JAKARTA - Capsule wardrobe menjadi salah satu konsep berpakaian yang semakin diminati karena membantu seseorang memiliki koleksi pakaian yang lebih ringkas, tetapi tetap mampu menghasilkan banyak kombinasi outfit. Model asal New York, Nate Katsuki, membagikan pengalamannya dalam membangun capsule wardrobe setelah bekerja bersama sejumlah stylist selama berkarier di dunia fashion.
Menurut Nate Katsuki, capsule wardrobe merupakan kumpulan pakaian berkualitas yang serbaguna dan saling melengkapi satu sama lain. Setiap item memiliki fungsi yang jelas sehingga memudahkan proses memilih pakaian untuk berbagai kesempatan.
Sebagian besar capsule wardrobe terdiri dari sekitar 25 hingga 50 item yang mencakup pakaian, sepatu, dan aksesori. Namun, jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing orang.
Nate juga memperkenalkan metode yang ia sebut sebagai 7-7-7 Rule. Konsep ini mengajak seseorang memilih tujuh item pada setiap kategori, seperti tujuh atasan, tujuh celana, dan tujuh pasang sepatu yang mudah dipadukan satu sama lain.
Sebelum mulai menyusun isi lemari, Nate menyarankan setiap orang menentukan terlebih dahulu gaya berpakaian yang ingin ditampilkan. Mulai dari gaya klasik, minimalis, streetwear, hingga smart casual.
Ia juga merekomendasikan membuat mood board sebagai referensi inspirasi. Pinterest dan Instagram disebut menjadi dua platform yang dapat dimanfaatkan untuk mengumpulkan ide gaya berpakaian.
Baca Juga: Daftar Pemain Asing Persija Jakarta 2026-2027, Rekrutan Baru hingga Pemain yang Bertahan
Mulai dari Warna Netral
Menurut Nate, langkah pertama membangun capsule wardrobe adalah memilih warna-warna netral sebagai dasar koleksi pakaian.
Pilihan warna seperti putih, hitam, abu-abu, navy, dan beige dinilai mudah dipadukan sehingga mampu menghasilkan lebih banyak kombinasi outfit.
Setelah koleksi dasar terbentuk, pengguna dapat menambahkan beberapa warna aksen agar penampilan memiliki karakter yang lebih personal.
Dalam video tersebut, Nate menggunakan gaya classic menswear sebagai contoh dasar capsule wardrobe pria sebelum nantinya disesuaikan dengan preferensi masing-masing.
Item Basic yang Wajib Dimiliki
Setelah menentukan konsep warna, Nate mulai memilih item utama yang menjadi fondasi capsule wardrobe.
Untuk kategori atasan, ia merekomendasikan kaus berwarna netral seperti putih, hitam, abu-abu, dan navy.
Selain itu, kemeja putih klasik, chambray shirt, dan Oxford shirt juga masuk dalam daftar karena mudah digunakan untuk berbagai situasi.
Pada kategori bawahan, Nate memilih celana denim dengan warna terang dan gelap serta chino dengan potongan rapi.
Sementara untuk outer, ia memasukkan blazer berkualitas atau jaket berstruktur sebagai pilihan utama.
Pilihan outer lainnya meliputi trench coat, bomber jacket, hingga wool coat yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.
Di kategori alas kaki, Nate menyarankan memiliki sneakers yang nyaman, boots serbaguna, serta dress shoes dengan desain minimalis.
Ia juga menambahkan hoodie atau sweater sebagai pelengkap layering agar outfit menjadi lebih fleksibel.
Baca Juga: Persija Jakarta Dikaitkan dengan 6 Pemain Asing, Luka Jurečić hingga Ante Rebić Masuk Radar Transfer
Menentukan Palet Warna yang Konsisten
Saat menyusun kembali isi lemarinya, Nate mengaku harus menyisihkan banyak pakaian yang memiliki nilai sentimental.
Meski demikian, proses tersebut juga terasa lebih mudah karena ia sudah mengetahui item mana yang paling sering digunakan.
Ia kemudian memilih palet warna bernuansa dingin atau cool tone yang didominasi hitam, putih, biru, dan abu-abu.
Sebagai alternatif, seseorang juga dapat memilih palet warna hangat seperti putih, krem, cokelat, dan tan apabila lebih sesuai dengan preferensi pribadi.
Menurut Nate, memilih satu kelompok warna sejak awal akan membuat seluruh koleksi pakaian lebih mudah dipadukan.
Kombinasi Outfit Jadi Lebih Banyak
Setelah seluruh item dipilih, Nate menunjukkan berbagai kombinasi outfit yang dapat dibuat hanya dari koleksi capsule wardrobe tersebut.
Ia menjelaskan bahwa setiap pergantian outfit selalu mempertahankan satu item yang sama sehingga proses transisi antartampilan terlihat alami.
Sebagai contoh, celana hitam dapat dipadukan dengan kaus hitam untuk menciptakan tampilan monokrom yang kasual.
Outfit yang sama kemudian bisa diubah menjadi lebih formal hanya dengan menambahkan blazer dan dress shirt.
Hal serupa juga berlaku untuk sepatu. Nate menunjukkan bahwa satu pasang sepatu formal hitam putih dapat digunakan bersama tuksedo maupun setelan jas biru tua.
Jaket kulit juga disebut dapat dipadukan dengan celana kasual dan kaus untuk aktivitas santai atau dipasangkan dengan celana formal untuk tampilan yang lebih rapi.
Layering Jadi Kunci Capsule Wardrobe
Menurut Nate, teknik layering merupakan salah satu elemen terpenting dalam konsep capsule wardrobe.
Layering membuat pakaian sederhana terlihat lebih terencana sekaligus mampu menggandakan jumlah kombinasi outfit yang bisa digunakan.
Dengan koleksi pakaian yang saling mendukung, proses memilih pakaian setiap hari menjadi jauh lebih mudah.
Meski banyak outfit terlihat memiliki karakter serupa, setiap kombinasi tetap mampu menghadirkan tampilan berbeda sesuai kebutuhan acara.
Perawatan Pakaian Tidak Boleh Diabaikan
Selain memilih pakaian yang tepat, Nate juga menekankan pentingnya merawat seluruh koleksi capsule wardrobe.
Ia menyarankan pakaian musiman disimpan dengan baik saat tidak digunakan.
Penggunaan hanger berbahan kayu juga dinilai membantu menjaga bentuk pakaian tetap rapi.
Selain itu, sepatu perlu dirawat secara rutin agar tetap awet digunakan dalam jangka panjang.
Menurut Nate, tujuan utama capsule wardrobe bukan hanya mengurangi jumlah pakaian di lemari, tetapi juga membangun koleksi berkualitas yang dapat digunakan selama bertahun-tahun, bukan hanya mengikuti tren dalam satu musim.
Editor : M. Helmi NurhisamSumber : Nate Katsuki