter pohon hingga menghasilkan tampilan seperti sekarang.
Menurutnya, proses merawat santigi bukan perkara mudah. Selama bertahun-tahun pohon itu sempat sulit berkembang meski sudah mendapatkan perawatan rutin. Bahkan ketika sempat dirawat orang lain selama beberapa tahun, hasilnya masih belum sesuai harapan.
Perubahan baru terlihat setelah pohon dipindahkan ke lokasi baru. Dalam waktu kurang dari satu tahun, pertumbuhan santigi justru menjadi jauh lebih subur dibandingkan sebelumnya.
Pemilik meyakini kondisi tersebut dipengaruhi oleh kualitas air yang digunakan. Ia menyebut air di lingkungan barunya lebih cocok sehingga santigi mampu tumbuh lebih sehat dan menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Ditawarkan Rp1,5 Miliar Jika Ada Kolektor Berminat
Saat berbincang dengan pembawa acara, pemilik mengaku kini hanya menyisakan satu koleksi santigi setelah pindah ke Jakarta. Dahulu ia memiliki lebih banyak bonsai ketika masih tinggal di Bali.
Meski hanya tersisa satu pohon, koleksi tersebut tetap menjadi kebanggaannya. Saat ditanya mengenai kemungkinan dijual, ia mengaku bersedia melepasnya apabila ada kolektor yang benar-benar berminat.
Harga yang disebutkan pun membuat pembawa acara terkejut. Bonsai santigi tersebut ditawarkan sekitar Rp1,5 miliar.
Pohon itu memiliki tinggi sekitar 50 sentimeter dan masuk kategori bonsai ukuran medium. Meski tidak berukuran besar, karakter batang, percabangan, serta perakaran menjadi alasan utama mengapa nilainya sangat tinggi.
Karakter Batang dan Akar Jadi Nilai Utama
Pembawa acara menyoroti kualitas bonsai santigi tersebut dari jarak dekat. Daunnya sudah berukuran kecil dan terlihat rapat, menandakan tingkat kematangan pohon yang sudah tinggi.
Selain itu, bagian kayu mati alami atau deadwood masih tampak jelas sehingga memberikan karakter khas pada bonsai tersebut. Perakaran yang menyebar rapi juga memperkuat kesan alami sekaligus menunjukkan proses pembentukan yang berlangsung dalam waktu lama.
Kombinasi batang tua, tekstur kulit pohon, serta struktur cabang yang seimbang membuat bonsai ini layak menjadi salah satu koleksi unggulan di pameran.
Baca Juga: Budidaya Belut di Kolam Terpal Makin Diminati, Wardi Bagikan Cara Sukses hingga Panen Menguntungkan
Anting Putri Tampil dengan Percabangan Rapi
Selain santigi, bonsai anting putri juga berhasil mencuri perhatian. Salah satu koleksi memiliki percabangan yang sangat padat, tetapi alur batang utama tetap terlihat jelas.
Menurut pembawa acara, penempatan cabang menjadi salah satu faktor terpenting dalam membentuk bonsai anting putri. Cabang tidak boleh saling menutupi sehingga karakter batang masih dapat dinikmati dari berbagai sudut pandang.
Ia juga menjelaskan bahwa anting putri memiliki keunggulan lain berupa bunga yang harum saat mekar. Aroma tersebut menjadi nilai tambah selain keindahan bentuk pohonnya.
Dalam perawatannya, pemangkasan rutin menjadi hal yang wajib dilakukan. Cabang yang terus dibiarkan memanjang justru akan menghambat pertumbuhan cabang lain di bagian bawah.
Sebaliknya, pemangkasan yang tepat akan membuat percabangan berkembang ke arah samping sehingga tajuk pohon menjadi lebih padat dan proporsional.
Bonsai Serut Memerlukan Ketelatenan Tinggi
Perjalanan berlanjut ke deretan bonsai serut yang juga mendapat perhatian. Jenis ini dikenal memiliki tantangan tersendiri dalam proses pembentukan.
Menurut penjelasan di lokasi, kesulitan utama bonsai serut terletak pada pencarian material yang memiliki akar menarik serta proses membentuk percabangan yang rapat.
Pemangkasan juga harus dilakukan secara rutin karena ranting serut cukup keras. Apabila terlambat dipangkas, ranting di bagian dalam berisiko mati akibat kurang mendapatkan cahaya.
Meski demikian, bonsai serut memiliki keunggulan karena tergolong tahan terhadap berbagai gangguan. Ketika terserang penyakit, pemilik cukup membuang daun yang terdampak sehingga pohon dapat kembali tumbuh dengan baik.
Koleksi Bonsai Lain Tak Kalah Menarik
Selain santigi, anting putri, dan serut, pameran juga menghadirkan bonsai kingkit serta senensis dengan karakter yang berbeda-beda.
Pembawa acara menyebut setiap pohon memiliki keunikan masing-masing, mulai dari bentuk batang, arah liukan, ukuran daun, hingga penyajian menggunakan batu dan lumut.
Beberapa bonsai bahkan tampil sederhana dengan ukuran kecil, tetapi tetap terlihat mewah berkat liukan batang yang alami dan penempatan cabang yang seimbang.
Dalam salah satu koleksi, penggunaan lumut dan batu juga dinilai mampu memperkuat kesan alami sehingga keseluruhan tampilan bonsai menjadi lebih hidup.
Pameran Jadi Ajang Berbagi Inspirasi
Selama berkeliling, pembawa acara berkali-kali menegaskan bahwa tujuan utama tayangan tersebut bukan sekadar memperlihatkan bonsai-bonsai mahal, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi para penghobi.
Melalui berbagai koleksi yang dipamerkan, penonton dapat mempelajari teknik penataan cabang, pembentukan akar, pemilihan media tanam, hingga pentingnya ketelatenan dalam merawat bonsai.
Pengalaman para pemilik bonsai juga menunjukkan bahwa keberhasilan membentuk pohon tidak hanya bergantung pada usia tanaman. Faktor lingkungan, kualitas air, media tanam, serta konsistensi perawatan turut menentukan hasil akhir yang dicapai.
Beragam koleksi yang ditampilkan membuktikan setiap jenis bonsai memiliki karakter dan tantangan berbeda. Namun, satu hal yang sama adalah seluruhnya membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan proses panjang hingga mampu menghasilkan karya hidup yang bernilai tinggi, termasuk bonsai santigi yang ditawarkan seharga Rp1,5 miliar dan menjadi salah satu pusat perhatian dalam pameran tersebut.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : zuka zuka balibonsai