JAKARTA - Cara membuat bonsai elm menjadi pembahasan utama dalam video yang dibagikan praktisi bonsai Milton Chang. Dalam tayangan tersebut, ia memperlihatkan proses membentuk bibit elm berusia sekitar dua setengah tahun menjadi calon bonsai berkualitas dengan teknik pemangkasan, pengaturan akar, dan metode clip and grow yang dilakukan secara bertahap.
Milton Chang menjelaskan bahwa tidak ada jalan pintas untuk menghasilkan bonsai berkualitas. Menurutnya, pembentukan bonsai bergantung pada waktu, kesabaran, serta keputusan yang tepat sejak pohon masih berusia muda, terutama dalam menentukan bentuk batang dan sistem perakaran.
Di awal video, ia memperlihatkan dua pohon sebagai perbandingan. Pohon pertama merupakan bibit elm muda berusia sekitar dua setengah tahun, sedangkan pohon kedua adalah bonsai elm berusia sekitar 25 tahun yang ia tanam sejak masih berupa bibit dari Universiti Putra Malaysia (UPM). Perbandingan tersebut menunjukkan bagaimana proses panjang mampu mengubah bibit sederhana menjadi bonsai dengan batang besar dan karakter matang.
Akar Menjadi Fondasi Utama Bonsai
Milton menegaskan bahwa langkah pertama dalam membentuk bonsai bukanlah memangkas cabang, melainkan memeriksa sistem perakaran.
Menurutnya, akar harus tumbuh menyebar ke berbagai arah atau radial agar menghasilkan pangkal batang yang kuat dan alami. Bagian inilah yang nantinya akan menjadi fondasi utama bonsai.
Ia menjelaskan bahwa bentuk akar hampir tidak bisa diperbaiki ketika pohon sudah besar. Sebaliknya, percabangan dan tajuk masih dapat dibentuk ulang melalui pemangkasan.
Karena itu, setiap kali memindahkan pohon dari pot, ia selalu memeriksa arah pertumbuhan akar sebelum mengambil langkah berikutnya.
Saat mengeluarkan bibit dari pot, Milton menemukan media tanam yang masih didominasi tanah liat. Meski demikian, ia mengatakan elm termasuk jenis pohon yang sangat kuat sehingga tetap mampu tumbuh dengan baik di berbagai jenis media tanam.
Ia menyebut tanah berpasir, tanah kebun, hingga campuran tanah biasa tetap dapat digunakan selama pohon memperoleh perawatan yang memadai.
Menentukan Arah Batang Sejak Dini
Setelah memastikan kondisi akar cukup baik, Milton mulai menentukan desain batang.
Ia memperhatikan adanya lengkungan kecil pada batang muda. Namun, menurutnya lengkungan tersebut belum ideal karena terlihat seperti busur.
Untuk memperbaikinya, ia meluruskan batang secara perlahan tanpa mematahkannya. Setelah itu, beberapa bagian dipangkas agar garis batang terlihat lebih tegas.
Milton menjelaskan bahwa keputusan memangkas batang harus dilakukan sejak dini karena akan menentukan karakter bonsai pada masa mendatang.
Baginya, pemangkasan bukan sekadar mengurangi cabang, tetapi juga membangun arah pertumbuhan batang sehingga terlihat alami ketika pohon semakin tua.
Baca Juga: Budidaya Ikan Lele di Galon Bekas Le Minerale, Cukup 5 Ekor per Galon dan Panen 2,5-3 Bulan
Pemangkasan Drastis Jadi Bagian Penting
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah saat Milton melakukan pemangkasan dalam jumlah besar.
Ia mengakui tindakan tersebut mungkin terlihat ekstrem bagi pemula. Namun, menurutnya langkah itu justru diperlukan apabila ingin mencapai desain yang diinginkan.
"Kalau tidak berani memangkas, pohon tidak akan pernah mencapai bentuk yang kita inginkan," menjadi pesan yang ia sampaikan melalui praktik tersebut.
Ia kemudian memotong batang utama dengan posisi miring agar luka pemangkasan lebih mudah menutup secara alami seiring pertumbuhan pohon.
Beberapa tunggul kecil sengaja dibiarkan karena berpotensi memunculkan tunas baru yang dapat dimanfaatkan sebagai percabangan di masa depan.
Metode Clip and Grow Jadi Andalan
Milton mengandalkan teknik clip and grow dalam proses pembentukan bonsai elm.
Metode ini dilakukan dengan memangkas cabang secara berkala, kemudian membiarkan tunas baru tumbuh untuk membentuk arah percabangan berikutnya.
Menurutnya, teknik tersebut memberikan kebebasan bagi penghobi bonsai untuk menciptakan desain sesuai keinginan tanpa harus terlalu bergantung pada kawat.
Meski kawat tetap bisa digunakan untuk meluruskan batang, Milton memilih meminimalkan penggunaannya karena tidak ingin repot melepas kawat saat pohon terus tumbuh.
Dengan teknik clip and grow, setiap percabangan dapat dibangun secara bertahap hingga menghasilkan struktur pohon yang lebih alami.
Pilihan Menanam di Pot atau Tanah
Milton juga menjawab pertanyaan yang sering diajukan para penghobi bonsai, yakni apakah pohon sebaiknya ditanam di tanah atau di pot besar.
Menurutnya, jawaban bergantung pada target ukuran batang yang ingin dicapai.
Apabila hanya menginginkan batang berukuran sedang, pohon cukup ditanam di pot pembesaran atau nursery pot. Cara ini dinilai lebih praktis karena akar tidak perlu dibongkar kembali ketika dipindahkan.
Namun, jika menginginkan batang yang sangat besar seperti bonsai berusia puluhan tahun, pohon sebaiknya ditanam langsung di tanah.
Ia menjelaskan bahwa pohon yang tumbuh di tanah dapat menghasilkan tunas panjang hingga beberapa meter. Pertumbuhan tersebut membuat batang membesar jauh lebih cepat dibandingkan ketika ditanam di pot.
Meski demikian, cabang-cabang besar tetap harus dipangkas secara berkala agar energi pohon kembali difokuskan untuk membentuk batang.
Ukuran Daun Akan Mengecil Seiring Waktu
Milton juga membahas perubahan ukuran daun pada bonsai.
Ia menunjukkan bahwa bibit elm muda memiliki daun berukuran cukup besar. Namun, ukuran tersebut akan mengecil secara alami ketika pohon semakin matang dan percabangannya semakin rapat.
Fenomena serupa juga terjadi pada beberapa jenis bonsai lain seperti Japanese maple, Trident maple, dan Zelkova.
Menurutnya, kemampuan mengecilkan ukuran daun menjadi salah satu alasan mengapa jenis-jenis tersebut sangat populer sebagai bahan bonsai.
Dengan daun yang semakin kecil, proporsi pohon akan terlihat lebih realistis sehingga menyerupai pohon tua dalam ukuran mini.
Target Lima Tahun hingga Puluhan Tahun
Di akhir video, Milton memperlihatkan kembali rancangan bentuk bonsai yang sedang ia bangun.
Ia memperkirakan dalam waktu sekitar lima tahun, bibit muda tersebut sudah mampu menghasilkan batang yang jauh lebih besar dan memiliki karakter bonsai yang matang.
Sementara untuk mencapai ukuran batang seperti bonsai elm berusia 25 tahun yang ia tunjukkan di awal video, prosesnya tetap membutuhkan waktu panjang tanpa jalan pintas.
Milton menegaskan bahwa kesabaran menjadi kunci utama dalam dunia bonsai. Menurutnya, setiap pemangkasan, pengaturan akar, hingga penentuan arah batang merupakan bagian dari perjalanan panjang yang tidak bisa dipercepat.
Ia pun menutup video dengan mengajak para penonton mengikuti perkembangan bonsai tersebut pada tayangan-tayangan berikutnya. Melalui dokumentasi berkala, ia ingin menunjukkan bagaimana sebuah bibit sederhana dapat berkembang menjadi bonsai elm berkualitas melalui teknik yang tepat, konsistensi perawatan, dan proses yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : Bonsai Hairloom